JAKARTA – Perjalanan menuju kawasan wisata Dieng tak hanya soal tujuan, tetapi juga pengalaman di sepanjang jalurnya. Rute Wonosobo–Kejajar menjadi salah satu akses utama menuju wisata Dieng dari arah selatan. Jalur ini menyuguhkan panorama pegunungan, perladangan terasering, hingga aktivitas warga lereng gunung yang masih sangat alami.
Kawasan wisata Dieng sendiri berada di dua wilayah administratif, yakni Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara, Jawa Tengah. Dataran tinggi ini dikenal sebagai salah satu destinasi favorit karena udara sejuk, lanskap dramatis, serta kekayaan wisata alam dan budaya yang lengkap dalam satu kawasan.
Melalui jalur Wonosobo–Kejajar, wisatawan akan disambut jalan provinsi yang relatif mulus, meski di beberapa titik cukup sempit. Di sisi kiri dan kanan jalan, pemandangan ladang kentang dan sayur mayur terasering menjadi ciri khas yang tak terpisahkan dari perjalanan menuju wisata Dieng.
Menyusuri Jalan Provinsi Menuju Dieng
Perjalanan dimulai dari Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Jalan yang dilalui merupakan jalur provinsi penghubung Wonosobo dengan kawasan Dieng hingga Banjarnegara dan Pekalongan. Meski kondisi aspal cukup baik, wisatawan perlu waspada karena jalur ini didominasi tanjakan, turunan, dan tikungan tajam.
Di kawasan pusat Kecamatan Kejajar, lalu lintas bisa menjadi padat, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. Pasar tradisional dan deretan pertokoan di kiri-kanan jalan kerap membuat kendaraan melambat akibat aktivitas warga dan parkir di badan jalan.
Panorama Alam dan Perladangan Terasering
Semakin ke atas, suasana berubah drastis. Pemandangan perkampungan di lereng bukit berpadu dengan ladang terasering yang rapi. Mayoritas warga setempat menggantungkan hidup dari sektor pertanian, terutama kentang, kol, seledri, daun bawang, hingga cabai.
Model perladangan terasering menjadi solusi alami menghadapi kontur wilayah Dieng yang berbukit dan curam. Lembah, jurang, serta tebing terjal menjadi pemandangan yang lumrah selama perjalanan, sekaligus menjadi daya tarik visual yang membuat perjalanan terasa istimewa.
Dieng Wetan dan Dieng Kulon, Dua Wilayah Satu Pesona
Secara administratif, kawasan wisata Dieng terbagi menjadi dua, yakni Dieng Wetan yang masuk wilayah Wonosobo dan Dieng Kulon yang berada di Banjarnegara. Keduanya sama-sama menyimpan objek wisata unggulan, mulai dari kawah aktif, telaga, hingga kompleks candi peninggalan Mataram Kuno.
Memasuki area dataran tinggi, jalan relatif lebih landai meski tetap berkelok mengikuti kontur alam. Dari beberapa titik gardu pandang, wisatawan dapat melihat hamparan rumah penduduk, ladang, serta ngarai yang membentang luas di bawahnya.
Lalu Lintas Padat Saat Liburan
Pada hari biasa, arus lalu lintas menuju Dieng cenderung lancar. Namun situasi akan sangat berbeda saat akhir pekan, libur sekolah, dan musim liburan panjang. Kendaraan roda empat kerap melambat saat menanjak, sementara jalur yang sempit membuat arus kendaraan harus bergantian.
Wisatawan diimbau ekstra hati-hati karena di beberapa titik, sisi jalan berbatasan langsung dengan jurang dalam atau tebing curam tanpa pembatas maksimal.
Fenomena Embun Upas di Wisata Dieng
Saat puncak musim kemarau, wisata Dieng kerap mengalami suhu ekstrem yang mendekati nol derajat Celsius. Fenomena embun upas atau embun es sering muncul di pagi hari dan menyebabkan tanaman kentang warga rusak akibat kristalisasi embun.
Meski berdampak bagi pertanian, fenomena ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin melihat lanskap Dieng diselimuti es tipis di pagi hari.
Surga Wisata Alam, Budaya, dan Kuliner
Di kawasan Dataran Tinggi Dieng, wisatawan bisa menemukan beragam objek wisata, seperti kawah aktif, telaga, candi Hindu, gua, taman, hingga deretan penginapan, kafe, dan restoran.
Sebagai penutup perjalanan, wisatawan juga disarankan membeli oleh-oleh khas Dieng, yakni manisan carica, buah khas dataran tinggi yang hanya tumbuh di kawasan ini.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh