TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Peradaban Islam pada masa Golden Age atau Masa Keemasan Islam pernah menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia melalui House of Wisdom, sebuah lembaga yang menghimpun berbagai ilmu dari beragam peradaban tanpa memandang asal-usul maupun latar belakang para ilmuwannya. Keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan disebut menjadi faktor utama yang mendorong lahirnya berbagai penemuan yang pengaruhnya masih dirasakan hingga sekarang.
Dalam pemaparan yang disampaikan melalui sebuah video edukasi di YouTube, dijelaskan bahwa ilmu pengetahuan bukanlah sesuatu yang diciptakan manusia, melainkan ditemukan. Namun, muncul pertanyaan mengenai bagaimana pengetahuan tersebut dapat dikumpulkan, disusun, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Jawabannya mengarah pada sebuah peradaban yang pernah berhasil menghimpun beragam cabang ilmu hingga dikenal sebagai pusat ilmu pengetahuan dunia selama berabad-abad. Warisan intelektual dari peradaban tersebut bahkan masih menjadi bagian dari proses pembelajaran hingga saat ini.
House of Wisdom Menjadi Simbol Kejayaan Peradaban Islam
Video tersebut menjelaskan bahwa ketika sebagian wilayah Eropa masih berada pada periode yang dikenal sebagai masa kegelapan atau Dark Age, peradaban Islam justru telah memasuki masa kejayaannya.
Setelah wafatnya pendiri peradaban Islam, para penerus kepemimpinan melanjutkan ekspansi wilayah sehingga kekuasaan berkembang dengan sangat pesat.
Perkembangan tersebut semakin menguat ketika sebuah kota ditetapkan sebagai ibu kota pemerintahan. Posisi yang strategis serta pembangunan besar-besaran menjadikan kota tersebut berkembang sebagai pusat perdagangan sekaligus pusat ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
Selama sekitar 500 tahun, wilayah itu disebut mampu menjadi pusat aktivitas intelektual dunia bahkan melampaui berbagai kota besar yang terkenal pada masanya.
Kejayaan tersebut kemudian dikenal sebagai Golden Age of Islam atau Masa Keemasan Islam.
Gerakan Intelektual yang Melahirkan House of Wisdom
Salah satu simbol terpenting dari masa keemasan itu adalah berdirinya House of Wisdom.
Dalam video dijelaskan bahwa House of Wisdom merupakan tempat berkumpulnya orang-orang cerdas dan bijaksana untuk mempelajari, mengembangkan, serta mendiskusikan berbagai cabang ilmu pengetahuan.
Lembaga tersebut berkembang semakin pesat ketika seorang pemimpin baru mulai berkuasa. Pada masa itu lahir sebuah gerakan intelektual yang kemudian menjadi jantung aktivitas House of Wisdom.
Para khalifah mendorong penerjemahan berbagai buku ilmu pengetahuan maupun filsafat dari beragam bahasa ke dalam bahasa Arab.
Langkah tersebut dilakukan agar seluruh pengetahuan yang berasal dari berbagai peradaban dapat dipelajari dan dikuasai oleh masyarakat.
Menurut penjelasan dalam video, semangat yang melandasi gerakan tersebut adalah keyakinan bahwa kebenaran dapat ditemukan oleh siapa saja tanpa memandang asal-usulnya.
Karena itu, tidak ada alasan untuk merasa malu menerima kebenaran meskipun berasal dari orang asing.
Bahasa Arab Menjadi Bahasa Ilmu Pengetahuan
Gerakan penerjemahan yang berlangsung secara besar-besaran membawa dampak penting terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
Bahasa Arab kemudian berkembang menjadi bahasa paling penting dalam dunia ilmu pengetahuan selama berabad-abad.
Seluruh proses tersebut berlangsung jauh sebelum teknologi penerjemahan modern seperti Google Translate hadir.
Melalui proses penerjemahan itu, berbagai karya ilmiah dari banyak wilayah berhasil dihimpun dalam satu bahasa sehingga dapat dipelajari secara lebih luas.
Hal tersebut menjadikan House of Wisdom sebagai salah satu pusat pembelajaran paling berpengaruh pada masanya.
