TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Era Keemasan Islam pernah menempatkan Baghdad sebagai pusat ilmu pengetahuan dunia. Pada masa itu, berbagai penemuan ilmiah, perkembangan pendidikan, hingga layanan kesehatan berkembang pesat dan bahkan disebut mendahului sejumlah temuan yang kemudian populer di Eropa. Namun, masa kejayaan tersebut perlahan memudar hingga akhirnya berakhir setelah dilanda konflik internal dan serangan besar dari Kekaisaran Mongol.
Dalam sebuah video edukasi yang membahas sejarah peradaban Islam, dijelaskan bahwa banyak teori dan penemuan yang selama ini dikenal berasal dari ilmuwan Eropa ternyata memiliki gagasan serupa yang telah lebih dahulu dikembangkan oleh ilmuwan Muslim.
Salah satu contohnya adalah gagasan mengenai perubahan makhluk hidup akibat pengaruh lingkungan. Menurut video tersebut, seorang ilmuwan Muslim dari kawasan Arab telah lebih dulu mengemukakan pemikiran yang sejalan dengan teori evolusi jauh sebelum teori tersebut dikembangkan oleh ilmuwan Eropa.
Baca Juga: 5 Tanaman Liar Berkhasiat untuk Kesehatan, Dokter Ungkap Manfaat Meniran hingga Rumput Teki
Baghdad Menjadi Kota Paling Maju di Dunia
Pada masa Era Keemasan Islam, Baghdad digambarkan sebagai kota paling maju dan paling padat di dunia.
Letaknya yang berada di jalur perdagangan internasional serta didukung tanah yang subur membuat kota ini berkembang menjadi pusat ekonomi sekaligus ilmu pengetahuan.
Di berbagai sudut kota berdiri fasilitas yang menunjukkan kemajuan peradaban saat itu.
Salah satunya adalah rumah sakit umum yang disebut sebagai rumah sakit umum pertama di dunia.
Rumah sakit tersebut telah memiliki bangsal untuk berbagai jenis penyakit, apotek, layanan kesehatan jiwa, hingga fasilitas penelitian medis.
Seluruh layanan itu disebut tersedia secara gratis karena dibiayai oleh kas negara.
Kota Kedamaian dengan Arsitektur Megah
Baghdad juga dikenal memiliki pusat pemerintahan yang disebut Kota Kedamaian.
Kota ini dibangun berbentuk lingkaran dan dikelilingi tembok raksasa yang tingginya disebut hampir dua kali tinggi Monumen Nasional (Monas).
Di depan tembok terdapat parit pertahanan, sementara pintu gerbang dijaga ketat oleh prajurit.
Di bagian tengah kota berdiri istana megah yang menjadi tempat tinggal pemimpin tertinggi pemerintahan Islam saat itu.
Kompleks tersebut menjadi simbol kekuatan sekaligus kemajuan peradaban Abbasiyah.
Baitul Hikmah Menjadi Pusat Ilmu Pengetahuan
Salah satu faktor yang disebut menjadi kunci kemajuan Era Keemasan Islam adalah keberadaan Baitul Hikmah atau House of Wisdom.
Tempat ini bukan sekadar perpustakaan, tetapi juga pusat penelitian dan diskusi para ilmuwan.
Awalnya, Baitul Hikmah merupakan perpustakaan pribadi pendiri kota.
Kemudian, tempat tersebut dikembangkan menjadi pusat ilmu pengetahuan oleh para penerusnya yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap pendidikan.
Video itu menyebutkan bahwa salah seorang pemimpin bahkan lebih memilih meminta koleksi buku dari perpustakaan musuh dibandingkan emas setelah memenangkan peperangan.
Buku-buku tersebut diterjemahkan dan dipelajari untuk memperkaya ilmu pengetahuan.
Pemimpin tersebut juga disebut kerap berdiskusi langsung dengan para ilmuwan di Baitul Hikmah.
Ilmuwan Mendapat Dukungan Negara
Di Baitul Hikmah, para ilmuwan tidak hanya menerjemahkan berbagai karya dari Yunani kuno dan wilayah lain.
Mereka juga melakukan penelitian serta mengembangkan berbagai cabang ilmu pengetahuan.
Banyak ilmuwan pada masa itu menguasai lebih dari satu bidang, mulai dari matematika, fisika, filsafat, agama, hingga ilmu pemerintahan.
Penelitian mereka mendapat dukungan negara sehingga aktivitas ilmiah berkembang pesat.
Kondisi tersebut kemudian mendorong kota-kota Islam lainnya membangun perpustakaan dan pusat pendidikan serupa.
Madrasah yang sebelumnya berfokus pada pendidikan agama mulai mengajarkan berbagai disiplin ilmu lainnya.
Bahkan, disebutkan ada seorang perempuan yang menggunakan seluruh kekayaannya untuk membangun universitas pertama di dunia karena meningkatnya jumlah masyarakat yang ingin belajar.
Baca Juga: 7 Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan, Disebut Bantu Turunkan Gula Darah hingga Jaga Daya Ingat
Sejumlah Penemuan Disebut Lebih Dulu Hadir
Video tersebut juga menyoroti berbagai penemuan ilmiah yang disebut telah muncul di dunia Islam sebelum dipopulerkan di Eropa.
Di antaranya adalah prinsip peredaran darah yang disebut telah dipahami oleh ilmuwan Muslim sebelum kemudian dikenal melalui seorang dokter asal Inggris.
Selain itu, gagasan mengenai hukum pembiasan cahaya juga disebut telah dikemukakan oleh ilmuwan Muslim sebelum kemudian dikaitkan dengan peneliti asal Belanda.
Berbagai konsep fisika yang kini dipelajari di sekolah juga disebut pernah menjadi bahan diskusi para ilmuwan di Baitul Hikmah.
Bagaimana Jika Era Keemasan Islam Tidak Pernah Berakhir?
Video tersebut kemudian mengajak penonton membayangkan bagaimana perkembangan dunia apabila Era Keemasan Islam tidak pernah berakhir.
Menurut pemaparan tersebut, dunia mungkin akan lebih mengenal nama-nama ilmuwan Arab sebagai pelopor Revolusi Sains.
Baitul Hikmah diperkirakan akan terus berkembang menjadi pusat penelitian yang melahirkan berbagai inovasi baru.
Wilayah Arab juga berpotensi mempertahankan posisinya sebagai pusat perkembangan ilmu pengetahuan dunia.
Disebutkan pula bahwa salah satu pemicu berkembangnya Revolusi Sains di Eropa adalah tersebarnya buku-buku berbahasa Arab yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin.
Karya-karya tersebut kemudian dipelajari di berbagai universitas Eropa dan mendorong lahirnya rasa ingin tahu, eksperimen, serta kemunculan ilmuwan-ilmuwan besar.
Revolusi Industri Disebut Bisa Terjadi Lebih Cepat
Selain perkembangan ilmu pengetahuan, video tersebut juga menyinggung kemungkinan Revolusi Industri berlangsung lebih awal apabila Era Keemasan Islam terus berlanjut.
Salah satu alasannya adalah adanya insinyur Muslim yang telah mengembangkan prinsip mekanik berupa perubahan gerak naik turun menjadi gerak putar.
Selain itu, terdapat eksperimen yang memanfaatkan tenaga uap untuk memutar kincir sederhana.
Menurut video tersebut, apabila penelitian tersebut terus berlanjut dan mendapat dukungan, bukan tidak mungkin teknologi mesin uap berkembang lebih cepat.
Mesin uap kemudian diperkirakan mampu mempercepat perkembangan transportasi, industri, dan teknologi karena memiliki tenaga yang lebih besar dibandingkan tenaga manusia maupun hewan.
Penyebab Kemunduran Era Keemasan Islam
Meski memiliki kemajuan besar, Era Keemasan Islam akhirnya mengalami kemunduran.
Video tersebut menyebut beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut.
Salah satunya adalah kebijakan yang membuat sistem pendidikan menjadi lebih konservatif dan tradisional.
Selain itu, konflik internal juga melemahkan pemerintahan.
Salah seorang pemimpin dinasti membentuk pasukan elite yang terdiri atas budak asal Turki karena tidak lagi mempercayai pejabat maupun militer lokal di Baghdad.
Namun, pasukan tersebut kemudian justru memperoleh kekuasaan yang semakin besar dan kerap berselisih dengan masyarakat.
Situasi itu mendorong pemindahan ibu kota dari Baghdad.
Dalam perkembangannya, pasukan elite tersebut disebut semakin berpengaruh hingga para pemimpin daerah hanya dianggap sebagai penguasa simbolis.
Di sisi lain, anggaran negara terkuras akibat peperangan, sementara perdagangan internasional ikut melemah karena terganggunya jalur perdagangan.
Akibatnya, satu per satu wilayah memilih memisahkan diri dari kekuasaan pusat.
Baca Juga: 10 Makanan Khas Jawa Timur yang Wajib Dicoba, Rawon hingga Rujak Cingur Jadi Favorit Wisatawan
Serangan Mongol Mengakhiri Kejayaan Baghdad
Di tengah kondisi yang semakin lemah, Baghdad akhirnya diserang oleh Kekaisaran Mongol.
Video tersebut menggambarkan bahwa pasukan Mongol mengepung kota dengan ratusan ribu tentara serta ribuan insinyur perang.
Karena kekuatan pemerintahan telah terpecah, bantuan tidak kunjung datang.
Baghdad akhirnya jatuh ke tangan pasukan Mongol.
Berbagai bangunan dihancurkan dan Baitul Hikmah ikut musnah.
Ribuan koleksi buku disebut dibakar maupun dibuang ke sungai.
Bahkan muncul legenda yang menyebut air sungai berubah menghitam akibat tinta dari buku-buku yang larut ke dalam air.
Warisan Ilmu Pengetahuan Tetap Bertahan
Meski Era Keemasan Islam telah berakhir, jejaknya disebut masih dapat ditemukan dalam perkembangan ilmu pengetahuan modern.
Berbagai istilah dan konsep ilmiah yang digunakan hingga kini dinilai tidak terlepas dari kontribusi para ilmuwan Muslim pada masa itu.
Video tersebut juga menekankan bahwa kemajuan peradaban Islam lahir karena adanya dukungan terhadap pendidikan, penerjemahan karya ilmiah, pendanaan penelitian, serta keterlibatan langsung para pemimpin dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Di akhir pembahasannya, video tersebut mengajak masyarakat untuk merenungkan pentingnya kepemimpinan yang memberikan perhatian besar terhadap pendidikan dan riset sebagai salah satu fondasi kemajuan sebuah peradaban.
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest