5 Kuliner Khas Trenggalek yang Wajib Dicoba, dari Ayam Lodho hingga Sale Pisang

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 17:00 WIB
5 kuliner khas Trenggalek wajib dicoba saat berkunjung, mulai dari ayam lodho, nasi goreng Anglo, nasi geghog, nasi tiwul, hingga sale pisang (Pinterest).
5 kuliner khas Trenggalek wajib dicoba saat berkunjung, mulai dari ayam lodho, nasi goreng Anglo, nasi geghog, nasi tiwul, hingga sale pisang (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - 5 kuliner khas Trenggalek menjadi rekomendasi makanan yang wajib dicicipi saat berkunjung ke Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Mulai dari ayam lodho, nasi goreng Anglo, nasi geghog Bendungan, nasi tiwul, hingga sale pisang, masing-masing menawarkan cita rasa khas yang membedakannya dari kuliner daerah lain.

Rekomendasi 5 kuliner khas Trenggalek tersebut dibagikan melalui kanal YouTube Indoku Officials. Dalam tayangan itu dijelaskan bahwa setiap makanan memiliki ciri khas, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, hingga sejarah yang melekat di balik penyajiannya.

Bagi wisatawan yang ingin mengenal kekayaan kuliner daerah, lima makanan ini disebut sebagai pilihan yang tidak boleh dilewatkan. Selain memiliki rasa yang khas, beberapa di antaranya juga telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Trenggalek sejak lama.

Baca Juga: Cegah Mafia Tanah, Genjot Digitalisasi Sertifikat

Ayam Lodho, Kuliner Khas dengan Proses Memasak yang Berbeda

Kuliner pertama yang diperkenalkan adalah ayam lodho. Hidangan ini disebut memiliki cita rasa yang berbeda dibandingkan olahan ayam pada umumnya.

Keistimewaan ayam lodho terletak pada proses memasaknya yang tidak sederhana. Ayam yang telah diberi bumbu terlebih dahulu direbus, kemudian dibakar menggunakan bara api.

Proses tersebut tidak berhenti sampai di situ. Setelah dibakar, ayam kembali diberi santan dan aneka rempah sehingga menghasilkan rasa yang semakin kaya.

Dalam video dijelaskan bahwa proses memasak tersebut menjadi salah satu alasan mengapa ayam lodho memiliki cita rasa yang sulit ditemukan pada olahan ayam lainnya.

Dahulu ayam lodho hanya disajikan ketika hari raya besar. Namun, seiring meningkatnya minat masyarakat, hidangan ini kini dapat dinikmati kapan saja.

Perubahan tersebut membuat ayam lodho semakin mudah ditemukan oleh wisatawan maupun masyarakat yang ingin mencicipinya tanpa harus menunggu momen tertentu.

Nasi Goreng Anglo Mengandalkan Aroma Tungku Arang

Kuliner berikutnya adalah nasi goreng Anglo.

Sekilas hidangan ini tampak seperti nasi goreng biasa. Namun, terdapat beberapa perbedaan yang membuatnya memiliki karakter tersendiri.

Pada nasi goreng Anglo ditambahkan mi dan sayuran. Di sejumlah daerah lain, perpaduan tersebut lebih dikenal sebagai nasi goreng mawut atau nasi goreng ruwet.

Meski bahan yang digunakan relatif sederhana, keistimewaan nasi goreng Anglo disebut terletak pada teknik memasaknya.

Hidangan ini dimasak menggunakan tungku arang atau anglo, bukan kompor seperti kebanyakan nasi goreng modern.

Penggunaan tungku arang menghasilkan aroma asap yang khas sekaligus memberikan cita rasa berbeda pada nasi goreng tersebut.

Selain mi dan sayuran, pembeli juga dapat menambahkan berbagai pelengkap sesuai selera, seperti sosis maupun bakso.

Dalam tayangan disebutkan bahwa salah satu lokasi yang direkomendasikan untuk menikmati nasi goreng Anglo berada di sekitar Stadion Kota Trenggalek.

Menurut informasi yang disampaikan, nasi goreng Anglo di lokasi tersebut dikenal memiliki rasa yang lezat dan cukup populer di kalangan masyarakat.

Nasi Geghog Bendungan, Sajian Pedas Berbungkus Daun Pisang

Kuliner ketiga adalah nasi geghog Bendungan.

Masyarakat Trenggalek juga mengenalnya dengan sebutan segog.

