GANDUSARI, Radar Trenggalek – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek terus berupaya mempercepat pembangunan daerah dengan berbagai strategi.
Salah satunya melalui kolaborasi dengan TNI dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), seperti yang dimulai di Desa Sukorejo,Kecamatan Gandusari, Rabu (22/4).
Sinergi ini dinilai mampu menekan biaya pembangunan sekaligus memperluas jangkauan infrastruktur di wilayah terpencil.
Wakil Bupati Trenggalek Syah M. Natanegara menyampaikan, pelaksanaan TMMD tahun 2026 dipusatkan di Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari.
Program ini melanjutkan kegiatan serupa yang tahun sebelumnya (2024, Red) juga digelar di wilayah lain seperti Kecamatan Pule.
Baca Juga: Pembangunan KDMP Belum Merata , Baru 14 Titik Terima Bantuan Sarpras
“Dengan dibantu TNI, kegiatan pembangunan, khususnya pembukaan infrastruktur baru, menjadi lebih ringan. Biaya bisa ditekan sehingga hasilnya bisa lebih maksimal dan berdampak lebih luas,” ujarnya.
Menurut dia, efisiensi anggaran melalui kolaborasi ini menjadi kunci agar pembangunan dapat menjangkau lebih banyak wilayah, terutama daerah yang masih tertinggal dan terisolasi.
berharap, pembangunan infrastruktur tersebut mampu membuka konektivitas baru yang berdampak langsung pada peningkatan perekonomian masyarakat.
Program TMMD ke-128 yang saat ini berjalan mencakup berbagai kegiatan fisik, mulai dari pembangunan jalan, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), jambanisasi, hingga penyediaan sarana air bersih.
“Harapan kami, kegiatan ini bisa membuka akses baru dan mengungkit perekonomian masyarakat, sekaligus menjadi langkah pemerataan pembangunan di Trenggalek,” imbuhnya.
Baca Juga: Desa Gador Kesulitan Lahan KDPM
Sementara itu, Kasrem 081/Dsj Madiun Letkol Inf Meina Helmi menjelaskan, TMMD merupakan bentuk kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa.
“Kegiatan ini bertujuan mempercepat akselerasi pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan akses dan fasilitas dasar,” jelasnya.
Dia menambahkan, keterlibatan TNI tidak hanya dari satu matra, tetapi melibatkan unsur darat, laut, dan udara. Secara keseluruhan, personel yang diterjunkan mencapai lebih dari satu satuan setingkat kompi (SSK).
“Kami melibatkan seluruh unsur TNI karena ini adalah program bersama. Tujuannya juga untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya.
Menurut Letkol Helmi, efisiensi biaya menjadi salah satu keunggulan dalam pelaksanaan TMMD. Dengan dukungan personel TNI, biaya operasional pembangunan dapat ditekan sehingga penggunaan anggaran menjadi lebih efektif dan optimal.
Baca Juga: DTSEN Butuh Data Valid Pemkab Wajib Maksimalkan Peran Operator Desa
“Karena ini dilaksanakan bersama TNI, biaya operasional bisa ditekan. Sehingga kegiatan bisa lebih efektif, efisien, dan hasilnya bisa dimaksimalkan untuk masyarakat,” tegasnya.
Pelaksanaan TMMD telah diawali dengan kegiatan pra-TMMD guna mengantisipasi kendala cuaca, mengingat pelaksanaan program dibatasi waktu. Rencananya, kegiatan TMMD ke-128 akan ditutup pada 22 Mei mendatang.
Dengan terlaksana kegiatan ini, diharapkan hasil pembangunan dapat dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
“Yang sudah dibangun ini harus dijaga bersama. Kalau dirawat, manfaatnya akan lebih lama dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (jaz/c1/din)
Editor : Isna Dzikirianti