JAKARTA - Memulai hobi baru dengan memelihara ikan hias di dalam akuarium kini menjadi salah satu sarana relaksasi yang diminati banyak orang. Selain dapat meredakan stres di tengah kesibukan harian, kehadiran akuarium menjadi cara untuk tetap terhubung dengan alam tanpa perlu khawatir memikirkan kotoran hewan peliharaan di dalam rumah. Namun, bagi para pemula, ada beberapa hal dasar yang wajib dipahami sebelum memutuskan untuk melangkah lebih jauh.
Langkah paling krusial yang harus ditentukan di awal adalah memilih ukuran akuarium. Keputusan ini sangat menentukan keseluruhan aspek perawatan ke depan. Terdapat tiga faktor utama yang harus dipertimbangkan sebelum membeli akuarium, yaitu anggaran yang dimiliki, ketersediaan ruang di dalam rumah, serta jenis ikan yang ingin dipelihara. Sebagai contoh, memelihara ikan oscar membutuhkan wadah akuarium yang jauh lebih besar dibandingkan jika hanya ingin memelihara kelompok ikan tetra. Menyesuaikan jenis ikan dengan kapasitas tempat sejak awal sangat penting agar Anda tidak menyesal setelah membeli wadah yang ternyata terlalu kecil.
Setelah menentukan ukuran wadah, elemen mendasar berikutnya yang tidak kalah penting adalah sistem filtrasi. Setiap akuarium membutuhkan filter untuk menjaga kualitas air agar tetap bersih dan sehat bagi kelangsungan hidup ikan. Pembeli pemula biasanya disarankan memilih *starter kit* yang sudah dilengkapi peralatan berukuran pas. Namun, jika ingin membeli filter secara terpisah, ada beberapa opsi yang bisa dipertimbangkan.
Baca Juga: HUT PAN ke-28, DPD PAN Trenggalek Gelar Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim
Pilihan pertama adalah *sponge filter* yang ditenagai pompa udara. Jenis ini merupakan opsi paling terjangkau, sangat mudah dipasang, serta efisien dalam menyaring kotoran dan menciptakan gelembung sirkulasi air. Sayangnya, *sponge filter* memiliki bentuk yang dinilai kurang estetis dan menyita ruang di dalam akuarium. Pilihan kedua yang paling direkomendasikan untuk pemula adalah jenis *hang-on-the-back filter* (HOB). Filter ini dinilai sangat efisien, tidak bising, serta sangat mudah dioperasikan maupun dirawat. Adapun pilihan ketiga adalah *canister filter* yang diletakkan di bagian bawah akuarium. Filter ini memang memiliki performa saringan sangat tinggi, tetapi harganya relatif mahal, membutuhkan ruang penyimpanan besar, serta perawatannya terbilang cukup rumit bagi pemula. Oleh karena itu, pengelompokan filter terbaik untuk pemula disarankan pada jenis HOB atau *sponge filter*.
Selain penyaringan, penghangat air atau *heater* juga menjadi kebutuhan dasar. Sebagian besar ikan hias populer dikategorikan sebagai ikan tropis yang berasal dari kawasan Amerika Selatan, Central America, Asia, hingga Afrika. Jenis ikan tersebut terbiasa hidup pada suhu air yang cenderung hangat, yakni sekitar 78 hingga 80 derajat Fahrenheit. Karena suhu ruangan rumah umumnya berada di kisaran 72 hingga 74 derajat Fahrenheit, alat penghangat air sangat dibutuhkan agar kondisi kesehatan ikan tetap terjaga. Produsen alat biasanya sudah mencantumkan batas kapasitas akuarium yang sesuai pada kemasan produk.
Untuk urusan pencahayaan, pemula tidak perlu pusing memikirkan teknis rumit seperti jenis tabung, lampu LED, atau ukuran Kelvin. Cukup gunakan lampu dengan ukuran yang sesuai dengan akuarium. Pencahayaan standar yang beredar di pasaran sudah sangat memadai untuk pencahayaan dasar dan pertumbuhan tanaman hias akuarium sederhana.
Baca Juga: DPRD Trenggalek Minta Dapur SPPG Diawasi
Dalam meletakkan dekorasi, pemilik bebas mengekspresikan diri tetapi tetap wajib menyesuaikannya dengan kebutuhan ikan. Pemelihara ikan betta atau cupang disarankan menambahkan tanaman pelindung, baik tanaman hidup maupun tanaman buatan berbahan kain sutra. Sementara untuk jenis *African cichlids* atau penhuni cangkang (*shell dwellers*), dekorasi berupa cangkang berukuran besar sangat diperlukan sebagai tempat tinggal mereka.
Hal mendasar yang sering terabaikan oleh para pemula adalah pemahaman mengenai siklus nitrogen (*nitrogen cycle*). Siklus ini merupakan proses pembentukan bakteri baik di dalam sistem filtrasi yang berfungsi mengurai zat beracun seperti amonia dan nitrit. Tanpa adanya siklus bakteri ini, racun akan menumpuk dan menyebabkan ikan mati secara mendadak. Pembentukan siklus nitrogen membutuhkan proses serta kesabaran.
Oleh sebab itu, kesalahan terbesar pemula adalah langsung membeli dan memasukkan ikan pada hari yang sama saat akuarium baru dipasang. Pemilik disarankan untuk memasang seluruh peralatan, mengisi air, merapikan dekorasi, dan membiarkan sistem filtrasi berjalan terlebih dahulu selama beberapa waktu. Langkah ini dilakukan agar suhu dan kualitas air stabil serta siklus bakteri dapat terbentuk dengan baik sebelum ikan resmi dimasukkan ke dalam akuarium.
Editor : Cendikiawan Tristan Valentino