Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Delapan Kepala OPD Berganti Posisi Bupati Evaluasi Kinerja Pejabat Pelayanan Bisa Lebih Progresif

Zaki Jazai • Kamis, 2 April 2026 | 11:27 WIB
CEPAT BERADAPTASI: Bupati Trenggalek ketika mengambil sumpah jabatan saat perombakan delapan kepala OPD yang baru. 
(ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)
CEPAT BERADAPTASI: Bupati Trenggalek ketika mengambil sumpah jabatan saat perombakan delapan kepala OPD yang baru. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek – Pascalibur Lebaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek melakukan perombakan jajaran pejabat tinggi pratama (JPTP) dengan mengutak-atik delapan kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Rabu (1/4). Rotasi tersebut dilakukan bersamaan dengan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di Gedung Bawarasa.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, pergeseran jabatan ini merupakan bagian dari penyesuaian struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) yang baru sekaligus evaluasi kinerja pejabat.

“Pelantikan ini karena kita sama-sama tahu, banyak OPD dengan nomenklatur baru, jadi harus dilakukan penyesuaian. Sebelum membuka lelang jabatan, kita evaluasi yang sudah duduk. Apakah masih optimal atau lebih optimal di tempat lain,” ujarnya.

Dalam rotasi tersebut, sejumlah posisi strategis mengalami pergeseran. Saeroni yang sebelumnya menjabat asisten pemerintahan dan kesra sekretaris daerah (setda) kini dipercaya kembali sebagai Direktur RSUD dr Soedomo.

Posisi yang ditinggalkan diisi oleh Sunarto yang sebelum menjabat sebagai kepala dinas kesehatan pengendalian penduduk dan keluarga berencana (dinkesdalduk KB). 

Baca Juga: BKPSDM Pantau Disiplin ASN WFO Mendominasi 9 ASN Masih Cuti

Perubahan juga terjadi pada sektor pelayanan perizinan dan ekonomi. Joko Susanto yang sebelumnya menjabat kepala dinas peternakan dan perikanan (disnakkan), kini menduduki jabatan kepala dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP).

Sementara posisi lamanya sebagai kepala disnakkan diisi Muyono Piranata yang sebelumnya menjabat kepala dinas lingkungan hidup (DLH).

Sementara itu, Edi Santoso yang sebelumnya kepala DPMPTSP bergeser menjadi kepala badan pengelolaan keuangan dan pendapatan daerah (BPKPD).

Jabatan ini sebelumnya dipegang Suhartoko yang kini dipercaya sebagai kepala dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD).

Sementara itu, kepala DPMD yang lama, Agus Dwi Karyanto, kini menempati posisi baru sebagai kepala dinas pendidikan (disdik).

Kemudian, Habib Solehudin yang sebelumnya menjabat kepala satuan polisi pamong praja dan kebakaran (satpol PPK) dilantik menjadi kepala dinas sosial, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak (dinsos PPPA).

Selain merombak delapan kepala OPD, bupati juga melantik Direktur Perumda Tirta Wening yang baru yakni Khoirul Ansori. Penunjukan ini merupakan hasil seleksi terbuka yang dilakukan pemerintah daerah.

“Untuk Direktur PDAM, saya ingin pelayanan bisa lebih progresif. Kita buka seleksi, dan saya tidak kenal orangnya. Saya hanya melihat kualitas dan track record,” tegas Ipin.

Bupati Ipin menambahkan, ke depan direktur baru diharapkan mampu melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari evaluasi kebocoran layanan hingga pengembangan unit usaha air minum dalam kemasan (AMDK).

Baca Juga: DTSEN Butuh Data Valid Pemkab Wajib Maksimalkan Peran Operator Desa

Di sisi lain, rotasi juga diarahkan untuk memperkuat kinerja sektor keuangan daerah. Bupati menyinggung pentingnya menjaga proporsi belanja pegawai agar tidak melebihi 30 persen, sesuai amanat Undang-Undang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD).

“Kalau proporsinya mau turun, pilihannya dua: belanja ditekan atau pendapatan dinaikkan. Maka, strategi peningkatan PAD juga harus berjalan,” jelasnya.

Pada sektor pendidikan, bupati berharap kepemimpinan baru mampu mendorong peningkatan kualitas layanan, termasuk perbaikan fasilitas pendidikan hingga ke tingkat desa.

Dengan perombakan ini, Pemkab Trenggalek menargetkan kinerja perangkat daerah semakin optimal dan mampu menjawab tantangan pelayanan publik ke depan.

“Semoga saja dengan posisi yang baru, para pejabat bisa segera beradaptasi, karena saya menempatkan mereka di posisinya saat ini karena benar-benar memiliki potensi,“ pungkasnya. (jaz/c1/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#JPTP #Mochamad Nur Arifin #bupati trenggalek #opd #SOTK