Ayam Lodho Pak Yusuf Jadi Hantaran Lebaran Favorit di Trenggalek, Penjualan Tembus 150 Ekor per Hari

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 17:10 WIB
Ayam Lodho Pak Yusuf menjadi hantaran Lebaran favorit di Trenggalek. Berdiri sejak 1987, penjualannya mencapai sedikitnya 150 ekor ayam kampung per hari (Pinterest).
Ayam Lodho Pak Yusuf menjadi hantaran Lebaran favorit di Trenggalek. Berdiri sejak 1987, penjualannya mencapai sedikitnya 150 ekor ayam kampung per hari (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM- Ayam Lodho Pak Yusuf menjadi salah satu kuliner khas Trenggalek, Jawa Timur, yang banyak diburu masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri. Berdiri sejak 1987, rumah makan ini dikenal dengan cita rasa gurih dan pedas yang khas, sehingga tidak hanya dinikmati sebagai menu berbuka puasa, tetapi juga dijadikan hantaran Lebaran untuk keluarga dan kerabat.

Memasuki bulan Ramadan, permintaan ayam lodho meningkat. Selain pelanggan yang makan di tempat, banyak pembeli memilih membawa pulang hidangan tersebut untuk disajikan bersama keluarga maupun dijadikan buah tangan saat bersilaturahmi.

Keistimewaan Ayam Lodho Pak Yusuf terletak pada penggunaan ayam kampung sebagai bahan utama serta racikan bumbu tradisional yang dipertahankan sejak usaha ini dirintis puluhan tahun lalu.

Baca Juga: Cegah Mafia Tanah, Genjot Digitalisasi Sertifikat

Berdiri Sejak 1987 dengan Resep Turun-Temurun

Ayam Lodho Pak Yusuf telah berdiri sejak tahun 1987.

Selama hampir empat dekade, usaha kuliner ini mempertahankan resep keluarga yang diwariskan dari generasi sebelumnya.

Racikan bumbu dibuat langsung menggunakan formula yang diterima Ayub dari orang tuanya. Resep tersebut menjadi identitas utama yang membedakan ayam lodho ini dengan kuliner serupa.

Dalam proses produksi, seluruh bumbu diracik menggunakan bahan-bahan tradisional untuk menghasilkan cita rasa gurih dan pedas yang menjadi ciri khasnya.

Sekali Memasak Menghabiskan Ratusan Kilogram Bumbu

Produksi ayam lodho dalam jumlah besar membutuhkan bahan baku yang tidak sedikit.

Dalam satu kali proses memasak, kebutuhan bawang merah mencapai sekitar satu kuintal.

Selain itu digunakan sekitar 25 kilogram bawang putih.

Cabai rawit yang dipakai mencapai sekitar 80 kilogram, sedangkan cabai besar sekitar 25 kilogram.

Seluruh bahan tersebut diolah menjadi bumbu utama yang kemudian digunakan untuk memasak ayam kampung.

Besarnya kebutuhan bumbu mencerminkan tingginya kapasitas produksi rumah makan tersebut, terutama saat permintaan meningkat selama Ramadan.

Mengandalkan Ayam Kampung sebagai Ciri Khas

Salah satu keunggulan yang ditekankan pengelola adalah penggunaan ayam kampung.

Menurut pengelola, pemilihan ayam kampung menjadi faktor utama yang membuat rasa ayam lodho berbeda dibandingkan tempat lain.

Selain bahan baku yang dipilih secara khusus, rumah makan ini juga memiliki standar tersendiri dalam proses penyediaan ayam.

Pengelola menyebut pihaknya memiliki tempat pemotongan sendiri sehingga kualitas ayam dapat dijaga sebelum diolah menjadi hidangan.

Baca Juga: Backlog Perumahan Capai 118 Ribu

Permintaan Meningkat Selama Ramadan

Bulan Ramadan menjadi salah satu periode dengan tingkat penjualan tertinggi.

Setiap hari, rumah makan ini mampu menjual sedikitnya 150 ekor ayam kampung.

Jumlah tersebut berasal dari pelanggan yang menikmati hidangan di lokasi maupun yang membeli untuk dibawa pulang.

Tidak sedikit pula masyarakat yang memesan ayam lodho sebagai hantaran Lebaran kepada keluarga dan kerabat.

Tradisi tersebut membuat permintaan terus meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Pengelola Sebut Rasa Menjadi Pembeda

Dalam wawancara yang ditayangkan, pengelola menjelaskan bahwa cita rasa menjadi keunggulan utama ayam lodho buatannya.

Menurutnya, perbedaan rasa dipengaruhi oleh penggunaan ayam kampung serta pemilihan bahan baku yang memiliki standar khusus.

Selain itu, seluruh ayam yang digunakan berasal dari proses penyembelihan yang dikelola sendiri sehingga kualitas bahan tetap terjaga.

Kombinasi tersebut membuat cita rasa ayam lodho dinilai berbeda dibandingkan hidangan serupa.

Pelanggan Menikmati Ayam Lodho Bersama Keluarga

Selain menampilkan proses produksi, tayangan juga memperlihatkan suasana pelanggan yang menikmati ayam lodho saat berbuka puasa bersama keluarga.

Salah seorang pelanggan mengaku puas dengan cita rasa hidangan tersebut.

Momen berbuka puasa bersama keluarga menjadi salah satu alasan masyarakat memilih menikmati ayam lodho di rumah makan tersebut.

Sebagian pelanggan juga membawa pulang menu tersebut untuk disantap bersama anggota keluarga di rumah.

Baca Juga: Durenan Masuk Prioritas Penangan Kawasan Kumuh

Menjadi Pilihan Hantaran Lebaran

Selain dikenal sebagai kuliner khas Trenggalek, ayam lodho kini juga menjadi pilihan masyarakat sebagai hantaran Hari Raya Idulfitri.

Permintaan yang meningkat selama Ramadan menunjukkan hidangan tradisional ini memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat.

Cita rasa gurih dan pedas yang dipadukan dengan penggunaan ayam kampung menjadi daya tarik utama bagi pelanggan.

Keberadaan resep turun-temurun yang tetap dipertahankan sejak 1987 turut memperkuat identitas Ayam Lodho Pak Yusuf sebagai salah satu kuliner khas Trenggalek.

Dengan penjualan yang mencapai sedikitnya 150 ekor ayam kampung setiap hari selama bulan puasa, rumah makan ini terus menjadi tujuan masyarakat yang ingin menikmati sekaligus membawa pulang salah satu ikon kuliner dari Trenggalek untuk meramaikan suasana Lebaran.

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Ayam Lodho Pak Yusuf ayam kampung Kuliner Khas Trenggalek hantaran lebaran Ayam lodho Trenggalek