Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pembinaan Pesantren Didorong Lebih Optimal

M
TEKUN: Santri Ponpes Darunnajah di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, ketika mengaji kitab sebagai bagian aktivitas harian.
TEKUN: Santri Ponpes Darunnajah di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, ketika mengaji kitab sebagai bagian aktivitas harian.

Advertisement

KOTA, Radar Trenggalek – Penguatan pendidikan pesantren di Kabupaten Trenggalek diharapkan semakin optimal mulai 2027.

Hal ini menyusul rencana penganggaran yang lebih mandiri untuk urusan pesantren di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) sehingga pembinaan terhadap lembaga pendidikan berbasis keagamaan tersebut dapat berjalan lebih maksimal.

“Selama ini, urusan pesantren masih berada dalam satu direktorat bersama sejumlah bidang pendidikan keagamaan lainnya. Kondisi tersebut membuat dukungan anggaran untuk pembinaan pesantren dinilai belum sebanding dengan jumlah lembaga yang harus ditangani,” kata ujar Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kasi PD Pontren) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Trenggalek, Agus Prayitno. 

Advertisement

Dia mengaku selama dua tahun terakhir anggaran yang diterima hanya sekitar Rp 18,5 juta per tahun. Padahal, cakupan pembinaan mencapai ratusan pesantren, belum termasuk ribuan lembaga pendidikan keagamaan lainnya.

“Anggaran saya hanya Rp 18,5 juta setahun untuk mengurus pesantren di Trenggalek. Itu pun belum termasuk madrasah diniah (madin) dan TPQ yang jumlahnya juga banyak,” ungkapnya.

Menurut dia, keterbatasan anggaran menjadi kendala dalam melaksanakan pembinaan secara menyeluruh.

Advertisement

Terlebih, kegiatan seperti mengumpulkan pengasuh pondok pesantren, guru, maupun tenaga pendidikan membutuhkan dukungan biaya operasional. 

Akibatnya, pembinaan selama ini harus dilakukan dengan menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia.

Dia berharap rencana penguatan kelembagaan dan penganggaran mulai 2027 dapat menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian terhadap pesantren.

Dukungan tersebut dinilai penting karena pesantren memiliki sejarah panjang dalam perkembangan bangsa, bahkan telah tumbuh sebelum Indonesia merdeka.

Advertisement

Artikel Terkait

​Cetak Wirausaha Muda Adaptif, ITB Trenggalek Bekali Pelajar Strategi Manajemen dan Media Digital

​Cetak Wirausaha Muda Adaptif, ITB Trenggalek Bekali Pelajar Strategi Manajemen dan Media Digital

Upaya mencetak generasi muda yang adaptif menghadapi persaingan ekonomi digital terus digalakkan di Kabupaten Trenggalek. Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Manajemen Ritel Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Trengga

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer