TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Megawati Hangestri kembali menjadi sorotan setelah muncul cerita mengenai keinginannya untuk kembali memperkuat Red Sparks yang akhirnya tidak terwujud. Keputusan tersebut disebut berkaitan dengan langkah pelatih Ko Hee-jin yang memilih meninggalkan klub asal Korea Selatan itu.
Dalam kisah yang disampaikan, Megawati Hangestri sebenarnya masih memiliki keinginan untuk kembali mengenakan seragam Red Sparks. Bahkan, hubungan antara Megawati dan Ko Hee-jin disebut sangat dekat. Namun, ketika waktunya kembali ke Korea semakin dekat, justru Ko Hee-jin menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin Megawati kembali ke Red Sparks.
Keputusan tersebut bukan disebut karena Ko Hee-jin tidak menginginkan Megawati berada di dalam tim. Sebaliknya, alasan yang disampaikan adalah bentuk kepedulian terhadap pemain Indonesia tersebut di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi Red Sparks.
Baca Juga: BMKG Ingatkan Belum Tentu Awal Musim Penghujan Trenggalek Dua Hari Diguyur Hujan
Megawati Hangestri Disebut Kecewa
Cerita tersebut bermula ketika Ko Hee-jin memutuskan mengundurkan diri dari Red Sparks. Sebelumnya, terdapat janji bahwa ketika Megawati kembali ke Korea, keduanya akan kembali bersama di klub tersebut.
Megawati disebut masih memegang janji itu ketika berada di Indonesia dan memperkuat Jakarta Pertamina Enduro. Bahkan, dalam cerita tersebut, Megawati pernah berpesan agar nomor punggung 8 miliknya tidak diberikan kepada pemain lain.
Pesan itu seolah menunjukkan bahwa Megawati masih membuka kemungkinan untuk kembali ke Red Sparks. Namun, rencana tersebut berubah setelah Ko Hee-jin mengambil keputusan untuk meninggalkan klub.
Ko Hee-jin disebut merasa bertanggung jawab terhadap kondisi Red Sparks. Rentetan kekalahan dan hasil yang mengecewakan membuatnya merasa tidak mampu membawa tim ke kondisi yang seharusnya.
Meski disebut bukan orang yang melakukan tindakan yang menjadi persoalan di klub, Ko Hee-jin sebagai pelatih kepala merasa memiliki tanggung jawab moral terhadap apa yang terjadi di lingkungan tim. Karena alasan tersebut, ia kemudian memilih mundur.
Keputusan Ko Hee-jin rupanya membuat Megawati kecewa. Dalam cerita tersebut, Megawati bahkan sempat meminta Ko Hee-jin agar tidak meninggalkan Red Sparks.
Namun, Ko Hee-jin tetap dengan keputusannya. Setelah mengetahui pelatih yang selama ini dekat dengannya benar-benar pergi, Megawati disebut tidak langsung menerima keadaan tersebut.
Ia bahkan dikisahkan tidak menjawab panggilan telepon Ko Hee-jin selama beberapa hari. Sikap itu disebut bukan karena membenci sang pelatih, melainkan karena merasa terluka dan kecewa.
Baca Juga: Anggaran Pilkada di Kisaran Rp 93 M
Ko Hee-jin Disebut Ingin Melindungi Megawati
Hubungan Megawati dan Ko Hee-jin dalam cerita tersebut bukan sekadar hubungan profesional antara pemain dan pelatih.
Selama berada di Korea, Megawati disebut menganggap Ko Hee-jin seperti ayahnya sendiri. Begitu pula Ko Hee-jin dan istrinya yang disebut sudah menganggap Megawati seperti anak sendiri.
Karena kedekatan tersebut, keputusan untuk berpisah menjadi sesuatu yang tidak mudah. Ko Hee-jin disebut meninggalkan Red Sparks bukan karena berhenti menyayangi Megawati.
Sebaliknya, ia disebut merasa tidak lagi mampu memberikan masa depan terbaik bagi Red Sparks. Ko Hee-jin juga tidak ingin Megawati berhenti melanjutkan kariernya di Korea hanya karena dirinya pergi.
Atas pertimbangan tersebut, Ko Hee-jin kemudian disebut menghubungi Kang Sung-hyung dari Hyundai Hill State. Tujuannya adalah membuka jalan bagi Megawati untuk mendapatkan klub baru.
Dalam cerita yang disampaikan, Ko Hee-jin tidak ingin Megawati kembali ke Red Sparks ketika persoalan yang mencoreng nama klub masih kuat di mata publik. Ia disebut menilai Red Sparks membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi dan nama besar klub.
Hyundai Hill State akhirnya menjadi pilihan baru bagi Megawati. Kepindahan tersebut pun dapat dilihat dari sisi berbeda. Jika sebelumnya keputusan Megawati tidak kembali ke Red Sparks bisa dianggap sebagai perpisahan dengan klub lamanya, cerita ini menggambarkannya sebagai bagian dari upaya Ko Hee-jin memberikan jalan baru bagi pemain yang telah dianggap seperti anak sendiri.
Kisah tersebut juga menunjukkan kedekatan emosional antara Megawati Hangestri dan Ko Hee-jin selama keduanya berada di lingkungan Red Sparks.
Kini, Megawati melanjutkan perjalanan bersama Hyundai Hill State. Sementara itu, Ko Hee-jin telah memilih membuka babak baru setelah meninggalkan Red Sparks.
Baca Juga: PSHT Pilih Tempuh Jalur Hukum
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest