Yuliana Dwi Handayani Menembus Istana, Guncang Jakarta Tampilkan Tari Kolosal HUT Ke-81 RI

Gunawan Awan • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:05 WIB
MEMBANGGAKAN: Guru SMK, Yuliana Dwi Handayani, menjadi bagian dari tim tari kolosal perwakilan Jatim yang tampil di Istana Negara dalam rangka peringatan HUT RI ke-81.(Yuliana Dwi Handayani UNTUK RADAR TRENGGALEK)
MEMBANGGAKAN: Guru SMK, Yuliana Dwi Handayani, menjadi bagian dari tim tari kolosal perwakilan Jatim yang tampil di Istana Negara dalam rangka peringatan HUT RI ke-81.(Yuliana Dwi Handayani UNTUK RADAR TRENGGALEK)

Kebanggaan tak terkira sedang menyelimuti dunia seni budaya di kawasan Mataraman, khususnya bagi civitas pendidikan Trenggalek. Seorang pendidik yang juga pegiat seni berhasil menembus seleksi ketat untuk tampil di kancah nasional. 

Yuliana Dwi Handayani SSn, sosok penari yang fotonya kini menjadi viral di kalangan pencinta seni, dipastikan akan menjadi bagian dari tim tari kolosal perwakilan Provinsi Jawa Timur (Jatim) yang akan tampil di Istana Negara dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Yuliana, yang juga merupakan tenaga pengajar di SMK Darussalam Durenan, Trenggalek, mengaku sangat terkejut sekaligus terharu saat menerima kabar tersebut.

"Saya benar-benar merasa senang dan bangga, seolah tidak percaya. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, saya bisa terpilih menjadi tim penari yang akan pentas di hadapan presiden dan tamu kenegaraan di Istana Negara," ungkap Yuliana dengan mata berbinar.

Baca Juga: Kekeringan Terus Meluas, Panggul Wilayah Terparah Sementara Terjadi di 25 Desa 10 Kecamatan

Keberangkatan Yuliana ini bermula dari instruksi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpraf) Republik Indonesia (RI) yang menunjuk Provinsi Jatim untuk mengirimkan tim tari kolosal terbaiknya.

Tidak main-main, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim kemudian menjatuhkan pilihan kepada Sanggar Lestari Widodo Wiryotama (LWW) dari Kabupaten Tulungagung. 

Sanggar bergengsi inilah yang kemudian menyeleksi kader-kader terbaiknya, dan nama Yuliana Dwi Handayani keluar sebagai salah satu yang terpilih karena dinilai paling kompeten.

Tentu saja, tampil di ajang sepenting HUT RI di Istana Negara bukan tanpa tantangan besar. Yuliana menceritakan, beban tugas yang dipikulnya menuntut kedisiplinan dan mental yang kuat.

Baca Juga: Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi Cuan Karya Ibu-Ibu PKK Jadi Andalan Produk Desa

"Tantangan terbesar yang harus saya hadapi dalam persiapan ini adalah menjaga stamina dan kondisi fisik agar tetap prima. Selain itu, konsentrasi harus penuh karena gerakannya harus hafal betul, begitu juga dengan pola lantai. Mengontrol emosi di antara sesama penari yang terkadang berbeda pendapat pun menjadi seni tersendiri. Kami juga dituntut untuk cepat beradaptasi dengan situasi yang berubah-ubah, misalnya jika harus menyesuaikan durasi dengan ketentuan protokoler kenegaraan," beber warga Kelurahan Kutoanyar, Kecamatan Trenggalek, ini.

​Meskipun kesibukan persiapan sangat padat, Yuliana yang juga memegang gelar sarjana seni (S.Sn.) ini memastikan tugas utamanya sebagai guru tidak terabaikan.

Berkat manajemen waktu yang baik dari pihak Sanggar LWW, jadwal latihannya diatur sedemikian rupa agar tidak bentrok dengan jadwal mengajar di SMK. Latihan intensif baru dimulai pukul 14.00 hingga pukul 21.00.

Baca Juga: HUT PAN ke-28, DPD PAN Trenggalek Gelar Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim

Inspirasi yang dibawa Yuliana ternyata langsung menular ke tempatnya bekerja, yakni SMK Darussalam Durenan, Trenggalek. Keberhasilan gurunya menjadi motivasi besar bagi para siswa, terutama yang mengikuti ekstrakurikuler tari.

Mereka kini semakin bersemangat dan terpacu untuk terus berkarya, bahkan semakin giat berlatih untuk menampilkan tarian terbaik mereka di tingkat kecamatan dan kabupaten dalam perayaan HUT RI di wilayah setempat.

Ke depan, Yuliana tidak ingin kesuksesannya ini hanya untuk dirinya sendiri. Dia berkomitmen untuk membagikan pengalaman emasnya kepada murid-murid di sekolah.

"Iya, pengalaman ini akan saya terapkan dalam pembelajaran di SMK. Saya ingin menularkan ilmu tentang kedisiplinan, manajemen waktu, dan bagaimana cara mengekspresikan diri dengan lebih baik sebagai seorang penari profesional," tegasnya.

Baca Juga: DPRD Trenggalek Minta Dapur SPPG Diawasi

Sebagai penutup, Yuliana menitipkan pesan mendalam bagi generasi muda, khususnya di wilayah Trenggalek dan Tulungagung. Dia berharap budaya Indonesia, khususnya tari tradisional, tetap lestari dan bahkan mendunia.

"Teruslah berlatih, jangan mudah menyerah, dan jangan pernah malu menjadi generasi yang mencintai seni budaya kita. Tari itu bukan sekadar gerakan fisik, tapi juga tentang disiplin, kerja keras, dan cara kita menjaga warisan leluhur. Manfaatkan setiap kesempatan untuk berkarya dan berprestasi, tetapi tetaplah rendah hati. Jadilah generasi yang mampu membawa seni tradisi ke masa depan tanpa kehilangan jati diri," harap Yuliana dengan penuh antusias. (gun/c1/din)

Editor : Juwita Ratnasari
Sumber : RADAR TRENGGALEK
HUT81RI TariTradisional senibudaya