Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hapus Naik Kelas Otomatis, Disambut Positif Kalangan Pendidik

G
Penulis: Gunawan Awan❯
TEKUN: Siswa MTsN 2 Trenggalek ketika memanfaatkan waktu luang dengan membaca. (GUNAWAN/RADAR TRENGGALEK)
TEKUN: Siswa MTsN 2 Trenggalek ketika memanfaatkan waktu luang dengan membaca. (GUNAWAN/RADAR TRENGGALEK)

Advertisement

KAMPAK, Radar Trenggalek – Wacana kementerian terkait sistem pendidikan pada tahun 2027 yang menyoroti perihal evaluasi kenaikan kelas mendapat sambutan positif dari kalangan pendidik.

Kepala MTsN 2 Trenggalek, Ahzan Winarto, menyatakan sangat setuju dengan rencana penghapusan sistem di mana semua siswa bisa naik kelas secara otomatis. Dukungan ini dilandasi oleh keprihatinan terhadap menurunnya motivasi belajar peserta didik akibat sistem yang berlaku saat ini.

Ahzan mengungkapkan, kebijakan kenaikan kelas secara otomatis dinilai menghilangkan garis pembatas antara siswa yang berprestasi dan siswa yang bermasalah.

Menurut dia, ketika sistem tinggal kelas ditiadakan pada beberapa kurun waktu terakhir, muncul tantangan besar di lapangan. Jika sistem lama dikembalikan akan ada pembeda yang jelas antara anak yang rajin dengan yang tidak rajin, anak yang disiplin dengan yang tidak disiplin, serta anak yang banyak melakukan pelanggaran dengan yang tidak pernah melanggar aturan.

Dia menyoroti bahwa pada sistem saat ini, terlepas dari apakah seorang anak itu disiplin atau tidak, rajin maupun malas, hingga memiliki catatan pelanggaran yang banyak atau nol pelanggaran, semuanya secara otomatis akan tetap naik ke kelas berikutnya. Fenomena ini dinilai tidak memberikan pelajaran yang baik bagi karakter peserta didik dan pada akhirnya sistem pendidikan seolah dilemahkan.

Advertisement

​Dampak paling nyata dari sistem otomatis ini, lanjut Ahzan, adalah merosotnya kemauan siswa untuk berusaha keras. Banyak anak-anak yang akhirnya menjadi malas untuk belajar karena merasa usahanya tidak memiliki pengaruh terhadap status kenaikan kelas.

Siswa cenderung berpikir tidak perlu belajar susah-susah dan repot-repot, karena pada akhirnya, baik mereka belajar maupun tidak, mereka pasti akan tetap naik kelas.

Maka, wacana perubahan pada tahun 2027 mendatang dianggap sebagai langkah perbaikan yang esensial. Sebagai perwakilan pelaku pendidikan, Ahzan sangat menyetujui dan mendukung langkah tersebut.

Dia meyakini bahwa penghapusan kenaikan kelas otomatis akan mampu memberikan motivasi yang sangat besar kepada anak-anak untuk kembali meningkatkan niat belajarnya. Jika sistem otomatis tersebut terus dipertahankan, salah satu imbas buruknya adalah siswa akan terus bersikap malas belajar.

​Untuk menyukseskan wacana ini, Kepala MTsN 2 Trenggalek tersebut juga berharap agar ke depannya terdapat rumusan yang jelas terkait kriteria kenaikan kelas. Aturan mengenai siswa seperti apa yang berhak naik kelas dan yang tidak naik kelas harus dijabarkan secara rinci sesuai ketentuan.

Advertisement
Editor : Muhammad Fadli Ardiansyah
Sumber : RADAR TRENGGALEK

Artikel Terkait

Tak Boleh Lengah Cegah Kasus Bullying

Tak Boleh Lengah Cegah Kasus Bullying

Disdik Trenggalek siapkan layanan web Layangan Adik untuk cegah perundungan di SMP. Sekolah pertegas aturan dan pembinaan siswa.

Pekan Demokrasi Digital Libatkan Enam Organisasi

Pekan Demokrasi Digital Libatkan Enam Organisasi

MTsN 1 Trenggalek menggelar Pekan Demokrasi Digital dengan e-voting untuk pemilihan enam organisasi siswa secara paperless.

Inovasi SI BANG MO, SLB Negeri Kampak  Ciptakan Camilan Sehat Sekaligus Bekali Siswa Disabilitas Berwirausaha

Inovasi SI BANG MO, SLB Negeri Kampak Ciptakan Camilan Sehat Sekaligus Bekali Siswa Disabilitas Berwirausaha

SLB Negeri Kampak kembangkan SI BANG MO, camilan mocaf bebas gluten yang melatih kewirausahaan dan kemandirian siswa disabilitas.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer