Review Suzuki Fronx Setelah 1.100 Km, Modifikasi Rally Look dengan Velg Torsion Jadi Sorotan

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 16:50 WIB
Review Suzuki Fronx setelah 1.100 km sekaligus modifikasi rally look memakai velg Torsion dan ban 205/65 R15, lengkap dengan ulasan fitment. (Youtube. com)
Review Suzuki Fronx setelah 1.100 km sekaligus modifikasi rally look memakai velg Torsion dan ban 205/65 R15, lengkap dengan ulasan fitment. (Youtube. com)

JAKARTA - Suzuki Fronx kembali menjadi perhatian setelah kreator otomotif Den Dimas membagikan pengalaman menggunakan mobil crossover tersebut selama sekitar satu bulan atau menempuh jarak 1.100 kilometer. Selain mengulas pengalaman berkendara, ia juga memulai proyek modifikasi bergaya rally look dengan mengganti velg dan ban tanpa mengubah karakter utama kendaraan.

Proyek modifikasi dimulai dengan mengganti velg standar Suzuki Fronx menggunakan velg Torsion berukuran 15 inci. Den Dimas mengatakan konsep modifikasi yang dipilih tidak mengarah pada tampilan berlebihan, melainkan sederhana, rapi, dan tetap menarik dipandang.

Menurutnya, fokus utama modifikasi bukan sekadar mengejar penampilan, tetapi tetap mempertahankan kenyamanan mobil untuk penggunaan harian. Karena itu, pemilihan ukuran velg dan ban disesuaikan agar tidak mengganggu karakter bawaan Suzuki Fronx.

Sebelum memasang velg baru, Den Dimas terlebih dahulu membagikan pengalamannya menggunakan Suzuki Fronx selama kurang lebih satu bulan. Dalam periode tersebut, odometer mobil telah mencatat sekitar 1.100 kilometer dengan penggunaan yang didominasi aktivitas harian di dalam kota.

Baca Juga: Review Suzuki Fronx Hybrid 2026, SUV Crossover Rp300 Jutaan dengan ADAS, Worth It Dibeli?

Pengalaman Menggunakan Suzuki Fronx Selama Sebulan

Salah satu bagian yang paling mendapat perhatian adalah bagasi Suzuki Fronx. Menurut Den Dimas, bibir bagasi memang cukup tinggi sehingga proses mengangkat barang terasa sedikit lebih tinggi dibanding beberapa mobil lain.

Namun, desain tersebut justru memberikan keuntungan lain. Karena bukaan pintu bagasi lebih pendek, pintu tetap dapat dibuka meski mobil diparkir sangat dekat dengan tembok.

Ia memperagakan bahwa dengan jarak sekitar 30 sentimeter dari dinding, pintu bagasi masih dapat terbuka sehingga pengguna tetap bisa mengambil barang tanpa kesulitan.

Baca Juga: Suzuki Fronx Jadi Mobil Suzuki Terlaris 2025, Desain Ganteng dan Fitur Lengkap Bikin SUV Kompak Ini Laris Manis

Selain itu, kapasitas bagasi dinilai cukup besar. Den Dimas bahkan menunjukkan empat buah velg dapat dimasukkan ke dalam bagasi Suzuki Fronx tanpa kendala.

Pengalaman positif juga dirasakan saat mengemudi. Ia menilai posisi duduk pengemudi menjadi salah satu keunggulan Suzuki Fronx.

Menurutnya, jok terasa empuk dan memiliki penyangga paha yang baik sehingga posisi berkendara tetap nyaman meski digunakan setiap hari.

Fitur Interior Dinilai Memadai

Selain posisi mengemudi, sejumlah fitur bawaan juga mendapat apresiasi.

Baca Juga: Suzuki Baleno Disuntik Mati Meski Jadi Hatchback Terlaris 2024, Ternyata Ini Alasan Suzuki Lebih Memilih Fronx

Den Dimas menyebut sistem kamera 360 derajat sangat membantu saat bermanuver, terutama bagi pengguna yang sebelumnya lebih sering mengendarai mobil dengan fitur yang lebih sederhana.

Pendingin kabin juga dinilai mampu bekerja dengan baik. Tingkat kedap kabin disebut masih berada pada level standar, sementara wireless charging menjadi salah satu fitur yang cukup sering digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Meski demikian, ia berharap Suzuki menghadirkan port USB Type-C pada model berikutnya. Saat ini mobil tersebut masih menggunakan port USB Type-A.

Menurutnya, penggunaan USB Type-C akan terasa lebih modern dan sesuai dengan perkembangan perangkat elektronik saat ini.

Baca Juga: Suzuki Fronx GX Hybrid Harga Rp293 Juta Bikin Penasaran, Konsumsi BBM Bisa 27 Km/L, Benarkah Jadi SUV Paling Irit di Kelasnya?

Radius Putar Jadi Nilai Lebih

Hal lain yang menjadi perhatian adalah radius putar Suzuki Fronx.

Den Dimas menilai kemampuan bermanuver mobil ini menjadi salah satu kelebihan utama, terutama ketika digunakan di jalan perkotaan yang padat.

Radius putar yang kecil membuat mobil lebih mudah berbelok maupun masuk ke jalan yang sempit.

Ia juga memanfaatkan tombol perintah suara yang tersedia di setir untuk menjalankan berbagai fungsi, termasuk memutar Spotify melalui sistem infotainment.

Baca Juga: Suzuki Fronx 2025 Langsung Jadi Mobil Terlaris Suzuki, Full Spek dengan ADAS dan Hybrid, Bikin HR-V dan Raize Ketar-Ketir?

Fitur tersebut dinilai praktis dan benar-benar berguna dalam penggunaan sehari-hari.

Idle Stop Perlu Adaptasi

Di balik sejumlah kelebihan tersebut, Den Dimas mengaku membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan sistem idle stop Suzuki Fronx.

Menurut pengalamannya, mesin sudah berhenti bekerja ketika mobil masih melaju sangat pelan sambil menginjak pedal rem.

Karakter tersebut berbeda dengan beberapa mobil lain yang baru mematikan mesin ketika kendaraan benar-benar berhenti.

Kondisi itu paling sering dirasakan ketika kendaraan melambat menjelang polisi tidur atau saat menghadapi kemacetan.

Baca Juga: Suzuki Fronx vs Chery Tiggo Cross, Mana Lebih Worth It? Ini Jawaban Blak-blakan Soal Harga Jual, Sparepart, dan After Sales

Meski demikian, ia mengakui proses hidup kembali mesin berlangsung sangat halus sehingga tidak menimbulkan hentakan yang mengganggu kenyamanan berkendara.

Ia menduga karakter tersebut memang merupakan pengaturan bawaan Suzuki, walaupun tetap membutuhkan penyesuaian bagi pengemudi yang baru pertama kali menggunakannya.

Konsumsi BBM Masih Memuaskan

Selama sekitar 1.100 kilometer penggunaan, Den Dimas mencatat konsumsi bahan bakar Suzuki Fronx berkisar 11,8 kilometer per liter untuk penggunaan dalam kota.

Dalam kondisi lalu lintas yang lebih lancar, angka konsumsi bahkan dapat mencapai sekitar 12,5 kilometer per liter.

Baca Juga: Suzuki Fronx vs Chery Tiggo Cross, Mana Lebih Worth It? Ini Jawaban Blak-blakan Soal Harga Jual, Sparepart, dan After Sales

Mobil tersebut lebih banyak digunakan untuk aktivitas mengantar anak sekolah sehingga seluruh catatan konsumsi BBM berasal dari penggunaan harian di perkotaan.

Menurutnya, efisiensi tersebut sudah sangat memuaskan. Ia bahkan menyebut konsumsi bahan bakar Suzuki Fronx jauh lebih irit dibanding Suzuki Jimny yang juga pernah digunakannya.

Selain itu, sistem audio bawaan juga dianggap sudah cukup baik karena telah dilengkapi tweeter sehingga kualitas suara dinilai memadai tanpa perlu melakukan modifikasi tambahan.

Baca Juga: Ternyata Mercedes-Benz C200 Memiliki Kesamaan dengan Suzuki Fronx ,Ini Faktanya!

Meski demikian, ia menemukan kendala pada koneksi Apple CarPlay yang sesekali tidak langsung terhubung. Kondisi serupa sebelumnya juga pernah ia alami pada Suzuki Jimny.

Walau tidak terlalu mengganggu, ia berharap konektivitas tersebut dapat menjadi perhatian untuk pengembangan berikutnya.

Setelah puas dengan pengalaman berkendara selama satu bulan, Den Dimas akhirnya membawa Suzuki Fronx ke bengkel untuk memulai tahap pertama proyek modifikasi bergaya rally look.

Proyek Modifikasi Rally Look Dimulai

Setelah mengulas pengalaman penggunaan selama sebulan, Den Dimas langsung membawa Suzuki Fronx ke bengkel untuk memulai proyek modifikasi. Konsep yang dipilih berbeda dari proyek-proyek sebelumnya yang lebih mengarah ke gaya overland.

Baca Juga: Suzuki Fronx Cocok untuk Harian? Ini Alasan SUV Compact Mild Hybrid Ini Jadi Mobil Idaman, Irit, Fitur Lengkap dan Harga Mulai Rp270 Jutaan

Kali ini, ia ingin menghadirkan nuansa rally look. Konsep tersebut diwujudkan melalui penggunaan velg Torsion berwarna putih yang dipadukan dengan ban rally Delium.

Velg yang digunakan memiliki ukuran 15 x 6,5 inci dengan offset (ET) 41. Sementara ban menggunakan ukuran 205/65 R15.

Menurut Den Dimas, kombinasi tersebut menghasilkan proporsi yang pas untuk karakter Suzuki Fronx tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara.

Ukuran Ban Dinilai Masih Aman

Den Dimas menjelaskan ukuran ban 205/65 R15 memiliki diameter keseluruhan yang hampir sama dengan ban standar berukuran 195/60 R16.

Baca Juga: Suzuki Fronx SGX 2026 Dibongkar! Mobil Terlaris di Kelasnya Ternyata Hampir Tak Berubah, Ini Spesifikasi Lengkap dan Fitur ADAS-nya

Karena itu, ground clearance maupun ruang pada rumah roda masih tergolong aman. Ia tidak menemukan gesekan pada bagian fender selama pemasangan.

Ia juga menyebut ukuran 205/65 R15 memang tidak banyak tersedia di pasaran. Ukuran tersebut lebih umum dijumpai pada ban bergaya rally yang digunakan dalam proyek modifikasi kali ini.

Sebagai alternatif, ia menyebut ukuran 205/70 R15 dapat menjadi pilihan. Namun ukuran tersebut memiliki profil lebih tinggi sehingga perlu diperhatikan kembali jarak bebas roda terhadap bodi kendaraan.

Fitment Depan dan Belakang Berbeda

Setelah seluruh velg dan ban terpasang, Den Dimas memperhatikan adanya perbedaan fitment antara roda depan dan belakang.

Baca Juga: Suzuki Fronx Modifikasi Full IMX 2025 Terungkap, White Body hingga Interior Custom Bikin Pangling

Pada bagian depan, posisi roda dinilai sudah cukup mendekati rata dengan bodi. Meski belum benar-benar flush, tampilannya sudah jauh lebih berisi dibanding kondisi standar.

Sementara itu, bagian belakang masih terlihat lebih masuk ke dalam fender. Menurutnya, desain bodi Suzuki Fronx memang membuat ruang roda belakang lebih lebar dibanding bagian depan.

Kondisi tersebut membuat tampilan belakang belum sepenuhnya sesuai dengan konsep yang diinginkan.

Ia bahkan memperkirakan penggunaan spacer dapat menjadi salah satu solusi apabila ingin mendapatkan posisi roda yang lebih rata dengan bodi.

Meski demikian, secara keseluruhan perubahan tampilan sudah terasa signifikan karena lebar ban bertambah dari 195 mm menjadi 205 mm.

Baca Juga: Suzuki Fronx Cocok untuk Harian? Ini Alasan SUV Compact Mild Hybrid Ini Jadi Mobil Idaman, Irit, Fitur Lengkap dan Harga Mulai Rp270 Jutaan

Perubahan tersebut membuat Suzuki Fronx terlihat lebih padat ketika dilihat dari belakang.

Rencana Modifikasi Belum Berakhir

Den Dimas mengaku proyek modifikasi Suzuki Fronx belum selesai hanya dengan mengganti velg dan ban.

Menurutnya, jarak antara ban dan fender masih cukup tinggi sehingga tampilan rally look belum sepenuhnya terbentuk.

Ia mengukur jarak pada bagian belakang masih sekitar enam jari. Sementara bagian depan berada di kisaran lima jari.

Baca Juga: Suzuki Fronx 2025 Resmi Hadir di Indonesia, SUV Coupe Paling Canggih dengan ADAS & Hybrid Siap Tantang Raize dan WR-V

Karena itu, langkah berikutnya yang dipertimbangkan adalah menurunkan tinggi kendaraan agar proporsinya lebih seimbang.

Namun, ia menegaskan penurunan suspensi tidak akan dilakukan secara ekstrem.

Targetnya adalah menyisakan jarak sekitar tiga jari pada bagian belakang, sedangkan bagian depan berada di kisaran dua setengah hingga tiga jari.

Dengan konfigurasi tersebut, ia berharap tampilan mobil menjadi lebih proporsional tanpa mengurangi kenyamanan penggunaan harian.

Baca Juga: Suzuki Fronx Cocok untuk Harian? Ini Alasan SUV Compact Mild Hybrid Ini Jadi Mobil Idaman, Irit, Fitur Lengkap dan Harga Mulai Rp270 Jutaan

Masih Menunggu Ketersediaan Part

Meski sudah memiliki gambaran mengenai arah modifikasi, Den Dimas menyebut pengerjaan belum bisa langsung dilakukan.

Alasannya, Suzuki Fronx masih tergolong model baru sehingga pilihan komponen aftermarket maupun referensi modifikasi masih cukup terbatas.

Ia mengaku masih harus berdiskusi dengan sejumlah bengkel untuk menentukan metode terbaik sebelum melakukan perubahan pada sektor suspensi.

Selain itu, ia juga memperhatikan jarak antara ban dan per suspensi masih menyisakan ruang sekitar dua jari.

Baca Juga: Daftar Harga Mobil Suzuki April 2026 Terbaru, XL7 Hybrid hingga Fronx Naik ? Simak Daftar Lengkapnya

Menurutnya, ruang tersebut menunjukkan masih ada toleransi apabila nantinya dilakukan penyesuaian ukuran ban. Namun, ia tetap ingin memastikan tidak terjadi gesekan saat roda dibelokkan penuh.

Rally Look Jadi Konsep Utama

Di akhir video, Den Dimas menegaskan kombinasi velg ring 15 dan ban 205/65 R15 sudah memberikan karakter rally yang diinginkan. Menurutnya, proporsi antara diameter velg dan ketebalan ban terlihat seimbang sehingga menjadi dasar untuk pengembangan modifikasi berikutnya.

Ia menilai pekerjaan selanjutnya tinggal menyempurnakan fitment agar posisi roda dan bodi menjadi lebih serasi. Den Dimas memastikan proyek modifikasi Suzuki Fronx masih akan berlanjut setelah mendapatkan komponen yang sesuai. Ia pun mengajak penonton mengikuti perkembangan modifikasi tersebut melalui video berikutnya.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : Den Dimas
modifikasi Suzuki Fronx Velg Torsion Rally Look Review Suzuki Fronx Suzuki Fronx