Trenggaleknjenggelek - Buat yang pernah main Point Blank di warnet dulu, pasti hafal betul, di setiap beberapa match pasti ada cheater nongol.
Dari wallhack, aimbot, speed hack, sampai yang absurd kayak “one hit kill” atau tembus tembok. Rasanya main jujur jadi nggak ada artinya.
Fenomena ini bikin PB punya stigma buruk. Bahkan ada pepatah di komunitas: “Main PB tanpa ketemu cheater itu keberuntungan langka.”
Bisnis Ilegal yang Menguntungkan
Cheat bukan sekadar iseng. Ia berkembang jadi bisnis gelap. Banyak website atau forum menjual cheat premium berbayar dengan sistem langganan mingguan hingga bulanan.
Bahkan di era warnet dulu, ada “joki cheat” yang nyediain software untuk dipakai ramai-ramai.
Model ini menguntungkan karena:
- Permintaan selalu ada.
- Harga cheat lebih murah dibanding beli senjata premium (G-Cash).
- Update cheat bisa lebih cepat dari update anti-cheat resmi.
Publisher Berganti, Cheat Tetap Ada
- Era GameSchool (2009–2014): Ban massal sering dilakukan, tapi cheat terus muncul dengan versi baru.
- Era Garena (2015–2018): Anti-cheat Sign Code dirilis, tapi cheater justru makin masif. Banyak pemain bilang era ini jadi titik “tergelap” PB soal cheat.
- Era Zepeto (2018–sekarang): Ada cheat blocker dan tim anti-cheat khusus. Tapi ya… tetap saja, cheat ibarat jamur di musim hujan—dibersihkan, besok tumbuh lagi.
Komunitas Hancur
Cheat membuat:
- Pemain jujur frustasi dan cabut ke game lain.
- Turnamen online rawan skandal kecurangan.
- Ekosistem e-sport susah berkembang sehat.
- Nama game rusak—PB identik dengan cheater, bukan gameplay seru.
Inilah kenapa popularitas Point Blank sulit menyaingi FPS modern seperti Valorant atau CS2 yang punya sistem anti-cheat lebih ketat.
Kenapa Sulit Diberantas?
Ada beberapa faktor:
- Engine lawas: Mudah dieksploitasi oleh programmer cheat.
- Komunitas luas: Cheater selalu punya pasar, bahkan dianggap “bagian dari budaya warnet”.
- Kucing-kucingan abadi: Developer update anti-cheat → cheat maker update versi baru → loop tak berujung.
Di 2025, cheat masih jadi noda permanen dalam perjalanan Point Blank. Game ini mungkin tetap punya tempat di hati gamer Indonesia, tapi nama besar PB selalu ditemani embel-embel: “game penuh cheater.”
Sebuah penyakit kronis yang nggak pernah sembuh dan mungkin akan terus jadi cerita kelam dalam sejarah game FPS online di Indonesia. (sun)