Lalai Awasi Sampah, Ruang Kelas Terbakar

Zaki Jazai • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 11:36 WIB
WASPADA: Petugas damkar memadamkan api di ruang kelas SDN 1 Jatiprahu, Kecamatan Karangan.(SATPOL PPK UNTUK RADAR TRENGGALEK)
WASPADA: Petugas damkar memadamkan api di ruang kelas SDN 1 Jatiprahu, Kecamatan Karangan.(SATPOL PPK UNTUK RADAR TRENGGALEK)

KARANGAN, Radar Trenggalek – Kelalaian membakar sampah kembali berujung petaka. Pasalnya, api dari pembakaran sampah di belakang SDN 1 Jatiprahu, Kecamatan Karangan, merambat ke bangunan sekolah hingga menghanguskan satu ruang kelas, Sabtu (5/9) sore. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran (Satpol PPK) Trenggalek, kebakaran diduga bermula saat seorang pesuruh atau tukang kebun sekolah, Febri, membakar sampah di belakang sekolah sekitar pukul 16.00 . Namun, aktivitas tersebut tidak dipantau hingga api benar-benar padam.

"Diduga api kemudian merambat melalui pelepah pisang yang kering dan tertiup angin hingga mengenai bangunan sekolah," kata Kasi Penyelamatan Kebakaran dan Non Kebakaran Satpol PPK Trenggalek Burhanuddin.

Kobaran api kemudian diketahui warga sekitar. Mairan, 58, warga RT 13/RW 05 Desa Jatiprahu, melihat asap dan api dari

area sekolah sekitar pukul 17.30 setelah pulang dari sawah. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung bergotong royong melakukan pemadaman menggunakan selang air yang tersedia sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Baca Juga: JLS Dikebut, Kucuri Rp 19 M Untuk Dongkrak Ekonomi Buka Konektivitas Selatan

Laporan kebakaran diterima piket siaga Mako Damkar Trenggalek pukul 17.54. Lima menit kemudian, petugas berangkat menuju lokasi dan tiba pukul 18.05. Sebanyak tujuh personel dikerahkan dengan satu unit mobil pompa pemadam kebakaran AG 8249 YP.

"Petugas langsung menggelar selang dan melakukan pemadaman. Proses pembasahan selesai sekitar pukul 18.50 WIB," jelasnya.

Kebakaran menghanguskan ruang kelas berukuran sekitar 5x3 meter. Petugas menggunakan sekitar 4.000 liter air untuk menjinakkan api. Setelah pemadaman, petugas melakukan pengecekan guna memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Akibat kejadian tersebut, kerugian material ditaksir sekitar Rp 10 juta. Sementara itu, aset berupa gedung sekolah senilai lebih dari Rp 120 juta berhasil diselamatkan. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Burhanuddin mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan pembakaran sampah tanpa pengawasan. Terlebih, kondisi lingkungan yang terdapat material kering dan embusan angin dapat membuat api dengan cepat merambat ke objek di sekitarnya.

“Kebakaran ini menjadi pengingat kita semua bahwa aktivitas membakar sampah yang dianggap sepele tetap memiliki risiko besar apabila tidak diawasi hingga api benar-benar padam. Karena itu, kami selalu tekankan kepada masyarakat, jangan meninggal api jika belum memastikannya benar-benar padam,“ jelas Burhan. (jaz/c1/din)

Editor : Adinda Okta Fitriana
Sumber : RADAR TRENGGALEK
Burhanuddin Satpol PPK Mako Damkar Trenggalek kebakaran