Trenggaleknjenggelek - Baru-baru ini, heboh besar terjadi di Australia. Suplemen Blackmores terutama varian magnesium mereka dituduh mengandung kadar vitamin B6 hingga 29 kali lipat dari asupan harian yang direkomendasikan, dan diklaim menyebabkan gangguan saraf perifer.
Media seperti Daily Telegraph dan news.com.au melaporkan banyak konsumen mengalami kondisi mati rasa, kesemutan, bahkan kelemahan otot akibat overdosis B6.
Secara umum, B6 memang penting bagi sistem saraf dan metabolisme. Tapi saat dosisnya tanpa sadar melampaui batas harian, efeknya bisa sangat serius.
Baca Juga: Blackmores Super Magnesium+ Tak Terdaftar di Indonesia, BPOM: Masyarakat Diminta Waspada
Overdosis B6 atau “megavitamin‑B6 syndrome” berpotensi menyebabkan kerusakan saraf permanen seperti mati rasa atau sensasi terbakar.
Salah satu korban, Dominic Noonan‑O’Keeffe, mengonsumsi suplemen Blackmores sejak Mei 2023 dan langsung mengalami gejala neuropati.
Pengujian darahnya mencatat kadar vitamin B6 sebesar 29 kali lipat dari batas aman harian. Badan pengawas obat dan suplemen medis Australia, TGA, kini menyarankan produk yang mengandung lebih dari 50 mg vitamin B6 hanya boleh dijual setelah konsultasi dengan apoteker.
Mereka juga meminta labelnya diberi peringatan tegas. Menurut laporan Daily Telegraph, permintaan tes B6 di klinik meningkat drastis, dengan 4,5% hasil menunjukkan risiko neuropati.
Kasus Dominic bukan yang pertama. Media The Guardian mengungkap Seorang pria bernama Simon juga mengalami neuropati ketika kadar B6-nya mencapai 36 kali lipat setelah mengonsumsi kombinasi multivitamin dan magnesium.
Bahkan seorang dokter umum, Dr Buchanan, kehilangan kemampuan berjalan karena efek overdosis B6. (sun)
Editor : Mahsun Nidhom