Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Catat Nama-Nama Bulan dalam Penanggalan Jawa dan Maknanya

Dharaka R. Perdana • Rabu, 11 Juni 2025 | 05:08 WIB

Abdi dalem kanca kaji Kraton Surakarta Hadiningrat (Facebook GKR Wandansari)
Abdi dalem kanca kaji Kraton Surakarta Hadiningrat (Facebook GKR Wandansari)

TRENGGALEK NJENGGELEK - Penanggalan Jawa adalah sistem kalender tradisional yang masih digunakan masyarakat Jawa.

Penanggalan Jawa biasanya diperlukan dalam menentukan hari baik, pelaksanaan upacara adat, serta kegiatan spiritual dan budaya.

Baca Juga: Mau Menjamasi Pusaka pada Malam 1 Suro? Perlengkapan Berikut Pantang Dilewatkan

Penanggalan Jawa merupakan hasil akulturasi antara sistem kalender Saka (Hindu), Hijriyah (Islam), dan unsur budaya lokal, yang disusun ulang oleh Sultan Agung dari Mataram pada abad ke-17.

Salah satu aspek penting dari penanggalan Jawa adalah nama-nama bulannya yang unik dan sarat makna.

Baca Juga: Berikut Contoh Doa Malam 1 Suro dalam Kejawen, Menyatu dengan Gusti di Tengah Sunyi

Berikut ini adalah daftar lengkap nama-nama bulan Jawa beserta penjelasannya.

1. Sura

Sura (dibaca Suro) adalah bulan pertama dalam kalender Jawa, diadopsi dari bulan Muharram dalam kalender Hijriyah. Bulan ini dianggap sakral dan penuh larangan.

Masyarakat Jawa biasanya menghindari pesta atau hajatan pada bulan ini dan justru memperbanyak ritual spiritual seperti tapa brata dan tirakat.

 

Baca Juga: Berikut Ritual Masyarakat Jawa saat Malam 1 Suro, Nomor 3 Sering Dianggap Paling Berat

2. Sapar

Sapar berasal dari bulan Safar dalam kalender Islam. Di beberapa daerah, bulan ini masih dianggap kurang baik untuk acara besar, meskipun tidak setinggi pantangan di bulan Sura.

 

3. Mulud

Merujuk pada bulan Rabiul Awal, bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Di Jawa, bulan ini diisi dengan perayaan Maulid Nabi atau yang dikenal dengan Muludan, yang dilaksanakan dengan kirab, pengajian, dan sedekahan.

 

4. Bakda Mulud

Artinya “setelah Mulud”, bertepatan dengan bulan Rabiul Akhir. Meski tidak ada tradisi khusus, bulan ini dianggap sebagai masa yang masih membawa berkah dari bulan sebelumnya.

 

5. Jumadil Awal

Sama dengan bulan Jumadil Ula dalam kalender Hijriyah. Dalam tradisi Jawa, bulan ini merupakan waktu yang netral, cocok untuk kegiatan sehari-hari maupun acara keluarga.

 

6. Jumadil Akir

Merupakan lanjutan dari Jumadilawal, sesuai dengan bulan Jumadil Akhir. Tidak memiliki pantangan atau keistimewaan khusus, namun tetap dihormati dalam perhitungan weton.

 

7. Rejeb

Bulan Rejeb berasal dari bulan Rajab, yang dalam Islam dikenal sebagai salah satu bulan suci.

Masyarakat Jawa mengisi bulan ini dengan berbagai laku spiritual seperti puasa Rejeban, ziarah makam leluhur, dan doa bersama.

 

8. Ruwah

Ruwah adalah penamaan lokal dari bulan Sya’ban. Di bulan ini, masyarakat Jawa melakukan tradisi ruwahan atau nyadran, yaitu ziarah kubur dan sedekah untuk mendoakan arwah leluhur menjelang bulan Ramadan.

 

9. Pasa

Pasa merupakan bentuk Jawa dari bulan Ramadhan. Bulan ini adalah masa ibadah dan puasa penuh, dan dianggap sebagai bulan paling suci dalam kalender Jawa.

 

10. Sawal

Sawal adalah bulan setelah Pasa, berasal dari bulan Syawal. Di bulan ini, masyarakat merayakan Idul Fitri, melakukan halal bihalal, dan saling bersilaturahmi untuk mempererat hubungan.

 

11. Dulkaidah

Merupakan bentuk pelafalan lokal dari bulan Dzulkaidah. Termasuk salah satu dari empat bulan haram dalam Islam, sehingga dihormati dan dijadikan masa persiapan menuju ibadah haji.

 

12. Besar

Besar adalah penamaan untuk bulan Dzulhijjah. Disebut "besar" karena menjadi puncak ibadah haji dan perayaan Idul Adha. Bulan ini dianggap sebagai bulan yang sangat mulia dan penuh keberkahan.

 

KONDISI TERBARU: Evan Dimas tampak dalam video yang beredar di media sosial kondisinya tampak kurus dan tirus
KONDISI TERBARU: Evan Dimas tampak dalam video yang beredar di media sosial kondisinya tampak kurus dan tirus
Editor : Dharaka R. Perdana
#Penanggalan Jawa #masyarakat jawa #kalender tradisional #hari baik