TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM- Laptop gaming murah Februari 2026 masih menjadi incaran banyak pengguna meski harga komponen RAM global mengalami lonjakan tajam. Kenaikan harga memori tersebut berdampak pada naiknya harga sejumlah laptop gaming, namun beberapa model entry level di kisaran Rp10 juta hingga Rp12 jutaan disebut masih menawarkan nilai yang menarik untuk dipertimbangkan.
Kondisi tersebut diungkapkan kanal YouTube PEM Channel yang menyoroti dampak kelangkaan chip RAM global terhadap pasar laptop pada awal 2026. Dalam ulasannya, disebutkan bahwa lonjakan harga RAM membuat sejumlah vendor mulai menyesuaikan harga produknya. Meski demikian, masih ada beberapa laptop yang dinilai belum mengalami kenaikan harga secara signifikan.
Kelima laptop tersebut berasal dari ASUS, MSI, HP, Lenovo, dan Acer dengan karakteristik berbeda, mulai dari yang mengutamakan harga terjangkau hingga performa yang lebih siap digunakan dalam jangka panjang.
Harga RAM Global Naik, Laptop Gaming Ikut Terdampak
PEM Channel menjelaskan bahwa kenaikan harga laptop gaming pada awal 2026 dipicu oleh kelangkaan chip RAM di pasar global.
Dalam video disebutkan bahwa modul RAM SODIMM 8 GB yang sebelumnya mudah ditemukan dengan harga lebih terjangkau kini berada di kisaran Rp1,5 juta hingga Rp2 juta.
Kondisi tersebut memaksa sejumlah produsen menaikkan harga laptop karena biaya produksi meningkat. Namun, setelah melakukan penelusuran pasar, masih ditemukan beberapa seri yang harganya dinilai belum melonjak secara signifikan.
ASUS Gaming K16 Jadi Pilihan Termurah
Rekomendasi pertama adalah ASUS Gaming K16 K3605VC.
Laptop ini disebut sebagai salah satu pilihan paling menarik di kelas harga sekitar Rp10,5 jutaan karena telah menggunakan GPU Nvidia GeForce RTX 3050 generasi terbaru.
Meski mengusung nama seri K yang identik dengan Vivobook, perangkat ini menggunakan prosesor Intel Core i5-13420H, bukan prosesor hemat daya.
Menurut ulasan dalam video, performanya sudah memadai untuk multitasking, kebutuhan mahasiswa, rendering ringan hingga pekerjaan menengah.
Salah satu keunggulan lainnya adalah layar 16 inci WUXGA dengan rasio 16:10 yang memberikan area kerja lebih luas. Ukuran tersebut dinilai nyaman untuk mengetik, pemrograman, maupun aktivitas produktivitas lainnya.
Namun, laptop ini memiliki beberapa kekurangan.
RAM bawaan hanya 8 GB onboard, sehingga tidak dapat diganti. Memang tersedia satu slot tambahan untuk upgrade, tetapi di tengah tingginya harga RAM, pengguna harus menyiapkan dana tambahan sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta apabila ingin meningkatkan kapasitas menjadi 16 GB.
Selain itu, kapasitas baterai hanya 50 Wh, sehingga pengguna disarankan tidak terlalu jauh dari sumber listrik ketika bekerja.
Laptop ini dinilai cocok bagi pelajar atau mahasiswa yang membutuhkan GPU cukup kuat untuk desain grafis, game kompetitif, maupun sebagian game AAA.
MSI Thin B13 UC Cocok untuk Pengguna Kasual
Pilihan kedua adalah MSI Thin B13 UC.
Dalam transkrip video sempat disebut sebagai "MS B13 UC", namun yang dimaksud adalah MSI Thin B13 UC.
Laptop ini dijual di kisaran Rp11,1 jutaan dengan spesifikasi yang disebut hampir identik dengan ASUS Gaming K16.
Perbedaannya terletak pada sistem pendingin yang masih menggunakan single fan.
Menurut PEM Channel, penggunaan satu kipas untuk menangani prosesor Intel Core i5 seri H dan GPU RTX 3050 membuat sistem pendingin bekerja lebih keras ketika laptop digunakan bermain game berat dalam waktu lama.
Kondisi tersebut berpotensi memunculkan thermal throttling, yaitu penurunan performa akibat suhu yang terlalu tinggi.
Karena itu, laptop ini lebih direkomendasikan bagi pengguna yang bermain game secara kasual dan sering berada di ruangan berpendingin udara.
Sebaliknya, penggunaan intensif di lingkungan bersuhu tinggi dinilai kurang ideal karena sistem pendinginnya lebih sensitif terhadap temperatur.
HP Victus 15 Unggul Berkat RAM 16 GB
Rekomendasi berikutnya adalah HP Victus 15 FA2716TX.
Laptop ini dijual di kisaran Rp11,6 jutaan.
Alasan utama perangkat ini masuk dalam daftar rekomendasi adalah karena sudah dibekali RAM 16 GB dual channel langsung dari pabrik.
Di tengah tingginya harga RAM, kondisi tersebut membuat pengguna tidak perlu lagi membeli modul tambahan.
Selisih harga sekitar Rp1,1 juta dibanding ASUS Gaming K16 disebut masih lebih menguntungkan apabila mempertimbangkan biaya upgrade RAM yang saat ini cukup mahal.
Laptop ini juga menggunakan RTX 3050 dengan VRAM 6 GB.
Menurut ulasan video, kapasitas VRAM 6 GB lebih sesuai untuk game modern dibandingkan versi 4 GB yang mulai terasa terbatas pada beberapa judul terbaru.
Meski demikian, layar HP Victus 15 masih memiliki cakupan warna sekitar 62,5% sRGB sehingga dinilai kurang optimal untuk editor video tingkat menengah hingga profesional.
Walau begitu, secara keseluruhan laptop ini disebut sebagai salah satu pilihan paling masuk akal di awal 2026 karena spesifikasi sudah lengkap tanpa perlu upgrade tambahan.
Baca Juga: Nasib Infrastruktur 2027 di Ujung Tanduk Belanja Modal Kecil
Lenovo LOQ 15 Essential Tawarkan CPU Lebih Bertenaga
Rekomendasi keempat adalah Lenovo LOQ 15 Essential.
Laptop ini dibanderol sekitar Rp11,8 jutaan.
Perangkat ini menggunakan prosesor Intel Core i5-12450HX, bukan seri H biasa.
Dalam video dijelaskan bahwa prosesor seri HX memiliki batas daya (power limit) lebih tinggi sehingga menawarkan performa lebih baik untuk simulasi maupun pengolahan data.
GPU yang digunakan adalah RTX 3050 dengan TGP sekitar 65 watt, lebih tinggi dibanding MSI Thin yang disebut berada di kisaran 45 watt.
Perbedaan tersebut membuat performa gaming Lenovo LOQ 15 Essential dinilai lebih baik.
Namun, seperti namanya, versi Essential merupakan varian yang lebih ekonomis sehingga terdapat beberapa penyesuaian spesifikasi.
Salah satunya adalah penggunaan sistem pendingin single fan, meski prosesornya memiliki konsumsi daya lebih tinggi.
PEM Channel menyarankan pengguna mengatur mode performa secara bijak agar suhu tetap terkendali ketika digunakan untuk pekerjaan berat.
Disebutkan pula bahwa Lenovo memiliki versi LOQ reguler tanpa embel-embel Essential yang sudah menggunakan sistem pendingin dual fan, tetapi harganya lebih tinggi.
Acer Nitro Lite 16 Jadi Rekomendasi Terbaik
Pilihan terakhir sekaligus yang paling direkomendasikan adalah Acer Nitro Lite 16.
Laptop ini disebut sebagai perangkat paling lengkap di kelas harga tersebut pada awal Februari 2026.
Acer Nitro Lite 16 telah dibekali RAM 16 GB DDR5, GPU RTX 3050 6 GB, serta layar dengan cakupan warna 100% sRGB.
Keunggulan lain berada pada refresh rate layar yang mencapai 180 Hz, sehingga memberikan pengalaman visual lebih baik dibanding sebagian besar pesaingnya.
Menurut ulasan video, Acer Nitro Lite 16 menjadi satu-satunya laptop dalam daftar yang menawarkan keseimbangan antara kualitas layar dan performa.
Perangkat ini dinilai cocok digunakan untuk bermain game sekaligus mengedit konten karena reproduksi warnanya lebih akurat.
Meski demikian, desain bodinya yang relatif tipis membuat suhu laptop tetap dapat meningkat ketika digunakan pada mode performa tinggi dalam waktu lama.
Walau sudah dibantu sistem pendingin dual fan, pengguna tetap perlu memperhatikan temperatur saat menjalankan beban kerja berat.
PEM Channel menilai Acer Nitro Lite 16 sebagai laptop yang cukup future proof untuk penggunaan satu hingga tiga tahun ke depan, tergantung pola pemakaian.
Baca Juga: Hanya Ada Belasan dan Kompetisi Lomba Kini Ditiadakan
Pertimbangan Membeli Laptop Gaming di Tengah Harga RAM Mahal
Dalam penutup videonya, PEM Channel menyarankan calon pembeli untuk menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan dan anggaran.
Bagi pengguna yang mengejar harga paling terjangkau, ASUS Gaming K16 disebut menjadi opsi menarik.
Sementara itu, bagi yang ingin perangkat lebih siap digunakan dalam jangka panjang tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk upgrade RAM, HP Victus 15 maupun Acer Nitro Lite 16 dinilai sebagai pilihan yang lebih aman.
Video tersebut juga mengingatkan calon pembeli agar tidak memaksakan diri membeli laptop dengan cara berutang apabila kondisi keuangan belum memungkinkan. Sebaliknya, pengguna disarankan menabung hingga dana mencukupi dan membeli perangkat sesuai kebutuhan, bukan semata karena gengsi terhadap merek tertentu.
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest