TRENGGALEK NJENGGELEK - Honor X9C resmi hadir di Indonesia dan langsung mencuri perhatian publik. Comeback brand yang dulu sempat “menghilang” ini membawa gebrakan baru, terutama lewat Honor X9C yang menawarkan kombinasi menarik antara daya tahan ekstrem, baterai jumbo, dan harga yang relatif terjangkau di kelas menengah.
Honor X9C menjadi bukti bahwa brand yang pernah berada di bawah naungan Huawei ini kini benar-benar bangkit sebagai entitas independen. Dengan lepas dari bayang-bayang Huawei, Honor kini kembali menggunakan layanan Google, yang menjadi salah satu daya tarik utama bagi konsumen Indonesia.
Di pasar smartphone Rp 4 jutaan, Honor X9C tampil percaya diri dengan spesifikasi yang cukup mencolok. Salah satu yang paling disorot adalah kapasitas baterainya yang mencapai 6600 mAh—angka yang tergolong besar untuk kelas mid-range saat ini.
Daya Tahan Jadi Senjata Utama
Honor X9C tidak hanya mengandalkan baterai besar, tetapi juga daya tahan fisik yang diklaim ekstrem. Smartphone ini memiliki sertifikasi IP65M yang berarti tahan debu dan semburan air dari berbagai arah. Bahkan dalam sejumlah demonstrasi, perangkat ini disebut mampu bertahan dari uji ekstrem seperti benturan hingga paparan air.
Meski demikian, pengguna tetap disarankan untuk tidak menguji batas perangkat secara berlebihan di luar spesifikasi resmi. Sertifikasi IP65 tetap berbeda dengan IP68 yang memungkinkan perangkat terendam air dalam waktu lama.
Selain itu, Honor juga menonjolkan kekuatan bodi dan layar. Dalam berbagai pengujian informal, perangkat ini tetap berfungsi meski mengalami benturan cukup keras. Tren ini sebenarnya mulai umum di smartphone kelas menengah, di mana daya tahan kini menjadi nilai jual tambahan.
Layar dan Desain Premium
Dari sisi tampilan, Honor X9C hadir dengan desain elegan dan modern. Layarnya menggunakan panel AMOLED dengan refresh rate 120Hz serta tingkat kecerahan hingga 4000 nits. Ini membuat tampilan tetap jelas bahkan di bawah sinar matahari langsung.
Desain layar melengkung (curved) di bagian depan dan belakang memberikan kesan premium, meski material yang digunakan adalah polikarbonat. Secara visual, perangkat ini tetap terlihat mewah dan nyaman digenggam.
Performa Cukup, Tapi Bukan yang Terbaik
Untuk performa, Honor X9C dibekali chipset Snapdragon 6 Gen 1. Chipset ini sebenarnya bukan yang terbaru, karena sudah berusia sekitar dua tahun. Dalam pengujian, skor AnTuTu berada di kisaran 578 ribu, cukup untuk penggunaan sehari-hari.
Untuk gaming, performanya masih tergolong layak. Game seperti Mobile Legends dapat berjalan hingga 120 fps, meski mengalami penurunan performa setelah penggunaan lama. Namun untuk game berat seperti Genshin Impact, performanya kurang optimal karena terjadi penurunan frame rate signifikan.
Dengan kata lain, Honor X9C lebih cocok untuk pengguna kasual dibanding gamer berat.
Baca Juga: Poco X7 Pro Resmi Dibongkar: Spek Gahar, Kamera Naik Level, Tapi Ada Kekurangan yang Bikin Ragu!
Kamera Jadi Titik Lemah
Meski dibekali kamera utama 108MP, hasil foto Honor X9C justru menjadi salah satu aspek yang paling banyak dikritik. Secara teknis, detail foto cukup baik dan dynamic range masih tergolong normal.
Namun dari segi warna, hasil foto terlihat kurang hidup. Warna cenderung pucat dan sedikit kekuningan, terutama dalam kondisi low light. Dibandingkan kompetitor di harga yang sama, kualitas kamera Honor X9C masih tertinggal.
Untuk kamera depan, perekaman video hanya mentok di resolusi Full HD 30 fps tanpa stabilisasi optimal. Ini membuat pengalaman video kurang maksimal, terutama untuk kebutuhan konten kreator.
Kesimpulan: HP Tangguh dengan Target Pasar Spesifik
Honor X9C adalah smartphone dengan karakter yang cukup unik. Ia unggul di daya tahan, baterai besar, dan kualitas layar yang impresif. Ditambah lagi, kehadiran layanan Google menjadi nilai plus yang penting.
Namun di sisi lain, performa chipset yang tidak terlalu baru dan kualitas kamera yang di bawah rata-rata membuatnya tidak cocok untuk semua pengguna.
Honor X9C lebih tepat untuk mereka yang membutuhkan smartphone tangguh dengan baterai awet dan layar berkualitas, bukan untuk fotografi atau gaming berat.
Baca Juga: Duel Panas Poco F7 vs Poco X7 Pro: Lebih Kencang Mana? Ini Jawaban Buat yang Bingung Pilih!
Editor : Fadhilah Salsa Bella