JAKARTA - Kehadiran Poco F7 Ultra menandai langkah besar Poco di segmen flagship Indonesia dengan harga yang tembus sekitar Rp10 jutaan. Poco F7 Ultra menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya Poco berani masuk ke kelas premium dengan chipset Snapdragon 8 Elite, desain baru, serta konfigurasi kamera triple yang lebih serius dibanding seri sebelumnya.
Menurut reviewer GadgetIn dalam video unboxing, “Poco F7 Ultra ini HP terbaik dan termahal dari Poco yang dijual resmi di Indonesia,” yang langsung memicu pertanyaan soal strategi baru brand tersebut di pasar smartphone tanah air.
Poco F7 Ultra juga disebut membawa peningkatan signifikan dari lini sebelumnya yang selama ini hanya fokus di kelas entry dan midrange. Kini, Poco mulai bersaing langsung dengan brand flagship lain seperti iQOO, Samsung, hingga Vivo di segmen harga tinggi.
Langkah Baru Poco Masuk Segmen Flagship
Kehadiran Poco F7 Ultra menjadi titik balik strategi Poco yang selama ini dikenal sebagai “raja performa murah”. Kini, perusahaan berani memasarkan HP dengan harga mendekati Rp10 juta, lengkap dengan paket spesifikasi flagship.
Dalam paket penjualannya, Poco tetap mempertahankan ciri khasnya dengan bonus lengkap seperti charger, casing, kabel USB, dan aksesori tambahan. Reviewer menyebut, “Walaupun ini HP paling mahal Poco, isi kotaknya masih mirip HP Poco lain, tetap lengkap.”
Dari sisi desain, perangkat ini memakai material kaca dengan frame aluminium serta modul kamera baru berbentuk bulat dengan tiga sensor utama. Kehadiran desain ini membuatnya terlihat lebih premium, meski tetap mempertahankan identitas Poco yang sederhana.
Snapdragon 8 Elite, Kamera Triple, dan Fitur Flagship
Salah satu daya tarik utama Poco F7 Ultra adalah penggunaan chipset Snapdragon 8 Elite yang mencatat skor AnTuTu hingga 2,5 juta poin. Angka ini menempatkannya sebagai salah satu HP Android tercepat di kelasnya.
Perangkat ini dibekali baterai 5300 mAh dengan fast charging 120W serta wireless charging, yang diklaim mampu mengisi daya sangat cepat. Dari sisi layar, Poco menggunakan panel AMOLED 2K 120Hz dengan dukungan HDR10+ dan Dolby Vision.
Di sektor kamera, Poco F7 Ultra membawa konfigurasi triple camera: kamera utama 50MP, telephoto 50MP, dan ultrawide 32MP. Ini menjadi pertama kalinya lini Poco menggunakan setup tiga kamera lengkap di seri F.
“Kalau kamera utamanya sih sudah flagship banget, tajam dan warnanya keluar,” ujar reviewer dalam pengujian kamera siang dan malam.
Gaming, HyperOS, dan Perbandingan dengan Kompetitor
Untuk performa gaming, Poco F7 Ultra mampu menjalankan Genshin Impact di 60 fps stabil dengan suhu sekitar 44 derajat Celsius. Ada juga fitur Visionboost D7 Chip yang memungkinkan interpolasi hingga 120 fps, meski bersifat “frame buatan”.
Namun, perangkat ini masih memiliki catatan penting. Layar belum menggunakan LTPO sehingga refresh rate hanya 60–120Hz tanpa adaptif rendah seperti flagship lain. Selain itu, HyperOS masih menampilkan iklan di beberapa aplikasi bawaan.
Dalam perbandingan langsung, reviewer menyebut iQOO 13 masih unggul di beberapa aspek seperti baterai lebih besar 6110 mAh dan layar LTPO, tetapi Poco menang di harga yang lebih murah sekitar Rp1 juta serta dukungan wireless charging.
Meski begitu, kualitas kamera depan 1080p 60fps yang stabil menjadi nilai tambah dibanding kompetitor yang masih bermasalah di stabilisasi.
Secara keseluruhan, Poco F7 Ultra diposisikan sebagai flagship “value for money” dengan performa ekstrem berkat Snapdragon 8 Elite, fitur lengkap, serta harga lebih terjangkau dibanding kompetitor sekelas. Meski masih memiliki kekurangan di LTPO dan iklan sistem, perangkat ini tetap menjadi opsi menarik di kelas Rp10 jutaan.
Seperti disimpulkan reviewer, “Kalau cari Snapdragon 8 Elite paling murah, HP ini jawabannya, tapi bukan berarti yang paling sempurna di kelasnya.”
Editor : Divka Vance Yandriana