JAKARTA - Wisata Dieng masih menjadi destinasi favorit wisatawan yang ingin menikmati udara dingin, panorama pegunungan, hingga wisata alam dan sejarah dalam satu kawasan. Menariknya, kini wisatawan bisa menikmati berbagai destinasi populer di Dieng hanya dalam waktu sehari dari Jogja.
Konsep wisata Dieng satu hari ini mulai banyak diminati karena praktis dan tetap mampu memberikan pengalaman liburan yang lengkap. Mulai dari berburu sunrise, menikmati situs sejarah, hingga relaksasi air panas alami bisa dilakukan dalam satu perjalanan padat.
Perjalanan menuju Wisata Dieng biasanya dimulai sejak dini hari dari Yogyakarta. Dengan waktu tempuh sekitar tiga hingga empat jam, wisatawan bisa langsung menikmati suasana khas dataran tinggi Dieng yang sejuk dan penuh kabut.
Rombongan wisata biasanya berhenti lebih dulu di kawasan Masjid Baitul Quran KH Muntaha Alhafiz untuk berganti kendaraan menggunakan shuttle yang lebih kecil agar lebih mudah menjangkau area wisata Dieng. Banyak wisatawan juga memilih menggunakan jasa tour guide agar perjalanan lebih nyaman dan informasi setiap lokasi wisata dapat dijelaskan secara detail.
Sunrise Pintu Langit Jadi Pembuka Perjalanan
Destinasi pertama yang paling diburu wisatawan adalah Pintu Langit Dieng. Tempat ini dikenal sebagai salah satu spot terbaik menikmati sunrise dengan latar hamparan awan dan pegunungan.
Udara dingin yang bahkan bisa mencapai di bawah 10 derajat Celsius menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan. Karena itu, pengunjung disarankan membawa jaket tebal, syal, dan sarung tangan agar tetap nyaman selama menikmati matahari terbit.
Pemandangan langit yang perlahan berubah warna dari gelap menjadi jingga keemasan membuat suasana di Pintu Langit terasa sangat memukau. Tidak sedikit wisatawan yang rela datang sejak subuh demi mendapatkan momen terbaik saat sunrise muncul di balik pegunungan Dieng.
Candi Arjuna Tawarkan Wisata Sejarah dan Fenomena Embun Es
Setelah menikmati sunrise, perjalanan dilanjutkan menuju Kompleks Candi Arjuna. Kawasan candi peninggalan abad ke-8 ini menjadi salah satu situs sejarah penting di Dieng.
Selain menawarkan wisata budaya dan sejarah, area Candi Arjuna juga terkenal dengan fenomena embun es yang muncul saat suhu ekstrem dingin. Fenomena ini sering disebut sebagai embun upas dan membuat rumput di sekitar candi tampak memutih seperti salju.
Pengunjung juga akan diberikan kain khas saat memasuki area candi dengan sistem donasi seikhlasnya. Menariknya, tiket masuk Candi Arjuna sudah termasuk akses ke destinasi wisata lain di kawasan Dieng.
Kawah Sikidang dan Aroma Belerang yang Khas
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Kawah Sikidang, salah satu destinasi wisata geologi paling terkenal di Dieng. Kawah aktif ini mengeluarkan asap putih dan semburan lumpur panas yang dapat dilihat langsung dari jarak aman.
Karena aroma belerangnya cukup menyengat, wisatawan disarankan menggunakan masker selama berada di kawasan kawah. Pengunjung yang memiliki gangguan pernapasan juga diminta lebih berhati-hati.
Di sekitar area Kawah Sikidang terdapat banyak kios oleh-oleh yang menjual makanan khas Dieng seperti carica, kentang Dieng, hingga keripik jamur. Wisatawan biasanya memanfaatkan kesempatan ini untuk berbelanja sebelum melanjutkan perjalanan.
Batu Pandang Ratapan Angin Jadi Spot Foto Favorit
Destinasi berikutnya adalah Batu Pandang Ratapan Angin. Tempat ini menawarkan panorama dua telaga sekaligus, yakni Telaga Warna dan Telaga Pengilon.
Dari atas bukit, wisatawan dapat melihat warna air telaga yang tampak kontras dan berkilau saat terkena sinar matahari. Keindahan panorama tersebut membuat Ratapan Angin menjadi salah satu spot foto paling populer di Dieng.
Banyak wisatawan rela antre demi berfoto di batu ikonik yang menjadi ciri khas lokasi ini. Di sekitar area wisata juga terdapat penjual makanan khas seperti kentang goreng Dieng yang terkenal gurih dan nikmat dinikmati saat udara dingin.
Relaksasi di Pemandian Air Panas Banyu Alam
Setelah seharian menjelajahi berbagai destinasi wisata, perjalanan ditutup dengan berendam di Pemandian Air Panas Banyu Alam. Tempat ini menjadi lokasi favorit wisatawan untuk menghangatkan tubuh setelah beraktivitas di udara dingin Dieng.
Sensasi air panas alami yang hangat membuat tubuh kembali rileks dan segar. Tidak heran jika banyak wisatawan menjadikan Banyu Alam sebagai penutup perjalanan sebelum kembali ke Jogja pada malam hari.
Dengan konsep perjalanan singkat namun padat, Wisata Dieng satu hari menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam, budaya, dan kuliner khas Jawa Tengah tanpa harus menginap.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari