TRENGGALEK NJENGGELEK - Gamelan merupakan salah satu warisan budaya asli Indonesia yang memiliki nilai seni tinggi dan sejarah panjang.
Bagi masyarakat Jawa pada umumnya, gamelan bukanlah sesuatu yang asing dalam kehidupan sehari-hari.
Istilah seperti gamelan, karawitan, dan gangsa telah dikenal luas, bahkan menjadi bagian tak terpisahkan dalam berbagai upacara adat, pertunjukan seni, dan kehidupan spiritual.
Baca Juga: Walkman: Pionir Musik Portabel di Era 90-an yang Mengubah Cara Kita Mendengarkan Musik
Menurut seorang sarjana Belanda bernama Dr. J.L.A. Brandes, jauh sebelum datangnya pengaruh budaya India, masyarakat Jawa telah menguasai berbagai bentuk keterampilan budaya, salah satunya adalah gamelan.
Dalam teorinya (1889), Brandes menyebutkan sepuluh unsur budaya asli Jawa, seperti wayang, batik, sistem mata uang sendiri, hingga seni musik gamelan.
Hal ini mengindikasikan bahwa gamelan telah ada sejak zaman prasejarah, meski belum ditemukan bukti tertulis karena belum dikenalnya sistem aksara pada masa itu.
Baca Juga: GTA VI Memecahkan Rekor Digital: Mengalahkan Marvel dan Membawa Kembali Musik Spotify
Gamelan adalah wujud ekspresi seni yang universal, hadir untuk memenuhi kebutuhan estetika dan spiritual manusia.
Dalam konteks budaya Jawa, gamelan tidak hanya sebatas alat musik, melainkan bagian dari sistem kesenian yang lebih luas.
Kontak budaya antarbangsa membuat gamelan mengalami perkembangan dan perubahan, termasuk dalam jumlah instrumen dan bentuk pertunjukannya.
Baca Juga: Spotify: Platform Musik Terbesar di Dunia yang Mengubah Industri Musik
Istilah karawitan sering digunakan untuk merujuk pada seni musik gamelan. Kata ini berasal dari kata "rawit" yang bermakna kecil, halus, atau rumit.
Di lingkungan Keraton Surakarta, karawitan bahkan digunakan sebagai istilah umum untuk berbagai cabang seni seperti ukiran, seni tatah sungging, tari, hingga pedalangan (Supanggah, 2002).
Secara sempit, karawitan merujuk pada seni suara tradisional Jawa yang menggunakan alat musik gamelan berlaras slendro atau pelog, baik secara instrumental maupun vokal.
Kini, gamelan Jawa tidak hanya dikenal di Indonesia, tapi juga telah berkembang pesat di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan Kanada.
Baca Juga: Ellya Khadam: Ibu Dangdut Pertama yang Mengukir Sejarah Musik Indonesia
Banyak perguruan tinggi luar negeri yang memiliki seperangkat gamelan untuk pembelajaran seni budaya Nusantara.
Fenomena ini tentu menjadi ironi, karena justru di negeri asalnya, banyak generasi muda yang mulai melupakan warisan leluhur ini. Padahal, gamelan Jawa adalah karya agung bangsa Indonesia yang telah diakui dunia.
Baca Juga: Bagaimana Musik DJ Mempengaruhi Jogetan Viral di TikTok?
Sebagai pewaris budaya, masyarakat Jawa dan Indonesia pada umumnya harus kembali mencintai dan melestarikan gamelan.
Seni karawitan bukan hanya bagian dari masa lalu, tetapi juga dapat menjadi kekuatan budaya masa depan yang mampu membangun identitas bangsa di tengah arus globalisasi.
Editor : Dharaka R. Perdana