Veda Pratama Moto3 2027 Diprediksi Tetap di Honda, Ini Alasan Teknisnya

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 18:00 WIB
Veda Pratama Moto3 2027 diprediksi tetap bersama Honda Team Asia. Adaptasi sasis dan konsistensi menjadi alasan utamanya (Pinterest).
Veda Pratama Moto3 2027 diprediksi tetap bersama Honda Team Asia. Adaptasi sasis dan konsistensi menjadi alasan utamanya (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM- Veda Pratama Moto3 2027 diprediksi masih akan berlanjut bersama Honda Team Asia, meski rumor kepindahan ke tim yang menggunakan motor KTM sempat ramai. Analisis dalam video menyebut bertahan dengan Honda justru dapat menjadi pilihan strategis bagi Veda untuk menjaga perkembangan teknik dan konsistensi balapnya.

Rumor kepindahan Veda muncul setelah penampilan impresifnya dan konsistensinya dalam meraih poin pada musim perdana. Ekspektasi publik Indonesia pun ikut meningkat. Ada dorongan agar Veda segera mendapatkan motor yang dianggap lebih kompetitif demi memperbesar peluang pembalap Indonesia bersaing di papan atas.

Namun, perpindahan tim pada level kejuaraan dunia bukan sekadar pergantian seragam dan garasi. Veda dinilai harus kembali beradaptasi apabila berpindah dari Honda ke KTM. Analisis tersebut menyoroti perbedaan karakter sasis antara Honda NSF 250 RW dan motor KTM.

Honda NSF 250 RW disebut menggunakan sasis aluminium dengan karakter fleksibilitas lateral tertentu. Sementara itu, KTM menggunakan geometri sasis baja tubular yang memiliki tingkat kekakuan berbeda. Perubahan karakter tersebut berpotensi memengaruhi gaya berkendara, termasuk kemampuan trail braking yang sedang berkembang pada Veda.

Veda disebut mulai memahami titik pengereman yang memungkinkan dirinya menekan tuas rem dengan dalam sambil merebahkan motor tanpa kehilangan cengkeraman roda depan. Kemampuan tersebut menjadi salah satu modal penting yang sedang dibangun pada musim perdananya.

Selain sasis, faktor lain yang dinilai penting adalah manajemen ban. Veda telah mendapatkan pengalaman menggunakan karakter ban Pirelli bersama Honda. Pemahaman mengenai cara menjaga kondisi ban sejak awal hingga akhir balapan dinilai membutuhkan jam terbang yang spesifik.

Karena itu, perpindahan motor pada tahun kedua dianggap berisiko mengharuskan Veda membangun kembali memori otot, insting balap, hingga pemahaman batas motor. Apalagi persaingan Moto3 sangat ketat dengan selisih waktu antarpembalap yang dapat sangat tipis.

Baca Juga: Kades Usulkan Empat Poin ke DPR

Data Pace Veda Jadi Modal Penting

Analisis dalam video juga menyoroti performa Veda di sejumlah sirkuit. Di Jerez, Veda disebut mencatat lap terbaik pada lap kelima dengan waktu 1 menit 45,07 detik. Kecepatan puncaknya mencapai 222,2 kilometer per jam pada awal balapan.

Veda juga dinilai mampu menjaga pace secara konsisten pada separuh pertama balapan. Bahkan, ia masih mampu mencatat sektor tercepat ketika balapan telah memasuki lap ke-13. Data tersebut digunakan sebagai gambaran bahwa Veda mulai menemukan kecocokan dengan karakter Honda NSF 250 RW.

Performa di bagian tengah sirkuit juga disebut memperlihatkan peningkatan presisi Veda dalam mengeksekusi tikungan. Area tersebut membutuhkan kepercayaan diri terhadap bagian depan motor dan teknik trail braking yang presisi.

Pada fase lap ke-9 hingga lap ke-16, Veda disebut mampu mempertahankan ritme sekaligus menjaga kecepatan puncak di kisaran 225 hingga 226,8 km/jam. Konsistensi tersebut dikaitkan dengan kemampuan manajemen ban dan kontrol momentum untuk tetap berada dalam kelompok terdepan.

Fokus Veda Menuju Moto3 2027

Jika benar tetap bersama Honda Team Asia, tantangan Veda pada Moto3 2027 bukan lagi sekadar mencari kecepatan satu lap. Analisis dalam video menekankan pentingnya mengubah raw pace menjadi konsistensi yang stabil sepanjang balapan.

Kemampuan mencatat waktu secara konsisten dari awal hingga akhir balapan disebut sebagai konsistensi “metronomik”. Veda juga dinilai perlu meningkatkan ketenangan mental ketika menghadapi tekanan balapan. Dalam sumber tersebut, detak jantung Veda saat kualifikasi atau balapan disebut dapat mencapai lebih dari 200 kali per menit.

Persiapan menuju 2027 juga berkaitan dengan komposisi tim. Video menyoroti masih adanya kemungkinan kursi kosong di Honda Team Asia dan pentingnya memilih rekan setim yang mampu memberikan data teknis secara akurat.

Pembalap kedua dinilai bukan hanya berfungsi sebagai tandem, tetapi juga membantu tim mengumpulkan data setup dalam sesi latihan yang waktunya terbatas. Profil yang dianggap ideal adalah pembalap dengan gaya analitis, mampu memberikan umpan balik teknis presisi, serta memahami karakter sasis dan corner speed.

Dengan demikian, rumor kepindahan Veda ke tim lain belum menjadi kepastian dalam transkrip tersebut. Justru, bertahan bersama Honda Team Asia dipandang sebagai salah satu skenario yang memungkinkan Veda melanjutkan fondasi teknis yang telah dibangunnya dan mengejar target lebih tinggi pada Moto3 2027.

Baca Juga: Pemberdayaan Kesehatan Berbasis Kelompok Tani

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
moto3 Honda Team Asia Veda Pratama Moto3 2027 Veda Pratama Moto3 2027