Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Mouse Wireless Kok Delay? Ini yang Jarang Dikasih Tahu di Kotaknya

Mahsun Nidhom • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 05:20 WIB
Wireless bukan berarti bebas masalah. Cek koneksinya dulu sebelum nyalahin mouse.
Wireless bukan berarti bebas masalah. Cek koneksinya dulu sebelum nyalahin mouse.

Trenggaleknjneggelek - Mouse wireless sudah jadi standar baru di meja kerja. Rapi, bebas kabel kusut, dan gampang dibawa ke mana-mana.

Tapi masalah klasik selalu muncul, gerakan kursor yang tersendat, klik yang gak langsung nyambung, atau bahkan pointer yang hilang-hilang sendiri.

Kalau kamu merasa mouse-mu ‘ngambek’ padahal baru beli, kemungkinan besar kamu kena yang namanya input lag alias keterlambatan sinyal antara tangan dan layar.

Dan sayangnya, ini hal yang jarang dibahas di kemasan mouse atau brosur penjual. Ada dua jenis koneksi utama pada mouse wireless:

1. Bluetooth

Mouse Bluetooth cenderung lebih praktis karena tidak butuh dongle tambahan. Tapi sayangnya, koneksi ini sering mengalami latensi yang cukup terasa, terutama pada sistem operasi tertentu atau saat koneksi Bluetooth juga dipakai perangkat lain seperti headphone.

Lag mouse Bluetooth biasanya terasa saat membuka aplikasi berat, berpindah antar tab, atau saat perangkat sudah dipakai berjam-jam.

2.4GHz Wireless

Mouse dengan koneksi 2.4GHz (pakai dongle USB) lebih stabil dan punya latensi lebih rendah dibanding Bluetooth. Ini karena koneksi dilakukan langsung via receiver khusus, bukan melalui jalur Bluetooth umum yang dipakai banyak device.

Meskipun sama-sama wireless, delay mouse 2.4GHz nyaris tak terasa, bahkan untuk game kasual sekalipun.

Selain jenis koneksi, ada beberapa hal yang bisa menambah delay:

Bahkan, port USB 3.0 kadang bisa ganggu sinyal dongle 2.4GHz karena interferensi elektromagnetik. Solusinya: pasang dongle di port USB 2.0 atau pakai extender.

Buat pengguna biasa atau kantoran, mouse Bluetooth oke-oke aja asal tidak terlalu multitasking berat.

Tapi buat kamu yang sering desain grafis, ngedit video, atau main game, hindari mouse Bluetooth. Gunakan mouse 2.4GHz yang punya polling rate tinggi dan DPI yang bisa disesuaikan.

Mouse mahal pun bisa delay kalau koneksi salah pilih. Maka dari itu, penting untuk tahu:

Jadi lain kali kamu merasa mouse lemot padahal internet kencang, coba cek koneksinya. Bisa jadi masalahnya bukan di jari kamu, tapi di jalur sinyal yang terjebak dalam lalu lintas digital. (sun)

 LEBIH MENANTANG: Yustina saat melakukan aerial yoga dengan alat bantu hoop.
LEBIH MENANTANG: Yustina saat melakukan aerial yoga dengan alat bantu hoop.
Editor : Mahsun Nidhom
#lag mouse #mouse wireless #mouse error