SURAKARTA - Sri Susuhunan Pakubuwono XIV Hangabehi melaksanakan ibadah Salat Jumat di Kagungan Dalem Masjid Gede atau Masjid Agung Karaton Surakarta, Jumat (21/11/2025).
Kehadiran beliau menjadi perhatian publik karena berlangsung di tengah dinamika internal keluarga Karaton Kasunanan Surakarta.
Dipilih Melalui Mekanisme Adat Dinasti Mataram Islam
PB XIV Hangabehi secara resmi ditetapkan sebagai raja melalui mekanisme adat oleh trah Pakubuwono II hingga Pakubuwono XIII pada 13 November 2025.
Penetapan tersebut menegaskan legitimasi adat dan garis keturunan resmi dalam kepemimpinan Dinasti Mataram Islam Surakarta.
Profil PB XIV Hangabehi
• Nama lahir: Gusti Raden Mas Soerjo Soeharto
• Nama lengkap: Kanjeng Gusti Pangeran Harya Hangabehi
• Lahir: 5 Februari 1985 di Surakarta
• Putra tertua: Sri Susuhunan Pakubuwono XIII
• Gelar terdahulu: KGPH Mangkubumi
• Gelar sebelum menjadi raja: KGPH Hangabehi (resmi melalui prosesi adat Desember 2022)
• Gelar lengkap:
Sri Susuhunan Pakubuwana Senapati ing Alaga Abdurrahman Sayyidin Panatagama Khalifatullah
PB XIV: “Saya Hanya Menjalankan Rutinitas Jumat Seperti penndahulu sebelumnya”
Dalam keterangannya, PB XIV Hangabehi menegaskan bahwa kehadirannya di Masjid Agung bukanlah agenda khusus, melainkan rutinitas ibadah Jumat yang telah dijalankan sejak lama.
“Saya hanya menjalankan tugas sebagai umat Muslim seperti sebelumnya. Bedanya dulu tidak ada yang tahu dan tidak disorot media, sekarang disorot media. Itu saja.”
Pernyataan ini disampaikan setelah meningkatnya perhatian publik pasca penetapan beliau sebagai PB XIV.
Respons atas Deklarasi Sang Adik
Terkait tindakan adiknya yang lebih dulu dideklarasikan sebagian keluarga PB XIII sebagai PB XIV versi mereka, PB XIV memberikan jawaban menenangkan dan penuh adab keluarga.
“Saat ini kami masih fokus mendoakan almarhum ayahanda PB XIII dan menjalani masa 40 harinya,” katanya.
Jawaban tersebut dinilai sebagai langkah menjaga keteduhan suasana di tengah dinamika internal karaton.
Pantauan Lapangan: PB XIV Berjalan Kaki, Sang Adik Datang dengan Pajero Putih
Berdasarkan pantauan di lapangan, PB XIV Hangabehi berjalan kaki dari Karaton Surakarta menuju Masjid Agung untuk melaksanakan Salat Jumat. Usai ibadah, beliau kembali ke karaton juga dengan berjalan kaki.
Gestur tersebut mencerminkan kesederhanaan dan kedekatan beliau dengan lingkungan keraton dan masyarakat.
Sementara itu, adiknya, yang sebelumnya diklaim sebagian keluarga sebagai PB XIV versi mereka, datang menggunakan mobil Pajero putih berpelat AD 26. Perbedaan gaya kedatangan itu menjadi sorotan publik di tengah dinamika internal keluarga karaton.
Meneguhkan Tradisi Karaton Surakarta
Kehadiran PB XIV Hangabehi di Masjid Agung Surakarta menegaskan kelanjutan tradisi keagamaan yang telah dijalankan para Susuhunan sebelumnya.
Masjid Agung merupakan pusat spiritual masyarakat sekaligus bagian penting dari sejarah dan identitas Karaton Kasunanan Surakarta. (*)