Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Umrah di Bulan Ramadan Pahalanya Setara Haji, Tapi Jangan Kaget: Ini Konsekuensi Berat yang Wajib Diketahui Jemaah

Natasha Eka Safrina • Jumat, 13 Februari 2026 | 20:44 WIB

Umrah mandiri Rp15 juta per orang terbukti bisa. Ini rincian lengkap biaya visa, tiket, hotel, dan makan selama 10 hari di Tanah Suci.
Umrah mandiri Rp15 juta per orang terbukti bisa. Ini rincian lengkap biaya visa, tiket, hotel, dan makan selama 10 hari di Tanah Suci.

JAKARTAUmrah di bulan Ramadan menjadi impian banyak umat Islam karena keutamaannya yang luar biasa. Namun di balik pahala besar yang dijanjikan, terdapat konsekuensi fisik dan mental yang tidak ringan. Jemaah yang berniat menjalankan umrah di bulan Ramadan perlu memahami sejak awal bahwa ibadah ini menuntut kesiapan lebih dibandingkan umrah di bulan lainnya.

Dalam sebuah video dakwah yang ramai diperbincangkan, disampaikan bahwa umrah di bulan Ramadan memiliki pahala setara dengan ibadah haji bersama Rasulullah SAW, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim. Meski demikian, keutamaan tersebut tidak serta-merta datang tanpa pengorbanan. Ada konsekuensi serius yang harus dihadapi jemaah, terutama terkait durasi ibadah, stamina, dan ritme tubuh.

Keutamaan Umrah di Bulan Ramadan

Penceramah dalam video tersebut menegaskan bahwa keistimewaan umrah di bulan suci terletak pada limpahan pahala dan keberkahan. Ramadan disebut sebagai bulan dibukanya pintu-pintu rahmat, ampunan, dan terkabulnya doa. Karena itu, umrah di bulan Ramadan menjadi momentum spiritual yang sangat kuat untuk refleksi diri dan mendekatkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT.

Selain pahala setara haji, ibadah umrah di bulan Ramadan juga diyakini menjadi sebab dibukanya pintu rezeki. Meski biaya umrah Ramadan cenderung lebih mahal, pengorbanan harta tersebut diyakini akan diganti Allah dengan rezeki berlipat ganda.

“Ramadan adalah waktu terbaik, tempat terbaik, dan ibadah terbaik. Umrah di waktu ini menjadi momen ‘me time’ bersama Allah,” ungkapnya.

Baca Juga: Kalau Cuma Mampu Umrah Sekali Seumur Hidup, Ulama Tegaskan Pilih Umrah di Bulan Ramadan, Pahalanya Setara Haji

Tips Penting Sebelum Berangkat Umrah Ramadan

Agar ibadah berjalan maksimal, jemaah dianjurkan memilih jadwal umrah yang sesuai dengan kondisi fisik dan anggaran. Awal Ramadan biasanya lebih lengang dan relatif lebih terjangkau. Pertengahan hingga akhir Ramadan, terutama mendekati lailatul qadar, memiliki keutamaan lebih besar namun juga lebih padat dan mahal.

Pemilihan hotel juga menjadi faktor krusial. Hotel yang dekat dengan Masjidil Haram sangat disarankan untuk mengurangi kelelahan akibat bolak-balik perjalanan. Selain itu, pelaksanaan rangkaian umrah dianjurkan dilakukan pada malam hari karena suhu lebih sejuk dan risiko dehidrasi lebih rendah dibandingkan siang hari saat berpuasa.

Asupan gizi juga harus diperhatikan. Jemaah disarankan memperbanyak konsumsi buah, suplemen yang cocok dengan tubuh, serta minum air zam-zam sebanyak mungkin. Sebaliknya, konsumsi makanan tinggi garam sebaiknya dibatasi karena dapat memicu dehidrasi.

Baca Juga: Umrah di Bulan Ramadan Tanpa Desak-desakan, Ini Jam Paling Tepat Tawaf dan Sai di Masjidil Haram

Konsekuensi Berat Umrah di Bulan Ramadan

Di balik keutamaan besar, umrah di bulan Ramadan memiliki konsekuensi yang tidak ringan. Salah satu yang paling terasa adalah durasi aktivitas ibadah yang sangat panjang, bisa mencapai 14 hingga 15 jam dalam sehari. Hal ini menuntut vitalitas tubuh yang prima.

Tantangan lain datang dari pelaksanaan salat tarawih di Tanah Suci. Berbeda dengan di Indonesia, tarawih di Makkah dan Madinah memiliki bacaan yang panjang meski jumlah rakaat lebih sedikit. Banyak jemaah Indonesia mengaku kewalahan menahan kantuk karena perbedaan zona waktu dan kelelahan fisik.

“Rasa ngantuknya luar biasa, sampai ada yang hampir jatuh karena tidak biasa. Ini tantangan serius yang harus disiapkan mental dan fisiknya,” ujarnya.

Bagi jemaah lanjut usia, pendampingan keluarga sangat dianjurkan untuk meminimalkan risiko kelelahan atau gangguan kesehatan. Aktivitas non-ibadah seperti belanja berlebihan juga sebaiknya dihindari agar energi bisa difokuskan untuk ibadah utama.

Baca Juga: Umrah di Bulan Ramadan Penuh Keutamaan, Ini Tips Jitu Agar Ibadah Tetap Maksimal Meski Puasa

Fokus Ibadah, Minimalkan Aktivitas Tak Perlu

Pesan penting lainnya adalah soal manajemen energi. Umrah Ramadan bukan waktu yang ideal untuk aktivitas wisata atau belanja intens. Jemaah dianjurkan membatasi aktivitas hanya pada masjid dan hotel, serta memperbanyak i’tikaf di tempat yang bersih dan nyaman.

Dengan memahami keutamaan sekaligus konsekuensinya, jemaah diharapkan tidak “kaget” saat berada di Tanah Suci. Umrah di bulan Ramadan adalah ibadah agung yang menuntut kesiapan total, namun sebanding dengan pahala dan pengalaman spiritual yang dijanjikan.

Editor : Natasha Eka Safrina
#ibadah umrah #Tips umrah #Umrah di Bulan Ramadhan