JAKARTA - Rakit PC 10 juta di awal 2026 ternyata tak lagi semewah tahun-tahun sebelumnya. Jika dulu budget Rp10 juta sudah bisa bermain di resolusi 2K, kini dengan dana yang sama, target realistisnya adalah gaming Full HD.
Lonjakan harga komponen menjadi penyebab utama. Rakit PC 10 juta yang sebelumnya stabil, kini terdampak kenaikan harga prosesor, GPU, hingga storage. Bahkan beberapa paket rakitan lama yang sempat direkomendasikan sudah melonjak ke Rp12–13 jutaan.
Lantas, seperti apa komposisi terbaik untuk rakit PC 10 juta di tengah harga komponen yang belum sepenuhnya stabil?
Dampak Kenaikan Harga Komponen
Awal 2026 ditandai dengan gejolak harga storage dan GPU. Pasokan chip global mengalami gangguan, terutama setelah produsen besar mengalihkan produksi ke kebutuhan AI. Dampaknya, harga SSD dan NVMe perlahan merangkak naik.
Fenomena ini memunculkan istilah “new normal price”. Harga memang sempat melonjak tinggi (spike), lalu turun sedikit, tetapi tetap berada di level lebih mahal dibanding tahun sebelumnya.
Karena itu, bagi yang ingin rakit PC 10 juta, disarankan tidak menunda terlalu lama sebelum harga kembali menyesuaikan.
Spesifikasi PC 10 Juta Versi Intel
Untuk menekan biaya, pilihan prosesor jatuh pada Intel generasi ke-11, tepatnya Intel Core i5-11400F. Prosesor ini memiliki 6 core dan 12 thread, base clock 2,6 GHz dan boost clock hingga 4,4 GHz dengan TDP 65 watt.
Secara spesifikasi, i5-11400F masih cukup kompetitif dibanding generasi ke-12 seperti 12400F. Perbedaan utamanya ada di fabrikasi dan dukungan platform. Generasi ke-11 mentok di DDR4 dan PCIe Gen 4, serta tidak bisa upgrade ke generasi ke-13 atau ke-14.
Motherboard yang digunakan adalah chipset H510 dengan socket LGA 1200. Harganya masih di bawah Rp1 juta, jauh lebih terjangkau dibanding H610 untuk generasi ke-12.
Untuk RAM, dipasang 16GB DDR4 3200 MHz single channel. Strategi ini memungkinkan upgrade ke 32GB tanpa harus membuang modul lama. Penyimpanan memakai NVMe Gen 3 512GB yang secara kecepatan jauh lebih unggul dibanding SSD SATA.
GPU Jadi Penentu
Bagian paling krusial dalam rakit PC 10 juta adalah kartu grafis. Pilihan yang digunakan adalah RTX 3050 6GB. Dulu kartu ini sempat dijual di kisaran Rp2,6–2,7 juta. Kini harganya tembus Rp3 jutaan.
Alternatif lain seperti RX 6600 juga mengalami kenaikan signifikan, bahkan menyentuh Rp3,7 juta. Artinya, kelas GPU entry-level pun sudah tidak lagi murah.
RTX 3050 6GB memang bukan monster performa, tetapi masih cukup untuk gaming Full HD dengan setting medium hingga high pada banyak judul populer.
Performa Gaming dan Editing
Dengan kombinasi i5-11400F dan RTX 3050 6GB, performa rata-rata bermain game berada di resolusi 1080p (Full HD). Untuk 2K, hanya beberapa game tertentu yang bisa berjalan nyaman, itu pun dengan kompromi setting grafis.
Untuk kebutuhan editing video, coding, dan multitasking, kombinasi 6 core 12 thread masih sangat relevan. Namun tentu tidak bisa berharap performa setara prosesor generasi terbaru.
Jika ingin bermain di 2K secara konsisten, estimasi budget minimal kini berada di Rp14 juta. Sedangkan untuk 4K, dana yang harus disiapkan berkisar Rp25–30 juta.
Power Supply dan Casing
Demi keamanan, digunakan power supply 500 watt 80 Plus Bronze dengan proteksi lengkap seperti OCP dan OVP. Untuk casing, dipilih model airflow dengan lima fan agar sirkulasi udara tetap optimal.
Konfigurasi ini cukup seimbang untuk kebutuhan gaming dan produktivitas kelas menengah.
Masih Layak atau Tidak?
Rakit PC 10 juta di 2026 masih layak, tetapi ekspektasinya harus realistis. Targetnya bukan lagi 2K gaming, melainkan Full HD stabil.
Jika memiliki dana lebih, opsi Intel generasi ke-13 seperti i5-13400 dipadukan GPU seri 50 terbaru jelas lebih ideal. Namun konsekuensinya, budget akan melonjak cukup signifikan.
Bagi yang ingin PC serba bisa untuk gaming, editing, dan kerja harian tanpa menguras tabungan, konfigurasi ini masih masuk akal. Kuncinya adalah memilih komponen generasi sebelumnya yang harganya lebih rasional.
Editor : Divka Vance Yandriana