TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Resep mi goreng Chinese resto ala Devina Hermawan menarik dicoba di rumah karena memiliki aroma dan cita rasa yang disebut mirip dengan mi goreng di restoran China. Rahasianya bukan hanya pada racikan saus, tetapi juga teknik memasak dengan wajan yang benar-benar panas.
Dalam video di kanal YouTube Devina Hermawan, dijelaskan bahwa mi goreng Chinese berbeda dengan mi goreng Jawa yang akan dibagikan pada seri berikutnya. Resep ini menggunakan mi basah, telur, ayam, udang, bakso sapi, serta sayuran seperti tauge, bengkuang, dan kucai.
Bumbu yang digunakan cukup lengkap, mulai dari bawang putih, bawang merah, kecap manis, saus tiram, kecap asin, saus ikan, hingga Worcestershire sauce. Bahan terakhir bersifat opsional dan bisa dilewatkan. Saus ikan juga dapat diganti dengan ebi yang dihaluskan.
Baca Juga: Tes MBTI Benarkah Akurat? Ini Alasan Psikolog Meragukan 16 Tipe Kepribadian
Rahasia Mi Goreng Chinese Resto
Tahap pertama yang tidak boleh dilewatkan adalah merebus mi. Setelah matang, mi segera dibilas menggunakan air dingin hingga suhunya turun. Cara ini bertujuan menghentikan proses pemasakan agar mi tidak terlalu lembek atau lengket.
Jika mi belum langsung digunakan, mi bisa diberi sedikit minyak agar tidak saling menempel. Devina menggunakan mi basah untuk mendapatkan tekstur yang sesuai dengan karakter mi goreng ala restoran.
Selain bahan utama, topping juga dapat disesuaikan. Resep ini menggunakan ayam, udang, dan bakso sapi. Bagi yang ingin cita rasa berbeda, sosis China atau Chinese sausage juga bisa ditambahkan karena memberikan tekstur sekaligus rasa manis yang khas.
Topping Dimasak Terlebih Dahulu
Salah satu teknik penting dalam resep mi goreng Chinese resto adalah memasak topping yang masih mentah terlebih dahulu. Ayam dimasak lebih dulu hingga setengah matang, kemudian udang dimasukkan. Sedikit cooking wine dapat ditambahkan untuk memperkuat aroma, meski penggunaannya tidak wajib.
Setelah ayam dan udang matang, keduanya disisihkan. Langkah ini penting karena bahan mentah dapat mengeluarkan cairan ketika dimasak. Jika cairan tersebut bercampur saat proses menumis mi, suhu wajan dapat terganggu dan aroma khas hasil tumisan menjadi kurang maksimal.
Wajan kemudian dipanaskan kembali dengan api besar. Sedikit minyak ditambahkan sebelum telur dimasukkan. Menurut Devina, telur yang dimasak menggunakan minyak panas akan berbusa dan menghasilkan aroma yang kuat. Teknik tersebut menjadi salah satu kunci aroma pada mi goreng maupun nasi goreng ala Chinese resto.
Baca Juga: MBTI Bukan Tes Kepribadian? Ini Cara Memahaminya untuk Hubungan dan Pola Asuh
Racikan Saus Menentukan Cita Rasa
Setelah telur mulai harum, bawang putih dan bawang merah dimasukkan lalu ditumis. Berikutnya, bakso sapi, ayam, udang, dan bengkuang ditambahkan.
Bumbu kemudian dituangkan, terdiri dari kecap manis, saus tiram, kecap asin, saus ikan, serta sedikit Worcestershire sauce. Setelah tercampur, mi dimasukkan bersama merica, gula, dan bubuk kaldu jamur atau penyedap.
Tauge dan kucai menjadi bahan sayuran yang dimasukkan menjelang akhir. Keduanya tidak perlu dimasak terlalu lama agar teksturnya tetap segar dan memberikan sensasi renyah pada mi.
Terakhir, sedikit minyak wijen ditambahkan untuk memperkuat aroma. Jika ingin bereksperimen, minyak wijen dapat diganti atau dipadukan dengan minyak daun bawang, minyak udang, lemak babi, lemak ayam, maupun chili oil.
Wajan Harus Panas dan Mi Tidak Boleh Lembek
Devina menekankan bahwa panas wajan menjadi faktor penting untuk menghasilkan aroma khas mi goreng Chinese resto. Wajan harus benar-benar panas dan tidak dipenuhi cairan agar bahan dapat ditumis dengan cepat menggunakan api besar.
Selain itu, tekstur mi harus diperhatikan. Mi yang terlalu lembek akan mudah hancur ketika ditumis. Bengkuang juga memberikan tekstur renyah yang membuat hidangan lebih menarik, meski bahan ini bisa dilewati jika tidak tersedia.
Dengan memperhatikan tiga kunci tersebut, yakni topping dimasak terlebih dahulu, wajan tetap panas, dan tekstur mi dijaga, mi goreng Chinese resto dapat dibuat di rumah dengan aroma yang lebih kuat serta rasa gurih yang menyerupai hidangan restoran.
Baca Juga: Resep Sapo Tahu Seafood ala Chinese Resto, Rahasia Tahu Renyah dan Seafood Tetap Juicy
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest