Jamin Penjaringan Perangkat Desa Transparan

Gunawan Awan • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 11:28 WIB
Pemdes Sukorame jamin penjaringan Kepala Dusun Ngelo berjalan transparan, jujur, dan bebas dari praktik calo.(AI)
Pemdes Sukorame jamin penjaringan Kepala Dusun Ngelo berjalan transparan, jujur, dan bebas dari praktik calo.(AI)

GANDUSARI, Radar Trenggalek – Pemerintah Desa (Pemdes) Sukorame, Kecamatan Gandusari, bergerak cepat melakukan pengisian kekosongan jabatan perangkat desa, khususnya untuk posisi Kepala Dusun (Kasun) Ngelo.

Langkah taktis ini diambil guna memastikan roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat di tingkat dusun tetap berjalan prima tanpa hambatan.

​Kepala Desa Sukorame, Mohamad Syamsu menegaskan, seluruh tahapan penjaringan ini berjalan sangat terbuka, transparan, dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

Pihaknya menjamin tidak ada praktik "main belakang" atau keterlibatan calo dalam proses seleksi ini.

"Kami mengumumkan proses penjaringan ini secara terbuka di setiap dusun. Banner-banner informasi kami pasang di enam dusun yang ada di Desa Sukorame agar seluruh masyarakat mengetahuinya. Ini murni transparan, tanpa ada yang ditutup-tutupi," ujar Mohamad Syamsu.

Baca Juga: Pembinaan Sempat Mati Liga Pelajar Kembali Digelar

Berdasarkan hasil penjaringan, terdapat dua kandidat yang resmi mendaftarkan diri. Menariknya, seluruh pendaftar merupakan warga asli dari Dusun Ngelo sendiri.

Menurut Syamsu, hal ini sejalan dengan aspirasi dan pengalaman masyarakat setempat.

Warga Sukorame cenderung lebih sreg dipimpin oleh kasun yang berdomisili di wilayah mereka sendiri demi memudahkan koordinasi dan musyawarah.

​Adapun persyaratan administrasi yang wajib dipenuhi oleh para calon antara lain, pendidikan minimal SLTA atau sederajat, berusia minimal 20 tahun dan maksimal 42 tahun, memiliki rekam jejak dan integritas yang baik di masyarakat.

Proses penjaringan kini telah memasuki babak akhir. Kedua kandidat dijadwalkan akan mengikuti ujian seleksi pada hari Minggu (19 Juli 2026) bertempat di SDN 3 Sukorame.

​Ujian tersebut akan dibagi menjadi beberapa tahapan komprehensif, meliputi ujian tulis berupa pilihan ganda sebanyak 100 soal, ​ujian praktik tes teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menguji kecakapan digital calon perangkat, serta ujian wawancara untuk mendalami visi, misi, dan kesiapan mental para calon.

“Guna menjaga objektivitas dan kerahasiaan, pembuatan soal ujian sepenuhnya diserahkan kepada pihak ketiga yang kompeten dan baru akan didatangkan pada H-1 sebelum ujian berlangsung,” katanya.

Baca Juga: Gilang Sakti Wiyono Putro, Dari Kedokteran ke Filsafat, Buktikan Pilihan Hati Berbuah Prestasi

Dia berharap siapa pun yang terpilih nanti bisa langsung bekerja optimal, terutama dalam mengawal penarikan pajak bumi dan bangunan (PBB).

Mengingat SPPT PBB telah didistribusikan sejak April dan ditargetkan harus lunas pada September mendatang, kehadiran kasun baru sangat krusial.

"Tugas berat menanti, salah satunya penarikan pajak di dusun yang nilainya mencapai Rp 35 juta lebih. Jika pengisian ini ditunda-tunda, kami khawatir target pelunasan PBB akan terganggu. Semoga kasun baru nanti bisa langsung tancap gas," pungkasnya.(gun/c1/din)

Editor : Adinda Okta Fitriana
Sumber : RADAR TRENGGALEK
Kasun Mohamad Syamsu SPPT PBB Pemdes pbb