SOSOK inspiratif di bidang kecantikan medis, dr Tika Primasari MBiomed (AAM), bisa membuktikan bahwa profesi dokter dapat berjalan selaras dengan dunia bisnis tanpa meninggalkan nilai profesionalisme.
Perjalanan dr Tika dalam membangun usahanya berawal dari keinginan sederhana menjalankan bisnis yang sesuai dengan passion sekaligus tetap berpegang pada profesinya sebagai dokter. Ketertarikannya pada dunia kecantikan menjadi titik awal menekuni bidang tersebut secara serius.
Menurut dia, kecantikan bukan sekadar tren, melainkan bagian dari kebutuhan masyarakat modern yang semakin sadar akan perawatan diri.
Langkah awalnya dimulai pada tahun 2010 setelah lulus sebagai dokter. Dia melihat peluang besar di industri kecantikan yang saat itu mulai berkembang. Tanpa ragu, dia mulai memperkaya diri dengan ilmu melalui berbagai pelatihan dan seminar.
Baca Juga: Sosok Perempuan Inspiratif Asal Trenggalek, Ari Ardani, Konsisten Berkarya di Dunia Rias
Akhirnya membuahkan hasil ketika pada tahun 2013 memberanikan diri membuka klinik kecantikan sendiri. Tidak berhenti di situ, dr Tika melanjutkan pendidikan S-2 di bidang anti-aging sebagai bentuk komitmennya mengikuti kebutuhan masyarakat yang semakin peduli terhadap penuaan dini.
Namun, perjalanan membangun usaha tidak selalu mulus. Tantangan terbesar yang dihadapinya di awal adalah bagaimana membangun pasar sekaligus menciptakan branding, baik untuk produk maupun dirinya sebagai profesional.
“Dalam dunia yang kompetitif, membangun kepercayaan konsumen menjadi kunci utama,” terang pemilik klinik di Jalan Brigjen Soetran Trenggalek ini. Untuk mengatasi tantangan tersebut, dia menekankan pentingnya trust atau kepercayaan.
Dia mengembangkan strategi untuk menjaga loyalitas pasien, sekaligus menciptakan diferensiasi yang membedakan usahanya dari kompetitor.
Menurut dia, kekuatan product branding dan personal branding menjadi fondasi utama dalam membangun bisnis yang berkelanjutan.
Salah satu pencapaian paling dibanggakan adalah kemampuannya bangkit dari titik terendah pada tahun 2019.
Dari kondisi tersebut, dia justru menemukan peluang baru yang melahirkan brand Novatic. Kini, brand tersebut telah berkembang pesat dengan tiga cabang tersebar di Tulungagung, Trenggalek, dan Surabaya. Melihat perkembangan industri kecantikan saat ini, dr Tika menilai bahwa sektor ini terus tumbuh dengan sangat pesat.
Meskipun persaingan semakin ketat, dia tetap optimistis karena tingginya minat masyarakat terhadap perawatan kecantikan.
Ditambah lagi, kemajuan teknologi mendorong pelaku usaha untuk terus belajar dan beradaptasi agar tetap relevan. Ke depan, dr Tika berharap usahanya dapat terus diterima masyarakat luas dan memberikan pelayanan terbaik.
Baca Juga: Cara Efektif Melatih Otot Bahu untuk Postur Tegap dan Kekuatan Maksimal
Dia juga berencana memperluas jangkauan pemasaran serta meningkatkan kualitas layanan agar konsumen memiliki lebih banyak pilihan, baik dari segi treatment maupun produk skincare.
Kisah dr Tika Primasari menjadi bukti bahwa keberanian, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar adalah kunci dalam meraih kesuksesan.
Dia tidak hanya membangun bisnis, tetapi juga memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk berani mengembangkan passion tanpa meninggalkan identitas profesional.(gun/c1/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana