Intermittent Fasting Diklaim Efektif Turunkan Berat Badan, Ini Manfaat, Risiko, dan Cara Menjalankannya

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Intermittent fasting menjadi salah satu metode diet yang masih populer untuk membantu menurunkan berat badan. Pola makan ini mengatur waktu makan dan waktu berpuasa, bukan sekadar membatasi jenis makanan. Menurut nutrisionis Dr. Andrea dari Jakarta Farises Klinik, metode ini dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan apabila dilakukan secara konsisten, benar, dan disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.
Dalam penjelasannya melalui DRV Channel, Dr. Andrea mengatakan intermittent fasting telah menjadi tren diet selama hampir satu dekade. Namun, ia mengingatkan bahwa metode ini bukan solusi instan dan tidak selalu cocok untuk semua orang.
Selain membantu proses penurunan berat badan, intermittent fasting juga disebut dapat meningkatkan sensitivitas insulin, menurunkan risiko diabetes, hingga mendukung kesehatan jantung. Meski demikian, manfaat tersebut baru dapat diperoleh apabila pola makan dijalankan secara tepat dan tetap dibarengi gaya hidup sehat.
Apa Itu Intermittent Fasting?
Intermittent fasting merupakan pola diet yang mengatur waktu makan dalam satu hari atau satu minggu. Fokus utamanya bukan membatasi jenis makanan tertentu, melainkan menentukan kapan seseorang boleh makan dan kapan harus berpuasa.
Menurut Dr. Andrea, terdapat beberapa pola intermittent fasting yang umum diterapkan. Salah satunya adalah berpuasa selama 16 jam dan mengonsumsi makanan hanya dalam jendela makan delapan jam setiap hari.
Selain itu, ada pula metode yang lebih ketat dengan puasa selama 20 jam dan waktu makan hanya empat jam. Metode lainnya adalah pola makan normal selama lima hari dalam seminggu, kemudian membatasi asupan kalori pada dua hari sisanya.
Perbedaan waktu makan tersebut membuat tubuh memasuki fase metabolisme yang berbeda dibandingkan pola makan biasa.
Bagaimana Intermittent Fasting Membantu Menurunkan Berat Badan?
Dr. Andrea menjelaskan bahwa ketika seseorang tidak mengonsumsi makanan dalam periode tertentu, kadar insulin di dalam tubuh akan menurun.
Saat kadar insulin berkurang, tubuh mulai menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi. Proses inilah yang menyebabkan pembakaran lemak meningkat sehingga membantu menurunkan berat badan.
Selain berkontribusi terhadap penurunan berat badan, mekanisme tersebut juga dikaitkan dengan peningkatan sensitivitas insulin.