Baca Juga: 20 Makanan Khas Jawa Timur yang Wajib Dicoba, dari Soto Lamongan hingga Nasi Serpang Madura
Memiliki Salah Satu Perpustakaan Terbesar di Dunia
Selain menjadi pusat kajian ilmu pengetahuan, House of Wisdom juga dikenal memiliki salah satu perpustakaan terbesar di dunia pada masa itu.
Keberadaan perpustakaan tersebut memungkinkan berbagai disiplin ilmu dan pemikiran filsafat dari banyak peradaban terintegrasi ke dalam tradisi intelektual Islam.
Dari proses inilah kemudian lahir berbagai tokoh yang menghasilkan pemikiran penting.
Warisan pemikiran mereka disebut masih dipelajari hingga sekarang melalui proses pendidikan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Video tersebut menekankan bahwa berbagai pengetahuan yang dipelajari masyarakat modern saat ini tidak lepas dari kontribusi para ilmuwan yang berkembang pada masa Golden Age of Islam.
Keterbukaan Menjadi Rahasia Kemajuan
Video itu kemudian mengangkat pertanyaan mengenai faktor yang membuat House of Wisdom mampu berkembang menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia.
Jawaban yang diberikan adalah adanya satu prinsip mendasar, yakni semangat untuk mencari kebenaran tanpa membedakan siapa yang menemukannya.
Para ilmuwan dan pemikir yang berkumpul di House of Wisdom berasal dari berbagai etnis serta agama.
Perbedaan tersebut tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama dalam menemukan maupun mengembangkan ilmu pengetahuan.
Justru keberagaman dianggap sebagai kekuatan yang memperkaya sudut pandang serta mempercepat perkembangan ilmu.
Dengan terbukanya ruang diskusi bagi berbagai kelompok, beragam cabang ilmu dapat berkembang secara lebih luas.
Tidak Membedakan Asal Pengetahuan
Dalam penjelasan video juga disampaikan pandangan seorang filsuf Islam pertama mengenai pencarian kebenaran.
Disebutkan bahwa cita-cita intelektual dalam Islam adalah menemukan kebenaran, sementara kebenaran sendiri dapat ditemukan oleh siapa pun.
Prinsip tersebut menjadi dasar berkembangnya budaya ilmiah yang tidak membatasi seseorang berdasarkan identitas tertentu.
Menurut video, apabila masyarakat pada masa itu bersikap eksklusif dan diskriminatif, maka peradaban Islam tidak akan mampu mencapai masa keemasannya.
Sebaliknya, keterbukaan terhadap berbagai pemikiran justru memungkinkan ilmu pengetahuan berkembang secara pesat.
Keberagaman Menjadi Aset dalam Mencari Ilmu
Pada bagian penutup, video menghubungkan sejarah House of Wisdom dengan kondisi masyarakat masa kini.
Disampaikan bahwa masyarakat modern juga terdiri atas beragam etnis dan agama, sebagaimana komunitas ilmuwan yang pernah berkembang di House of Wisdom.
Keberagaman tersebut dipandang sebagai aset penting yang dapat dimanfaatkan untuk memperkaya wawasan dan sudut pandang.
Karena itu, masyarakat diajak untuk tidak menutup diri terhadap perbedaan.
Sebaliknya, keterbukaan dalam belajar bersama dinilai mampu memperluas pengetahuan sekaligus memperkaya cara pandang terhadap berbagai persoalan.
Pesan utama yang disampaikan adalah bahwa keberhasilan House of Wisdom menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia bukan hanya karena besarnya koleksi ilmu yang dimiliki, melainkan karena budaya intelektual yang terbuka terhadap siapa saja yang membawa kebenaran.
Semangat untuk menerima pengetahuan dari berbagai latar belakang itulah yang disebut menjadi fondasi utama lahirnya berbagai penemuan pada Masa Keemasan Islam serta menjadi warisan yang masih relevan untuk diterapkan dalam lingkungan pendidikan hingga saat ini.
Baca Juga: Era Keemasan Islam Pernah Jadikan Baghdad Pusat Ilmu Dunia, Mengapa Akhirnya Runtuh?
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest