Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Wisata Dieng 1 Hari dari Jogja Bisa ke 5 Destinasi Sekaligus, Sunrise Pintu Langit hingga Kawah Sikidang Bikin Takjub

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Jumat, 8 Mei 2026 | 19:00 WIB
Wisata Dieng satu hari dari Jogja kini makin populer, mulai sunrise Pintu Langit hingga relaksasi di Banyu Alam. (Pinterest.com)
Wisata Dieng satu hari dari Jogja kini makin populer, mulai sunrise Pintu Langit hingga relaksasi di Banyu Alam. (Pinterest.com)

 

JAKARTA - Wisata Dieng masih menjadi destinasi favorit wisatawan yang ingin menikmati udara dingin, panorama pegunungan, hingga wisata alam dan sejarah dalam satu kawasan. Menariknya, kini wisatawan bisa menikmati berbagai destinasi populer di Dieng hanya dalam waktu sehari dari Jogja.

Konsep wisata Dieng satu hari ini mulai banyak diminati karena praktis dan tetap mampu memberikan pengalaman liburan yang lengkap. Mulai dari berburu sunrise, menikmati situs sejarah, hingga relaksasi air panas alami bisa dilakukan dalam satu perjalanan padat.

Perjalanan menuju Wisata Dieng biasanya dimulai sejak dini hari dari Yogyakarta. Dengan waktu tempuh sekitar tiga hingga empat jam, wisatawan bisa langsung menikmati suasana khas dataran tinggi Dieng yang sejuk dan penuh kabut.

Rombongan wisata biasanya berhenti lebih dulu di kawasan Masjid Baitul Quran KH Muntaha Alhafiz untuk berganti kendaraan menggunakan shuttle yang lebih kecil agar lebih mudah menjangkau area wisata Dieng. Banyak wisatawan juga memilih menggunakan jasa tour guide agar perjalanan lebih nyaman dan informasi setiap lokasi wisata dapat dijelaskan secara detail.

Baca Juga: 5 Penginapan Terbaik di Dieng dengan View Telaga dan Gunung, Harga Mulai Rp300 Ribuan, Mana Favoritmu ?

Sunrise Pintu Langit Jadi Pembuka Perjalanan

Destinasi pertama yang paling diburu wisatawan adalah Pintu Langit Dieng. Tempat ini dikenal sebagai salah satu spot terbaik menikmati sunrise dengan latar hamparan awan dan pegunungan.

Udara dingin yang bahkan bisa mencapai di bawah 10 derajat Celsius menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan. Karena itu, pengunjung disarankan membawa jaket tebal, syal, dan sarung tangan agar tetap nyaman selama menikmati matahari terbit.

Pemandangan langit yang perlahan berubah warna dari gelap menjadi jingga keemasan membuat suasana di Pintu Langit terasa sangat memukau. Tidak sedikit wisatawan yang rela datang sejak subuh demi mendapatkan momen terbaik saat sunrise muncul di balik pegunungan Dieng.

Baca Juga: 7 Wisata Dieng Paling Populer 2023, Dari Sunrise Gunung Prau hingga Telaga Dringo yang Mirip Ranu Kumbolo

Candi Arjuna Tawarkan Wisata Sejarah dan Fenomena Embun Es

Setelah menikmati sunrise, perjalanan dilanjutkan menuju Kompleks Candi Arjuna. Kawasan candi peninggalan abad ke-8 ini menjadi salah satu situs sejarah penting di Dieng.

Selain menawarkan wisata budaya dan sejarah, area Candi Arjuna juga terkenal dengan fenomena embun es yang muncul saat suhu ekstrem dingin. Fenomena ini sering disebut sebagai embun upas dan membuat rumput di sekitar candi tampak memutih seperti salju.

Pengunjung juga akan diberikan kain khas saat memasuki area candi dengan sistem donasi seikhlasnya. Menariknya, tiket masuk Candi Arjuna sudah termasuk akses ke destinasi wisata lain di kawasan Dieng.

Baca Juga: Eksplorasi Kawas Kidang dan Candi Arjuna Dieng: Tiket Terusan, Embun Pagi, & Oleh-Oleh Tradisional Seru

Kawah Sikidang dan Aroma Belerang yang Khas

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Kawah Sikidang, salah satu destinasi wisata geologi paling terkenal di Dieng. Kawah aktif ini mengeluarkan asap putih dan semburan lumpur panas yang dapat dilihat langsung dari jarak aman.

Karena aroma belerangnya cukup menyengat, wisatawan disarankan menggunakan masker selama berada di kawasan kawah. Pengunjung yang memiliki gangguan pernapasan juga diminta lebih berhati-hati.

Di sekitar area Kawah Sikidang terdapat banyak kios oleh-oleh yang menjual makanan khas Dieng seperti carica, kentang Dieng, hingga keripik jamur. Wisatawan biasanya memanfaatkan kesempatan ini untuk berbelanja sebelum melanjutkan perjalanan.

Baca Juga: Desa di Atas Awan Dieng Jadi Sorotan 2026, Pesona Desa Parikesit Wonosobo dengan Lautan Kabut dan Pertanian Ekstrem

Batu Pandang Ratapan Angin Jadi Spot Foto Favorit

Destinasi berikutnya adalah Batu Pandang Ratapan Angin. Tempat ini menawarkan panorama dua telaga sekaligus, yakni Telaga Warna dan Telaga Pengilon.

Dari atas bukit, wisatawan dapat melihat warna air telaga yang tampak kontras dan berkilau saat terkena sinar matahari. Keindahan panorama tersebut membuat Ratapan Angin menjadi salah satu spot foto paling populer di Dieng.

Banyak wisatawan rela antre demi berfoto di batu ikonik yang menjadi ciri khas lokasi ini. Di sekitar area wisata juga terdapat penjual makanan khas seperti kentang goreng Dieng yang terkenal gurih dan nikmat dinikmati saat udara dingin.

Baca Juga: Sejarah Desa Patuanan Majalengka: Janur Wenda Bertapa di Dieng, Perang Eretan hingga Pasar Jorongan yang Pernah Jaya

Relaksasi di Pemandian Air Panas Banyu Alam

Setelah seharian menjelajahi berbagai destinasi wisata, perjalanan ditutup dengan berendam di Pemandian Air Panas Banyu Alam. Tempat ini menjadi lokasi favorit wisatawan untuk menghangatkan tubuh setelah beraktivitas di udara dingin Dieng.

Sensasi air panas alami yang hangat membuat tubuh kembali rileks dan segar. Tidak heran jika banyak wisatawan menjadikan Banyu Alam sebagai penutup perjalanan sebelum kembali ke Jogja pada malam hari.

Dengan konsep perjalanan singkat namun padat, Wisata Dieng satu hari menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam, budaya, dan kuliner khas Jawa Tengah tanpa harus menginap.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
#Ratapan Angin #Sunrise Dieng #Candi Arjuna #Kawah Sikidang #Wisata Dieng