Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Desktop Environment: Perbandingan KDE vs GNOME vs XFCE, Mana yang Paling Enteng?

Mahsun Nidhom • Minggu, 13 Juli 2025 | 04:49 WIB
XFCE menang soal ringan, GNOME unggul di visual, KDE jadi jembatan keduanya.
XFCE menang soal ringan, GNOME unggul di visual, KDE jadi jembatan keduanya.

Trenggaleknjenggelek - Desktop environment (DE) adalah antarmuka grafis yang menyatukan berbagai elemen seperti jendela, ikon, menu, dan panel. Dalam dunia Linux, KDE, GNOME, dan XFCE termasuk tiga yang paling populer.

Masing-masing punya filosofi desain, penggunaan resource, dan pengalaman pengguna yang berbeda. Yuk kita ketiganya dari sisi ringan atau tidaknya, konsumsi resource, dan responsifitas di perangkat terbatas.

GNOME: Visual Modern, Tapi Berat

GNOME dikenal dengan tampilannya yang modern dan bersih. Antarmukanya dirancang untuk kesederhanaan dan fokus, mirip pendekatan minimalis ala macOS.

Namun, GNOME cukup rakus RAM dan CPU. Berdasarkan uji coba di berbagai distro seperti Fedora atau Ubuntu, penggunaan RAM idle GNOME bisa mencapai 900 MB hingga lebih dari 1,2 GB. Ini membuatnya kurang cocok untuk komputer dengan RAM di bawah 4 GB.

Kelebihan GNOME:

Kekurangan GNOME:

KDE Plasma: Ringan Tapi Kaya Fitur

Dulu KDE dikenal berat, tapi KDE Plasma kini berubah total. Dengan konsumsi RAM idle sekitar 500–700 MB, KDE berhasil menjadi desktop yang kaya fitur tanpa mengorbankan performa.

Plasma menawarkan antarmuka yang sangat bisa dikustomisasi dan banyak tool built-in seperti KRunner, Dolphin, dan Discover.

Kelebihan KDE:

Kekurangan KDE:

XFCE: Jawaranya Performa di Mesin Lawas

XFCE adalah pilihan utama untuk pengguna yang menginginkan desktop environment ringan dan stabil.

Dengan konsumsi RAM idle sekitar 300–400 MB, XFCE bisa berjalan lancar di komputer dengan RAM 2 GB sekalipun.

Antarmuka XFCE memang terlihat klasik, tetapi itu juga yang membuatnya efisien dan cepat.

Kelebihan XFCE:

Kekurangan XFCE:

Jika kamu mencari tampilan modern dan fitur out-of-the-box, GNOME cocok. Kalau ingin tampilan elegan yang tetap ringan, KDE Plasma adalah pilihan terbaik.

Tapi jika tujuan utamamu adalah menghemat resource dan performa optimal di perangkat terbatas, XFCE adalah juaranya.

Untuk laptop jadul atau kebutuhan virtualisasi, XFCE tetap jadi yang paling enteng di antara KDE vs GNOME vs XFCE. (sun)

Editor : Mahsun Nidhom
#desktop environment #linux distro #KDE vs GNOME vs XFCE