Pemasaran Jadi Tantangan UMKM

Mohammad Bima Faisal Mirza • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:23 WIB
UMKM OLAHAN PISANG: Sumarseh mengembangkan usaha sale pisang rumahan di Desa Gayam, Panggul, dengan mengolah bahan pangan lokal.
UMKM OLAHAN PISANG: Sumarseh mengembangkan usaha sale pisang rumahan di Desa Gayam, Panggul, dengan mengolah bahan pangan lokal. (ILUSTRASI AI)

PANGGUL, Radar Trenggalek – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pengolahan sale pisang menjadi salah satu potensi ekonomi masyarakat perdesaan di Kabupaten Trenggalek. Di Desa Gayam, Kecamatan Panggul, usaha sale pisang Subur Makmur milik Sumarseh menjadi salah satu contoh usaha rumahan yang mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bernilai tambah.

Sumarseh merintis usaha tersebut sejak 2008. Pengalaman mengolah sale pisang ketika bekerja di luar daerah menjadi bekal untuk mengembangkan usaha secara mandiri di kampung halaman.

Produk olahan pisang itu pernah dipasarkan ke sejumlah kota, seperti Surabaya, Kediri, dan Jakarta, bahkan hingga Malaysia. Namun, capaian pemasaran tersebut merupakan catatan pada 2022 sehingga perkembangan usaha dan jangkauan pasar saat ini perlu dikonfirmasi kembali.

Proses produksi sale pisang membutuhkan ketelitian, mulai dari pemilihan bahan baku hingga pengeringan. Tahapan tersebut berpengaruh terhadap kualitas dan ketahanan produk sebelum dipasarkan kepada konsumen.

Baca Juga: CEO Forum BUMD, Sinergi Diuji Capaian Kinerja

Di balik peluang tersebut, pelaku UMKM masih menghadapi tantangan dalam menjaga keberlangsungan usaha. Ketersediaan pisang, perubahan harga bahan baku, biaya produksi, dan kepastian permintaan menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kegiatan produksi. “Tantangan usaha sale pisang bukan hanya proses produksi, tetapi juga menjaga ketersediaan bahan baku dan mencari pasar agar penjualan tetap berjalan,” ujar Sumarseh.

Pemasaran menjadi salah satu aspek penting bagi usaha pangan skala rumah tangga. Jangkauan pasar yang luas perlu diimbangi kemampuan menjaga kapasitas produksi, konsistensi mutu, serta ketepatan memenuhi pesanan. Kemasan dan pemenuhan persyaratan keamanan pangan juga diperlukan agar produk dapat bersaing.

Keberadaan usaha pengolahan pisang berpotensi memberikan nilai tambah bagi hasil pertanian sekaligus membuka peluang pendapatan keluarga. Jika dikelola secara berkelanjutan, kegiatan tersebut juga dapat memperkuat hubungan ekonomi antara pelaku usaha dan pemasok bahan baku di sekitar desa.

Baca Juga: Kementerian Siapkan Peluncuran "Gentengisasi" Nasional di Trenggalek

Pemerintah desa dan instansi terkait perlu memetakan kebutuhan UMKM secara berkala. Dukungan permodalan, pendampingan legalitas, peningkatan kualitas produk, dan perluasan akses pasar perlu disesuaikan dengan persoalan yang benar-benar dihadapi pelaku usaha.

Keberlanjutan UMKM sale pisang di Desa Gayam tidak hanya bergantung pada kemampuan menghasilkan produk. Kepastian bahan baku, pengelolaan usaha, dan pasar yang berkelanjutan menjadi faktor penting agar usaha rumahan mampu bertahan di tengah persaingan. (bim/c1/din)

Editor : Muhammad Fadli Ardiansyah
Sumber : RADAR TRENGGALEK
Desa Gayam umkm panggul