TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM – Wisata Goa Lowo Trenggalek kembali mencuri perhatian berkat keindahan stalaktit dan stalagmit yang dimilikinya. Gua yang berada di Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, ini dikenal sebagai salah satu gua alam terbesar sekaligus terpanjang di Indonesia. Meski pernah menjadi destinasi wisata yang sangat populer, kondisi kawasan wisata saat ini terlihat jauh lebih sepi dibanding masa kejayaannya.
Goa Lowo Trenggalek menawarkan pengalaman menyusuri lorong gua yang luas dengan aliran sungai bawah tanah, ribuan kelelawar, hingga formasi batu kapur yang menjadi daya tarik utama. Lokasinya juga berada di jalur menuju sejumlah pantai terkenal di pesisir selatan Trenggalek sehingga mudah dijangkau wisatawan.
Dengan harga tiket masuk hanya Rp10.000 untuk pengunjung dewasa, destinasi ini masih menjadi salah satu pilihan wisata alam yang menawarkan pengalaman berbeda di Kabupaten Trenggalek.
Salah Satu Gua Terbesar dan Terpanjang di Indonesia
Goa Lowo berada sekitar 30 kilometer di sebelah selatan pusat Kota Trenggalek. Lokasinya berada di Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo dan searah dengan rute menuju Pantai Prigi maupun Pantai Karanggongso.
Akses menuju kawasan wisata relatif mudah karena pengunjung cukup mengikuti papan petunjuk arah yang tersedia di sepanjang perjalanan.
Nama "Lowo" sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti kelelawar. Penamaan tersebut sesuai dengan kondisi gua yang menjadi habitat ribuan kelelawar hingga sekarang.
Menurut kisah yang berkembang, Goa Lowo pertama kali ditemukan oleh Mbah Lumejo pada 1931. Saat itu ia sedang mencari tempat yang tenang untuk bersemedi hingga akhirnya menemukan lorong gua yang sangat besar.
Baca Juga: Durenan Masuk Prioritas Penangan Kawasan Kumuh
Mulai Dikembangkan Menjadi Objek Wisata
Beberapa dekade setelah ditemukan, kawasan Goa Lowo mulai mendapat perhatian pemerintah daerah.
Pada 1984, kawasan tersebut mulai dikembangkan sebagai objek wisata. Setahun kemudian, tepatnya pada 1985, penelitian dilakukan oleh ahli gua asal Prancis, Gilbert Mantovani, bersama Robert Kingston Co.
Hasil penelitian tersebut menyebut Goa Lowo sebagai salah satu gua alam terbesar, terlebar, sekaligus terpanjang di Asia Tenggara.
Panjang keseluruhan gua diperkirakan mencapai sekitar dua kilometer. Namun, jalur yang dapat diakses wisatawan dengan aman saat ini sekitar 850 meter.
Perjalanan Menuju Mulut Gua
Perjalanan menuju Goa Lowo dimulai dengan melewati sebuah jembatan sebelum memasuki kawasan yang dipenuhi pepohonan rindang.
Meski suasana alam masih asri, kondisi kawasan wisata terlihat cukup lengang. Berbeda dengan masa ketika Goa Lowo menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Trenggalek, kini jumlah pengunjung terlihat jauh berkurang.
Kondisi tersebut membuat kawasan wisata terasa seperti destinasi yang tidak seramai dulu.
Meski demikian, fasilitas penunjang masih tersedia cukup lengkap.
Pengunjung dapat memanfaatkan area parkir, toilet, musala, warung makan, playground, hingga rest area yang berada di sekitar kawasan wisata.
Tak jauh dari pintu masuk, pengunjung juga akan disambut deretan batu-batu berukuran besar yang memberikan pemandangan unik sebelum memasuki area gua.
Melewati Terowongan Menuju Keindahan Goa Lowo
Sebelum memasuki ruang utama gua, pengunjung harus melewati sebuah terowongan yang menjadi akses menuju mulut Goa Lowo.
Setelah melewati terowongan tersebut, suasana langsung berubah dengan lorong gua yang sangat luas.
Pengelola telah membangun jalur berupa jembatan cor beton yang memudahkan wisatawan menyusuri bagian dalam gua.
Di sejumlah titik juga dipasang lampu warna-warni yang berfungsi menerangi area gelap sekaligus memperlihatkan bentuk batuan kapur dengan lebih jelas.
Penerangan tersebut membuat suasana di dalam gua terlihat lebih dramatis tanpa menghilangkan karakter alami kawasan.
