Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Review MacBook Neo Resmi Indonesia: Laptop Apple Rp10 Jutaan dengan Chip iPhone, Mampukah Jadi MacBook Murah Terbaik?

Isna Dzikirianti • Rabu, 3 Juni 2026 | 14:03 WIB
MacBook Neo resmi hadir di Indonesia. Ditenagai chip A18 Pro, laptop Apple Rp10 jutaan ini cocok untuk belajar dan kerja ringan. (AI)
MacBook Neo resmi hadir di Indonesia. Ditenagai chip A18 Pro, laptop Apple Rp10 jutaan ini cocok untuk belajar dan kerja ringan. (AI)

JAKARTA – Apple kembali menarik perhatian pasar laptop entry-level melalui kehadiran MacBook Neo, perangkat terbaru yang digadang-gadang menjadi MacBook paling terjangkau saat ini.

Menariknya, laptop ini tidak menggunakan chipset seri M seperti MacBook pada umumnya, melainkan mengandalkan chip yang biasa digunakan pada iPhone.

Kehadiran MacBook Neo resmi di Indonesia menjadi kabar menarik bagi pengguna yang ingin merasakan ekosistem Apple tanpa harus mengeluarkan dana besar.

Dengan harga mulai Rp10 jutaan, perangkat ini menawarkan desain khas Apple, sistem operasi macOS terbaru, serta performa yang cukup menjanjikan untuk kebutuhan harian.

Baca Juga: Review Lenovo Yoga Tab 2026: Tablet AI Premium dengan Keyboard dan Stylus Gratis, Performa Snapdragon 8 Gen 3 Bikin Kaget

Sebagai laptop murah Apple, MacBook Neo menyasar pelajar, mahasiswa, hingga pengguna pemula yang membutuhkan perangkat ringkas untuk bekerja, belajar, dan menikmati hiburan.

Desain Ringkas dengan Build Quality Khas Apple

Secara tampilan, MacBook Neo hadir dengan desain minimalis yang tetap mempertahankan identitas Apple. Bodinya menggunakan material aluminium dengan finishing doff yang membuat tampilannya terlihat elegan sekaligus tidak mudah meninggalkan sidik jari.

Varian warna silver yang diuji dalam ulasan ini memberikan kesan aman dan profesional. Meski tidak semencolok pilihan warna lain yang tersedia, warna tersebut tetap cocok digunakan dalam berbagai aktivitas.

Dimensinya bahkan sedikit lebih kecil dibandingkan MacBook Air. Bobotnya juga ringan sehingga nyaman dibawa bepergian. Meski masuk kategori laptop murah Apple, kualitas rakitan yang ditawarkan tetap terasa kokoh dan premium.

Dari sisi konektivitas, perangkat ini dibekali dua port USB-C, jack audio 3,5 mm, serta speaker stereo yang ditempatkan di kedua sisi bodi.

Baca Juga: Review BYD Sealion 7: Mobil Listrik "Sempurna" yang Siap Guncang Pasar SUV Premium di Indonesia

Mengandalkan Chip A18 Pro dari iPhone

Salah satu hal paling menarik dari MacBook Neo adalah penggunaan chipset Apple A18 Pro. Chip ini merupakan prosesor yang sama dengan yang digunakan pada iPhone 16 Pro.

Dibangun dengan fabrikasi 3 nanometer, chipset tersebut memiliki enam inti prosesor yang terdiri dari dua performance core dan empat efficiency core. Selain itu, tersedia juga Neural Processing Unit (NPU) 16-core untuk mendukung pemrosesan kecerdasan buatan atau AI.

Meski memakai chip iPhone, sistem operasi yang dijalankan tetap macOS versi terbaru. Pengguna masih mendapatkan pengalaman khas MacBook mulai dari tampilan antarmuka, dukungan aplikasi, hingga integrasi dengan perangkat Apple lainnya.

