​Melukis Keberanian di Atas Kanvas Kehidupan

Gunawan Awan • Dipublikasikan Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:00 WIB
KREATIVITAS BERKARYA: Berawal dari ajakan lomba, Tsabita Suhaila kini menekuni seni lukis dan membuka les privat menggambar untuk anak-anak di Trenggalek.
KREATIVITAS BERKARYA: Berawal dari ajakan lomba, Tsabita Suhaila kini menekuni seni lukis dan membuka les privat menggambar untuk anak-anak di Trenggalek.

​KOTA, Radar Trenggalek -  Tidak semua kegemaran lahir dari cita-cita yang terpatri sejak kecil. Sebagian justru tumbuh dari persimpangan ketidakpastian, dorongan kawan, hingga rasa terpaksa yang pelan-pelan bermetamorfosis menjadi karya bermakna. 

Perjalanan itulah yang dilakoni Tsabita Suhaila Umrotin (22), mahasiswi Program Studi PGSD STKIP PGRI Trenggalek. 

​Lahir dan tumbuh di tengah keluarga yang akrab dengan dunia seni—dengan sosok ayah seorang pelukis—tak lantas membuat Tsabita otomatis menggemari dunia kuas dan kanvas sejak dini.

Justru saat menginjak usia 16 tahun di kelas IX pondok pesantren, benih ketertarikan itu mulai menyembul. 

Berawal dari dorongan serta ajakan teman-teman untuk mewakili lomba melukis di pondok, rasa penasaran dara muda ini mulai terusik.

Dari sekadar ketidaksengajaan dan rasa terpaksa, muncul letupan minat yang kemudian ia tekuni secara mendalam.

Baca Juga: Dari Meja Billiard hingga Panggung Fashion Show, Hanung Terus Merajut Prestasi

​Langkah Tsabita kian mantap saat duduk di kelas XI. Kepercayaan dari pihak pesantren membawanya melangkah ke ajang Komsos Kreatif tingkat Kodim Tuban tahun 2021, di mana ia berhasil menyabet Juara 3 hingga melenggang ke tingkat Korem (Provinsi).

Pada tahun yang sama, ia juga dipercaya menjadi kontestan Porseni tingkat Kabupaten Tuban.

Pengalaman ini menjadi titik balik penting: hobinya bukan lagi sekadar pengisi waktu luang, melainkan keahlian yang dapat terus diasah. 

Konsistensi Tsabita kian teruji lewat gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) cabang seni kaligrafi dalam kurun waktu 2021 hingga 2026.

Berbagai raihan prestasi berhasil ia kantongi, mulai dari Juara 1 dan 2 tingkat Kecamatan, hingga Juara Harapan 2, Juara 2, dan Juara 3 di tingkat Kabupaten Tuban. 

Namun, panggung perlombaan tak pernah lepas dari bayang-bayang rasa ragu dan takut akan kegagalan.

Di titik inilah, wejangan orang tua menjadi benteng penguat. Menang dan kalah adalah hal yang wajar; keberanian untuk tampil dan menaklukkan rasa malu adalah kemenangan sejati. 

Memasuki bangku perkuliahan di STKIP PGRI Trenggalek, ritme berkarya Tsabita sempat surut karena fokus menyesuaikan diri dengan dinamika akademik.

Kendati sempat mengalami penurunan motivasi, api kreativitas itu tidak benar-benar padam.

Ia menyadari bahwa perjalanan bakat tidak selalu lurus dan tidak perlu menunggu momentum sempurna untuk kembali mencoba. 

​Sebagai calon pendidik Sekolah Dasar, Tsabita bertekad agar kemampuannya memberi manfaat nyata.

Kini, ia menyalurkan keahliannya dengan membuka les privat menggambar untuk anak-anak di Trenggalek.

Lewat bimbingannya, ia tidak hanya mengajarkan perpaduan warna dan proporsi garis, tetapi juga menanamkan keberanian bagi generasi muda untuk berekspresi tanpa takut salah.

Baca Juga: Sabet Juara 2 OLPAI V Jawa Timur Siswi SMPN 1 Trenggalek Siap Berlaga di Grand Final Nasional di La

Bagi Tsabita, melukis bukan sekadar goresan warna di atas kanvas, melainkan proses membentuk pribadi yang lebih berani dan berguna bagi sesama. (gun)

Editor : Jonathan Alinskie Winata
Sumber : RADAR TRENGGALEK
Tsabita Suhaila Seni Lukis Inspirasi Anak Muda STKIP PGRI Trenggalek