Polemik Akun DON Bisa Picu Gesekan PSHT Minta Anggota Tak Terprovokasi

Zaki Jazai • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 10:27 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

KOTA, Radar Trenggalek – Polemik akun TikTok DON yang diduga menyerang dan melecehkan simbol Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dikhawatirkan berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.

Untuk itu pengurus cabang PSHT Trenggalek meminta seluruh anggotanya menahan diri dan tidak mudah terprovokasi agar persoalan di media sosial tidak memicu gesekan antar organisasi pencak silat.

Ketua Cabang PSHT Trenggalek, Wijono, menilai persoalan yang bermula dari aktivitas individu di media sosial berpotensi mempengaruhi hubungan antar organisasi apabila tidak disikapi secara bijak.

Maka pihaknya memilih mengawal perkara melalui jalur hukum dan menyerahkan proses penanganannya kepada kepolisian.

“Kami memang belum menerima foto penahanan tersangka, namun informasi di lapangan menyebutkan polisi sudah menahannya,” ungkap Wijono, Jumat (11/9).

Baca Juga: PSHT Pilih Tempuh Jalur Hukum

Menurut dia, organisasi telah melaporkan dugaan pelanggaran terkait konten akun TikTok DON ke SPKT Polres Trenggalek pada Minggu (6/9).

Tim hukum juga telah menyerahkan bukti digital serta menghadirkan saksi yang diperlukan untuk membantu proses penyelidikan dan penyidikan.

“Kami sudah melaporkan secara resmi dari pihak organisasi terkait dugaan pelanggaran UU ITE ini,” katanya.

Dia mengatakan, persoalan tersebut tidak boleh berkembang menjadi aksi saling berhadapan antarkelompok.

Terlebih, Trenggalek memiliki sejumlah organisasi atau perguruan pencak silat yang selama ini hidup berdampingan di tengah masyarakat.

“Semua pihak harus bijak bermedia sosial. Kita ini hidup berdampingan di masyarakat, jadi tidak perlu saling mencaci atau menghina,” imbaunya.

Dia menilai konten yang menyentuh identitas maupun marwah organisasi berpotensi memancing reaksi apabila tidak disikapi dengan kepala dingin.

Apalagi, persoalan yang awalnya dilakukan secara pribadi di media sosial dapat berdampak lebih luas ketika informasi tersebut menyebar dan memancing emosi anggota di tingkat bawah.

“Aksi ini mungkin bermula dari ulah pribadi oknum. Namun, efeknya sangat mengkhawatirkan karena bisa merusak hubungan baik antar organisasi,” jelasnya.

Karena itu, penegakan hukum dinilai menjadi kunci untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara terukur. PSHT berharap seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak mengambil tindakan sendiri yang justru dapat mengganggu kondusifitas daerah.

Di sisi lain, Wijono secara khusus meminta anggota PSHT di tingkat akar rumput untuk tetap tenang. Dia mengingatkan agar anggota tidak mudah terpancing oleh informasi maupun konten di media sosial yang belum tentu menggambarkan keseluruhan persoalan.

“Saya menghimbau adik-adik dan seluruh anggota di tingkat bawah untuk tetap tenang serta patuh pada instruksi pimpinan organisasi,” tegasnya.

Dia juga meminta anggota tidak melakukan pengerahan massa maupun konvoi sebagai bentuk respons terhadap persoalan tersebut.

Sebab langkah tersebut justru berpotensi menimbulkan persoalan baru di tengah proses hukum yang sedang berlangsung. “Kami minta dengan sangat agar anggota tidak melakukan kegiatan turun ke jalan seperti konvoi,” lanjutnya.

PSHT, lanjut Wijono, memilih menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. Organisasi juga memastikan akan mengikuti perkembangan kasus melalui jalur yang telah ditempuh tanpa melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi.

Sikap tersebut dinilai penting mengingat persoalan di media sosial memiliki daya sebar yang cepat.

Satu konten dapat memicu respons berantai apabila tidak diimbangi sikap bijak dari pengguna maupun anggota organisasi yang bersangkutan.

Wijono berharap kepolisian dapat menangani perkara secara profesional dan transparan sehingga persoalan dapat diselesaikan melalui mekanisme hukum.

Di sisi lain, masyarakat dan seluruh perguruan pencak silat diminta tetap menjaga hubungan baik serta tidak membiarkan provokasi berkembang menjadi konflik di lapangan.

“Kepolisian, masyarakat, dan seluruh perguruan tentu memiliki harapan yang sama: menjaga situasi Kabupaten Trenggalek agar selalu aman dan kondusif,” pungkas pria yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Inspektorat Trenggalek ini. (jaz/din)

Editor : Adinda Okta Fitriana
Sumber : RADAR TRENGGALEK
Wijono TikTok DON SPKT Polres Trenggalek psht