Titik Kritis Saluran Air Harus Diperhatikan

Gunawan Awan • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:14 WIB
PERBAIKAN IRIGASI: Pemdes Durenan merespons aspirasi petani terkait perbaikan saluran pengairan dan pencegahan banjir yang mengancam sawah. (ILUSTRASI AI)
PERBAIKAN IRIGASI: Pemdes Durenan merespons aspirasi petani terkait perbaikan saluran pengairan dan pencegahan banjir yang mengancam sawah. (ILUSTRASI AI)

​DURENAN, Radar Trenggalek - Warga Desa/Kecamatan Durenan secara khusus menyoroti kebutuhan mendesak akan perbaikan irigasi dan langkah-langkah konkret untuk pencegahan banjir. Aspirasi ini disuarakan dengan tujuan utama untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian warga desa setempat.

​Kepala Desa Durenan, Imam Safi'i, menyambut baik dan merespons positif berbagai tuntutan yang disampaikan warganya dalam sebuah forum aspirasi tersebut.

Menurut dia, forum komunikasi semacam ini sangat krusial untuk memastikan arah pembangunan desa sejalan dengan kebutuhan riil di lapangan.

Baca Juga: Program Desmigratif belum Optimal.

 Dia menegaskan bahwa pemerintah desa (pemdes) memiliki komitmen yang kuat untuk mengatasi permasalahan infrastruktur yang berpotensi menghambat kesejahteraan para petani.

​"Pemdes sangat memahami kekhawatiran masyarakat, terutama terkait sistem pengairan kita saat ini dan ancaman banjir yang bisa merusak lahan persawahan. Kami menjadikan perbaikan infrastruktur ini sebagai salah satu prioritas utama yang harus segera dicarikan solusinya demi melindungi mata pencaharian warga," tegas Imam Safi'i, Senin (19/10).

Ketua Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Desa Durenan, Sutrisno, turut memberikan pandangannya dari perspektif teknis di lapangan.

Sutrisno, yang mewakili suara para petani dan pengurus HIPPA, memaparkan bahwa memang terdapat sejumlah titik kritis pada saluran irigasi yang membutuhkan perbaikan sesegera mungkin.

Dia menekankan bahwa tata kelola air yang baik adalah syarat mutlak bagi kesuksesan musim tanam.  ​"Kondisi beberapa saluran irigasi saat ini kurang optimal untuk menahan debit air tinggi. Jika tidak segera diperbaiki dan dinormalisasi, bukan hanya lahan pertanian yang kekurangan air di musim kemarau, tetapi risiko banjir yang merendam sawah di musim penghujan juga semakin besar. Kami dari pihak HIPPA sudah memetakan saluran mana saja yang paling membutuhkan perbaikan mendesak," jelas Sutrisno.

Baca Juga: Bawa Semangat Baru, Dua Perangkat Desa Bendorejo Resmi Dilantik

​Menanggapi pertanyaan mengenai rencana tindak lanjut dan anggaran, Kades Imam Safi'in menjelaskan, pihak pemdes saat ini sedang menyusun perencanaan yang lebih matang. Langkah selanjutnya adalah mengadakan koordinasi intensif dengan dinas terkait di tingkat daerah. Keterlibatan dinas terkait ini sangat diharapkan untuk membantu menyokong kebutuhan anggaran dan memberikan panduan teknis agar proyek perbaikan irigasi dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

​Pertemuan yang melibatkan para petani, jajaran pengurus HIPPA, serta perwakilan pemerintah desa ini diakhiri dengan kesepakatan untuk terus mengawal proses perencanaan perbaikan tersebut. Warga Durenan sangat berharap agar aspirasi terkait pencegahan banjir dan perbaikan fasilitas irigasi ini dapat segera terealisasi.

Melalui kolaborasi antara desa dan dinas terkait, diharapkan peningkatan produktivitas pertanian di Desa Durenan dapat terwujud secara maksimal pada musim tanam mendatang. (gun/c1/din)

Editor : Muhammad Fadli Ardiansyah
Sumber : RADAR TRENGGALEK
HIPPA trenggalek durenan