Berdasarkan hasil benchmark, performa single-core MacBook Neo bahkan mampu melampaui MacBook generasi M1 dalam beberapa pengujian. Sementara skor multi-core yang diraih juga tergolong kompetitif untuk kelas harganya.

Cocok untuk Produktivitas dan Editing Ringan

Dalam penggunaan sehari-hari, MacBook Neo mampu menjalankan berbagai aktivitas produktivitas tanpa kendala berarti. Mulai dari mengetik dokumen, mengelola email, membuka banyak tab browser, hingga streaming video dapat dilakukan dengan lancar.

Baca Juga: Nissan Grafit Bikin Heboh, MPV 7 Penumpang Harga Rp105 Jutaan dengan 6 Airbag dan Fitur Lengkap, Siap Goyang Dominasi Avanza?

Varian dasar yang dijual di Indonesia dibekali RAM 8 GB dan penyimpanan internal 256 GB. Kapasitas tersebut masih cukup untuk kebutuhan pelajar, mahasiswa, maupun pekerja kantoran.

Untuk kebutuhan kreatif, laptop ini masih sanggup menangani editing foto dan video ringan. Pengujian menggunakan aplikasi editing video menunjukkan proses playback berjalan lancar pada resolusi Full HD 60 fps.

Meski demikian, perangkat ini bukan ditujukan untuk pekerjaan profesional yang membutuhkan banyak efek, layer kompleks, atau rendering dalam skala besar.

Masih Bisa Bermain Game

Kemampuan MacBook Neo ternyata tidak berhenti pada produktivitas saja. Beberapa game masih dapat dimainkan dengan cukup baik.

Bahkan game yang tergolong berat masih dapat dijalankan meskipun tidak selalu menghasilkan frame rate tinggi. Untuk emulator PSP, perangkat ini mampu menampilkan performa hingga 60 fps pada resolusi Full HD.

Saat digunakan bermain game atau melakukan rendering video, suhu bodi memang meningkat. Namun dalam penggunaan normal, laptop tetap terasa adem dan nyaman digunakan dalam waktu lama.

Baterai Irit Jadi Nilai Tambah

Keunggulan lain yang dimiliki MacBook Neo adalah efisiensi daya. Apple mengklaim perangkat ini mampu digunakan seharian penuh dalam skenario penggunaan normal.

Baca Juga: Harga Cuma Rp249 Juta, Jaecoo J5 EV Punya Tenaga 207 HP dan Fitur ADAS Lengkap, Mampukah Jadi Penantang Baru SUV Listrik?

Untuk pemutaran video, daya tahan baterainya diklaim mencapai hingga 16 jam. Dukungan mode sleep khas MacBook juga membuat perangkat dapat langsung digunakan kembali tanpa harus menunggu proses booting lama.

Sementara untuk pengisian daya menggunakan adaptor bawaan 20 watt membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam hingga penuh. Pengguna dapat mempercepat proses pengisian dengan adaptor berdaya lebih besar.

Layak Jadi Pilihan MacBook Murah?

Secara keseluruhan, MacBook Neo menawarkan kombinasi menarik antara harga, desain premium, dan performa yang cukup mumpuni. Penggunaan chipset A18 Pro dari iPhone terbukti mampu memberikan pengalaman komputasi yang memadai untuk aktivitas harian.

Meski memiliki beberapa keterbatasan seperti RAM 8 GB, tidak adanya Touch ID pada varian termurah, serta layar yang belum sepenuhnya setara MacBook Air, perangkat ini tetap menjadi opsi menarik bagi pengguna yang ingin masuk ke ekosistem Apple dengan biaya lebih terjangkau.

Bagi pelajar, mahasiswa, atau pengguna pemula yang membutuhkan laptop ringan untuk belajar dan bekerja, MacBook Neo bisa menjadi salah satu pilihan paling menarik di kelas harga Rp10 jutaan. (*)

Editor : Isna Dzikirianti
#review MacBook Neo #MacBook Neo #Laptop Apple Murah #Apple A18 Pro #MacBook Neo Indonesia