TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Sebanyak 20 makanan khas Jawa Timur menjadi rekomendasi kuliner yang patut dicoba saat berkunjung ke provinsi ini. Ragam hidangan tersebut berasal dari berbagai daerah, seperti Surabaya, Lamongan, Malang, Kediri, Madiun, Tulungagung, Gresik, Banyuwangi, hingga Madura. Cita rasanya didominasi gurih, pedas, dan kaya rempah, meski beberapa makanan juga memiliki rasa manis sehingga tetap cocok bagi penikmat kuliner yang tidak menyukai makanan pedas.
Keanekaragaman kuliner tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu tujuan wisata kuliner di Indonesia. Banyak makanan tradisional daerah ini bahkan telah dikenal luas dan mudah ditemukan di berbagai kota di luar Jawa Timur.
Mulai dari hidangan berkuah, olahan daging, makanan berbumbu petis, hingga camilan tradisional, seluruhnya memiliki karakter rasa yang menjadi ciri khas masing-masing daerah.
Soto Lamongan hingga Rawon Jadi Kuliner Ikonik
Daftar kuliner dibuka dengan Soto Lamongan, salah satu makanan khas Jawa Timur yang penjualnya mudah ditemukan di berbagai wilayah Indonesia. Ciri utama hidangan ini adalah tambahan koya, yaitu bubuk gurih yang dibuat dari kerupuk udang dan bawang putih yang dihaluskan.
Koya ditaburkan di atas soto sebelum disajikan sehingga memberikan cita rasa yang lebih gurih. Isian Soto Lamongan umumnya terdiri dari ayam, bihun, telur, kol, serta kuah kuning yang disajikan bersama sambal dan jeruk nipis.
Kuliner berikutnya adalah rawon, hidangan berkuah hitam yang menggunakan kluwek sebagai bahan utama bumbu. Daging sapi direbus dalam kuah hingga empuk sebelum disajikan bersama tauge, kerupuk udang, dan telur asin sebagai pelengkap.
Dalam penjelasan video disebutkan bahwa rawon telah dikenal sejak era Kerajaan Mataram sekitar tahun 901 Masehi. Selain Surabaya, sejumlah daerah di Jawa Timur juga memiliki variasi resep rawon, termasuk Rawon Pasuruan yang disajikan bersama sate komoh.
Rujak Cingur hingga Pecel Tumpang
Kuliner khas Surabaya lainnya adalah rujak cingur. Berbeda dengan rujak buah pada umumnya, makanan ini menggunakan cingur atau mulut sapi sebagai bahan utama, dipadukan dengan aneka sayuran dan pelengkap lainnya.
Bumbu rujak dibuat dari petis, cabai, gula merah, dan kacang tanah goreng yang diulek hingga halus. Di Surabaya, proses pencampuran seluruh bahan dilakukan menggunakan cobek batu berukuran besar.
Selanjutnya terdapat pecel tumpang atau nasi tumpang khas Kediri. Hidangan ini menggunakan sambal tumpang yang dibuat dari tempe fermentasi atau tempe bosok.
Sambal tersebut dimasak bersama ayam dan kerupuk kulit atau rambak. Sebagian pedagang juga menambahkan kuah pecel manis sehingga menghasilkan perpaduan rasa pedas dan manis.
Tak kalah populer adalah Pecel Madiun yang telah lama dikenal di berbagai daerah Indonesia. Setiap wilayah di Jawa Timur memiliki variasi pecel masing-masing, baik dari jenis sayuran, lauk pendamping, hingga wadah penyajiannya.
Baca Juga: 10 Makanan Khas Jawa Timur yang Wajib Dicoba, Rawon hingga Rujak Cingur Jadi Favorit Wisatawan
Lontong Balap, Rujak Soto, hingga Sego Tempong
Surabaya juga memiliki lontong balap, makanan yang terdiri atas lontong, tahu goreng, tauge, kecap, sate kerang, dan lento berbahan kacang tolo. Kuahnya menghadirkan perpaduan rasa gurih, manis, pedas, dan segar.
Di Banyuwangi terdapat rujak soto, yaitu perpaduan rujak sayur dengan soto kuning atau soto babat. Dalam video dijelaskan bahwa kombinasi dua makanan tersebut menjadi salah satu kuliner khas yang banyak digemari masyarakat Jawa Timur.
Masih dari Banyuwangi, terdapat sego tempong yang terkenal karena cita rasa sambalnya yang sangat pedas. Nama "tempong" diartikan sebagai sensasi pedas yang seolah menampar lidah penikmatnya.
Sego tempong disajikan bersama nasi, aneka sayuran rebus, sambal, serta pilihan lauk seperti tahu, tempe, bakwan jagung, ayam goreng, maupun seafood.
Tahu Tek hingga Bakso Malang
Kuliner lain yang berasal dari Surabaya adalah tahu tek. Hidangan ini terdiri atas tahu goreng, kentang goreng, lontong, tauge, acar mentimun, lalu disiram bumbu kacang petis dan diberi taburan kerupuk udang.
Nama tahu tek berasal dari bunyi gunting saat pedagang memotong tahu dan telur ketika menyiapkan pesanan pembeli.
Dari Kediri terdapat getuk pisang, camilan berbahan pisang raja nangka yang memiliki rasa manis dan sedikit asam. Makanan ini cocok dinikmati bersama teh atau kopi.
Video juga menyebut gado-gado Jawa Timur, tahu campur, dan pecel lele sebagai kuliner yang banyak dijumpai. Tahu campur disajikan menggunakan kuah rebusan daging bercampur petis, sedangkan pecel lele lebih dikenal di Lamongan dengan sambal tomat yang diulek di atas cobek.
Kuliner Gresik, Tulungagung, hingga Madura
Nasi krawu menjadi salah satu makanan khas Gresik yang menggunakan nasi pulen, daging sapi, jeroan, sambal petis, sambal terasi, dan serundeng.
Selanjutnya ada Bakso Malang dengan isian lengkap berupa bakso, tahu, bakwan Malang, pangsit, siomai, mi, lontong, hingga ati ampela.
Dari Tulungagung terdapat lodo ayam, yaitu ayam berbumbu turun-temurun yang tersedia dalam dua pilihan kuah, yakni kuah encer dan kuah kental.
Jawa Timur juga memiliki camilan tradisional berupa brem Madiun. Makanan hasil fermentasi beras ketan ini memiliki rasa manis sedikit asam dan mudah ditemukan di pusat oleh-oleh.
Pulau Madura turut menyumbang beberapa kuliner terkenal, seperti sate Madura, bebek Sinjay, dan nasi serpang.
Sate Madura menggunakan daging ayam, sapi, atau kambing yang disiram saus kacang dan kecap. Sementara bebek Sinjay dikenal dengan sambal mangga muda yang memberikan rasa segar saat disantap.
Daftar tersebut ditutup dengan nasi serpang, nasi campur khas Bangkalan yang berisi pepes ikan tongkol, sambal goreng kerang, telur asin, dendeng sapi, serundeng, sambal terasi, peyek, dan berbagai lauk lainnya tanpa tambahan sayuran.
Ke-20 makanan khas Jawa Timur tersebut memperlihatkan kekayaan kuliner yang dimiliki setiap daerah. Perpaduan bumbu rempah, petis, kluwek, hingga sambal khas menjadikan kuliner Jawa Timur tetap diminati dan terus dikenal oleh masyarakat Indonesia.
Baca Juga: 20 Makanan Khas Jawa Timur yang Wajib Dicoba, dari Rawon hingga Rujak Soto Banyuwangi
Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : You Tube