TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Makanan khas Jawa Timur menjadi salah satu daya tarik wisata yang selalu diburu pelancong lokal maupun mancanegara. Beragam kuliner tradisional dengan cita rasa pedas, gurih, asin, dan kaya rempah membuat provinsi ini dikenal sebagai surga kuliner yang menawarkan banyak pilihan makanan legendaris. Bahkan, sejumlah hidangan khas Jawa Timur kini mudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.
Keberagaman kuliner tersebut berasal dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur. Mulai dari Malang, Lamongan, Surabaya, Gresik, Kediri, Banyuwangi, hingga Madura memiliki makanan khas dengan karakter rasa dan cara penyajian yang berbeda.
Beberapa di antaranya bahkan telah menjadi ikon kuliner nasional karena popularitasnya yang terus bertahan hingga sekarang.
Baca Juga: 20 Makanan Khas Jawa Timur yang Wajib Dicoba, dari Rawon hingga Rujak Soto Banyuwangi
Deretan Makanan Khas Jawa Timur yang Populer
Salah satu kuliner yang paling dikenal adalah Bakso Malang. Hidangan ini memiliki ciri khas pada kelengkapan isiannya yang lebih beragam dibanding bakso pada umumnya.
Bakso Malang biasanya disajikan dengan kuah hangat yang gurih. Isinya terdiri atas bakso, tahu putih atau tahu cokelat, bakso aci, mi, bihun, sayuran, serta pangsit yang menghadirkan tekstur berbeda dalam setiap suapan.
Nama Malang melekat pada hidangan ini karena berasal dari Kota Malang, Jawa Timur. Kepopulerannya membuat Bakso Malang kini mudah ditemukan di berbagai wilayah Indonesia.
Selain itu terdapat bebek goreng Madura atau bebek Madura. Kuliner ini dikenal memiliki bumbu hitam khas yang membedakannya dengan bebek goreng Surabaya.
Meski sama-sama berasal dari wilayah Jawa Timur, bebek goreng Surabaya umumnya disajikan dengan sambal penyet. Sementara bebek Madura mempertahankan bumbu hitam yang memerlukan proses memasak khusus agar tidak gosong.
Tingkat kepedasan hidangan tersebut juga dapat disesuaikan dengan selera sehingga memberikan variasi rasa bagi penikmatnya.
Kuliner Tradisional dari Kediri hingga Banyuwangi
Jawa Timur juga memiliki makanan tradisional berupa getuk pisang yang berasal dari Kediri. Berbeda dengan getuk pada umumnya, makanan ini dibuat menggunakan pisang raja nangka.
Pisang tersebut memiliki rasa manis dan sedikit asam dengan tekstur yang lebih padat. Setelah diolah, getuk pisang dibungkus daun pisang, kemudian dikukus sekitar 30 menit hingga mengeras.
Sebagian penyajian dilengkapi parutan kelapa untuk menambah cita rasa sekaligus mempercantik tampilan makanan.
Dari Banyuwangi terdapat nasi tempong atau sego tempong. Hidangan ini berisi aneka sayuran rebus seperti bayam, kenikir, dan daun kemangi yang dipadukan dengan tahu, tempe, bakwan jagung, serta ikan jambal.
Keistimewaannya terletak pada sambal kacang yang dicampur kencur atau sambal terasi sehingga menghasilkan cita rasa pedas dan gurih yang khas.
Nasi Krawu, Tahu Campur, dan Soto Lamongan
Kuliner lain yang cukup populer adalah nasi krawu. Makanan khas Gresik ini terdiri atas nasi pulen yang disajikan bersama daging sapi, jeroan, semur daging, serundeng, sambal terasi, dan sambal petis.
Meski banyak dikaitkan dengan Gresik, dalam penjelasan video disebutkan bahwa kuliner ini juga memiliki hubungan dengan pedagang asal Madura yang membawanya ke wilayah tersebut.
Selanjutnya ada tahu campur yang berasal dari Lamongan dan Surabaya. Hidangan ini memadukan kentang rebus, mi kuning, lontong, kecambah, kikil, tahu goreng setengah matang, dan daun selada.
Semua bahan kemudian disiram kuah khas yang dipadukan dengan petis sehingga menghasilkan perpaduan rasa manis dan pedas.
Tak kalah populer adalah Soto Lamongan yang menjadi salah satu ikon kuliner Jawa Timur. Hidangan ini dikenal melalui penggunaan koya sebagai pelengkap.
Koya dibuat dari campuran kerupuk udang dan bawang putih yang dihaluskan. Taburan koya membuat kuah soto terasa lebih gurih dan kaya rasa.
Soto Lamongan umumnya berisi potongan ayam, bihun, telur, irisan kol, serta disajikan bersama sambal dan jeruk nipis.
Pecel Madiun, Rawon, dan Rujak Cingur
Pecel Madiun juga termasuk makanan khas Jawa Timur yang populer di berbagai daerah Indonesia. Bahan-bahannya yang mudah diperoleh membuat makanan ini banyak dibuat dengan variasi sesuai daerah masing-masing.
Perbedaannya biasanya terletak pada jenis sayuran, makanan pendamping seperti rempeyek atau kerupuk, serta racikan bumbu pecel yang dapat disesuaikan dengan selera.
Kuliner berikutnya adalah rawon, makanan khas yang identik dengan kuah hitam. Warna tersebut berasal dari penggunaan kluwek sebagai bahan utama bumbu.
Rawon menggunakan daging sapi yang dipotong kotak-kotak dan direbus hingga empuk. Penyajiannya dilengkapi tauge, telur asin, sambal, jeruk nipis, dan kerupuk udang.
Dalam video dijelaskan bahwa rawon dikenal sebagai salah satu hidangan tertua dalam sejarah Jawa kuno dan telah ada sejak era Kerajaan Mataram sekitar tahun 901 Masehi.
Daftar makanan khas Jawa Timur ditutup dengan rujak cingur yang berasal dari Surabaya. Hidangan ini memadukan berbagai sayuran dan buah, seperti krai, tauge, kangkung, nanas, kacang panjang, dan kedondong.
Keunikan rujak cingur terletak pada penggunaan cingur atau hidung sapi sebagai bahan utama. Selain itu, terdapat tambahan tahu, tempe, dan lontong yang dicampur bersama bumbu kacang serta petis.
Proses pengolahan bumbu dilakukan menggunakan cobek batu besar. Seluruh bahan kemudian diaduk hingga tercampur merata sebelum disajikan.
Keberagaman kuliner tersebut menunjukkan kekayaan cita rasa yang dimiliki Jawa Timur. Mulai dari makanan berkuah, olahan daging, hingga sajian berbumbu petis, semuanya menjadi bagian dari identitas kuliner daerah yang tetap populer dan mudah ditemukan di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: 7 Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan, Disebut Bantu Turunkan Gula Darah hingga Jaga Daya Ingat
Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : You Tube