Ciri utama makanan ini terletak pada rasa pedas yang berasal dari sambal teri.

Proses pembuatannya tergolong sederhana.

Nasi yang masih setengah matang dipadukan dengan sambal teri yang telah dicampur parutan kelapa.

Setelah itu, seluruh bahan dibungkus menggunakan daun pisang sebelum dikukus hingga matang.

Proses pengukusan menghasilkan aroma harum dari daun pisang yang menjadi salah satu daya tarik hidangan tersebut.

Nasi geghog disebut paling nikmat ketika disajikan dalam keadaan hangat.

Dalam video juga dijelaskan bahwa makanan ini memiliki sejarah sebagai bekal para petani.

Konon, para petani memilih nasi geghog karena proses memasaknya cepat dan sederhana sehingga cocok disiapkan pada pagi hari sebelum berangkat ke ladang.

Meski dibuat dengan cara yang praktis, hidangan tersebut tetap menawarkan rasa yang lezat.

Baca Juga: Backlog Perumahan Capai 118 Ribu

Nasi Tiwul Tetap Menjadi Makanan Favorit

Kuliner khas berikutnya adalah nasi tiwul.

Makanan ini dibuat dari bahan dasar singkong yang telah dikeringkan.

Bahan tersebut kemudian diolah hingga menghasilkan nasi tiwul dengan warna kecokelatan.

Dalam tayangan dijelaskan bahwa bagi orang yang belum terbiasa mengonsumsinya, nasi tiwul terkadang dapat menimbulkan rasa panas di perut.

Karena itu, nasi tiwul dapat dipadukan dengan nasi putih agar lebih nyaman dikonsumsi.

Nasi tiwul memiliki dua pilihan penyajian.

Untuk rasa manis, makanan ini biasanya disajikan bersama parutan kelapa.

Sementara untuk cita rasa gurih, nasi tiwul dapat dipadukan dengan sambal teri, urap, maupun lauk lainnya.

Fleksibilitas dalam penyajian tersebut membuat nasi tiwul dapat disesuaikan dengan selera masing-masing penikmatnya.

Sale Pisang Menjadi Camilan Penutup

Kuliner terakhir yang diperkenalkan adalah sale pisang.

Camilan ini dibuat menggunakan bahan utama pisang.

Proses pembuatannya diawali dengan mengiris pisang menjadi potongan tipis.

Selanjutnya irisan tersebut dikeringkan sebelum diolah menjadi camilan siap santap.

Sale pisang memiliki warna kecokelatan dengan rasa manis alami yang berasal dari buah pisang itu sendiri.

Menurut penjelasan dalam video, rasa manis alami tersebut menjadi salah satu alasan mengapa sale pisang digemari banyak orang.

Selain rasanya, tekstur sale pisang juga menjadi daya tarik tersendiri.

Saat disantap, camilan ini memiliki tekstur kenyal yang memberikan sensasi berbeda dibandingkan olahan pisang lainnya.

Dalam tayangan bahkan disebutkan bahwa orang yang telah mencicipinya berpotensi ingin kembali menikmati camilan tersebut.

Menawarkan Ragam Cita Rasa Khas Trenggalek

Lima kuliner yang diperkenalkan memperlihatkan keberagaman cita rasa khas Trenggalek.

Ada makanan berbahan dasar ayam dengan proses memasak yang panjang, nasi goreng yang mengandalkan tungku arang, hingga makanan tradisional berbahan singkong dan pisang.

Selain menghadirkan rasa yang berbeda, beberapa makanan juga memiliki latar belakang sejarah serta kebiasaan masyarakat setempat.

Misalnya nasi geghog yang disebut pernah menjadi bekal para petani karena proses pembuatannya praktis.

Sementara ayam lodho yang dahulu hanya hadir pada momen hari raya kini dapat dinikmati setiap saat berkat tingginya minat masyarakat.

Keberagaman tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengenal kekayaan kuliner Trenggalek.

Melalui rekomendasi yang disampaikan kanal YouTube Indoku Officials, kelima makanan tersebut menjadi pilihan utama yang layak dicicipi ketika berkunjung ke daerah tersebut.

Baca Juga: Durenan Masuk Prioritas Penangan Kawasan Kumuh

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
5 kuliner khas Trenggalek nasi goreng Anglo sale pisang Ayam lodho Kuliner Khas Trenggalek