Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kontroversi Maarten Paes di Ajax Amsterdam: Kritik Rekan Setim Usai Kalah dari FC Groningen, Legenda Belanda Rafael van der Vaart Balas Pedas

Adinda Putri Sefiana • Rabu, 11 Maret 2026 | 14:56 WIB

Kontroversi kiper Timnas Indonesia Maarten Paes di Ajax Amsterdam memanas setelah kritiknya kepada rekan setim dibalas tajam legenda Belanda Rafael van der Vaart.
Kontroversi kiper Timnas Indonesia Maarten Paes di Ajax Amsterdam memanas setelah kritiknya kepada rekan setim dibalas tajam legenda Belanda Rafael van der Vaart.

AMSTERDAM – Kontroversi Maarten Paes di Ajax Amsterdam langsung memanas setelah kekalahan mengecewakan dari FC Groningen dalam lanjutan kompetisi liga Belanda. Kiper Timnas Indonesia tersebut menjadi sorotan tajam setelah melontarkan kritik terbuka terhadap rekan-rekan setimnya usai pertandingan.

Dalam laga tersebut, Ajax Amsterdam harus mengakui keunggulan FC Groningen dengan skor 1-3. Gawang Ajax yang dijaga Maarten Paes kebobolan tiga gol, sementara tim berjuluk De Godenzonen hanya mampu membalas satu gol.

Namun bukan sekadar hasil pertandingan yang menjadi perhatian. Kontroversi Maarten Paes di Ajax Amsterdam justru muncul dari pernyataan blak-blakan sang kiper setelah laga berakhir.

Paes secara terbuka menyoroti mentalitas para pemain Ajax yang dinilai kurang menunjukkan semangat juang ketika tim tertinggal.

Komentar tersebut langsung memicu perdebatan di kalangan media dan pengamat sepak bola Belanda. Banyak pihak menilai pernyataan tersebut terlalu keras, apalagi datang dari pemain yang masih tergolong baru di skuad Ajax.

Kritik Terbuka Maarten Paes

Dalam wawancara usai pertandingan, Paes menyampaikan kekecewaannya terhadap respons tim saat tertinggal dalam pertandingan. Ia menilai Ajax tidak menunjukkan karakter sebagai tim besar ketika situasi menjadi sulit.

Menurut Paes, setelah Groningen berhasil unggul 2-1, respons para pemain di lapangan tidak menunjukkan tekad kuat untuk bangkit. Hal itulah yang membuatnya merasa frustrasi.

Baca Juga: Amber Glenn di Olimpiade Milan 2026: Sempat Tampil Memukau, Gagal di Lompatan Terakhir Bikin Melorot ke Posisi 13

“Kami harusnya menunjukkan karakter sebagai tim besar. Ketika tertinggal, seharusnya ada reaksi lebih kuat dari tim,” ungkap Paes dalam wawancara yang kemudian ramai diberitakan media Belanda.

Pernyataan tersebut langsung menjadi bahan diskusi panas. Sebagian pihak menilai Paes berani berbicara jujur tentang kondisi tim.

Namun tidak sedikit pula yang menganggap kritik tersebut seharusnya disampaikan secara internal di ruang ganti, bukan ke media.

Rafael van der Vaart Kritik Balik

Kontroversi semakin memanas setelah legenda sepak bola Belanda, Rafael van der Vaart, ikut memberikan komentar tajam. Mantan gelandang Real Madrid dan Tottenham Hotspur itu secara terbuka mengkritik sikap Paes.

Van der Vaart menilai kiper berusia 27 tahun tersebut seharusnya lebih fokus menunjukkan performa terbaiknya di lapangan daripada mengomentari rekan setim.

Menurutnya, seorang pemain baru di klub sebesar Ajax sebaiknya tidak terlalu cepat melontarkan kritik terbuka kepada tim.

“Dia baru datang dan langsung mengkritik tim? Buktikan dulu kualitasmu di lapangan,” kata Van der Vaart dalam sebuah program analisis sepak bola di Belanda.

Tak berhenti sampai di situ, Van der Vaart bahkan melontarkan sindiran yang cukup pedas. Ia menyebut Paes mungkin sebaiknya kembali saja ke Amerika Serikat jika belum mampu memberikan kontribusi besar bagi Ajax.

Sindiran tersebut merujuk pada klub lama Paes, FC Dallas, tempat ia bermain sebelum bergabung dengan Ajax pada bursa transfer musim dingin 2026.

Baca Juga: Gila! LAFC Bantai Real España 6-1 di Honduras, Deni Buanga Hattrick dan Sun Bersinar di Leg Pertama

Tekanan Mulai Meningkat

Sejak bergabung dengan Ajax Amsterdam, Paes memang belum menjalani banyak pertandingan. Hingga saat ini ia baru tampil dalam tiga laga bersama klub raksasa Belanda tersebut.

Dalam tiga pertandingan itu, Paes kebobolan empat gol dan berhasil mencatatkan satu clean sheet. Catatan tersebut sebenarnya tidak terlalu buruk untuk ukuran kiper yang baru bergabung di tengah musim.

Meski demikian, tekanan terhadapnya mulai meningkat seiring dengan kontroversi yang berkembang di media.

Sebagian pengamat menilai Paes berada dalam posisi yang sulit. Di satu sisi, ia berusaha menunjukkan kepemimpinan di lapangan. Namun di sisi lain, statusnya sebagai pemain baru membuat setiap pernyataannya lebih mudah memicu kritik.

Masa Depan di Ajax Jadi Sorotan

Situasi ini juga memunculkan spekulasi mengenai masa depan Paes di Ajax Amsterdam. Beberapa laporan media Belanda menyebutkan bahwa manajemen klub mulai mempertimbangkan opsi mencari kiper baru pada bursa transfer musim panas mendatang.

Jika hal itu benar terjadi, posisi Paes sebagai penjaga gawang utama musim depan bisa saja terancam.

Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak klub mengenai rumor tersebut. Ajax masih fokus memperbaiki performa tim setelah hasil kurang memuaskan dalam beberapa pertandingan terakhir.

Bagi Maarten Paes, kontroversi ini bisa menjadi ujian besar dalam kariernya di Eropa. Ia dituntut tidak hanya tampil solid di bawah mistar, tetapi juga mampu membuktikan bahwa dirinya pantas menjadi bagian dari klub sebesar Ajax Amsterdam.(*)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#rafael van der vaart #Timnas Indonesia #FC Groningen #ajax amsterdam #Maarten Paes