Baca Juga: Wujudkan Literasi dan Prestasi Peserta Didik
Ruang Gua yang Sangat Luas
Salah satu hal yang paling mencolok saat memasuki Goa Lowo adalah ukuran ruangannya.
Lebar rata-rata gua mencapai sekitar 50 meter dengan tinggi langit-langit berkisar antara 20 hingga 50 meter.
Dimensi tersebut membuat suasana di dalam gua tidak terasa sempit maupun pengap meskipun berada jauh di bawah permukaan tanah.
Ukuran ruang yang besar juga menjadi salah satu alasan Goa Lowo dikenal sebagai gua alam terbesar di kawasan Asia Tenggara berdasarkan hasil penelitian pada masanya.
Dihiasi Stalaktit dan Stalagmit
Daya tarik utama Goa Lowo terletak pada ribuan stalaktit dan stalagmit yang menghiasi hampir seluruh bagian lorong.
Formasi batu kapur yang terbentuk secara alami selama ribuan tahun tersebut menjadi pemandangan paling menarik selama perjalanan.
Keberadaan pencahayaan di beberapa titik semakin memperjelas tekstur dan bentuk stalaktit maupun stalagmit sehingga tampil lebih memikat.
Pemandangan tersebut menjadi salah satu alasan banyak wisatawan memilih Goa Lowo sebagai destinasi wisata alam saat berkunjung ke Trenggalek.
Dialiri Sungai Bawah Tanah
Selain batuan kapur, Goa Lowo juga memiliki aliran sungai yang membentang di dalam lorong gua.
Secara geologis, kawasan ini memang merupakan jalur sungai bawah tanah.
Karena itu, saat terjadi cuaca ekstrem, beberapa bagian di dalam gua berpotensi tergenang air sehingga wisatawan perlu memperhatikan kondisi cuaca sebelum berkunjung.
Keberadaan sungai tersebut turut menambah kesan alami sekaligus memperlihatkan proses pembentukan gua yang berlangsung selama waktu yang sangat panjang.
Baca Juga: Backlog Perumahan Capai 118 Ribu
Area Istirahat dan Habitat Kelelawar
Menjelang ujung jalur wisata terdapat area yang lebih luas dan biasa dimanfaatkan pengunjung untuk beristirahat.
Di lokasi tersebut tersedia petunjuk arah menuju area habitat kelelawar serta lokasi yang dikenal sebagai lubang matahari.
Dalam perjalanan kali ini, penelusuran tidak dilanjutkan hingga titik akhir karena waktu sudah terlalu sore.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bagi wisatawan agar datang lebih pagi sehingga memiliki waktu lebih leluasa untuk menikmati seluruh jalur wisata yang tersedia.
Jam Operasional dan Tips Berkunjung
Goa Lowo dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
Wisatawan disarankan datang pada pagi atau siang hari agar memiliki waktu cukup untuk menjelajahi bagian dalam gua.
Penggunaan alas kaki anti-slip juga sangat dianjurkan karena permukaan jalur beton di dalam gua dapat menjadi licin.
Selain memperhatikan keselamatan, pengunjung juga diimbau menjaga kebersihan kawasan wisata.
Vandalisme pada dinding gua maupun fasilitas wisata sebaiknya dihindari agar kelestarian Goa Lowo tetap terjaga.
Bisa Dilanjutkan ke Deretan Pantai Selatan
Lokasi Goa Lowo berada tidak jauh dari sejumlah destinasi wisata pantai di wilayah selatan Trenggalek.
Setelah menyusuri gua, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju Pantai Niama, Pantai Prigi, Pantai Simbaronce, maupun deretan pantai lain yang berada di kawasan pesisir selatan.
Keberadaan berbagai destinasi tersebut membuat kawasan Watulimo menjadi salah satu tujuan wisata alam yang menawarkan kombinasi wisata gua dan pantai dalam satu jalur perjalanan.
Meski kini suasananya tidak seramai beberapa tahun lalu, Goa Lowo tetap menyimpan pesona alam yang sulit ditemukan di tempat lain. Lorong gua yang luas, formasi stalaktit dan stalagmit, sungai bawah tanah, serta sejarah panjangnya menjadikan destinasi ini tetap layak masuk dalam daftar kunjungan saat berada di Kabupaten Trenggalek.
Baca Juga: Cegah Mafia Tanah, Genjot Digitalisasi Sertifikat
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest