DURENAN, Radar Trenggalek – Korsleting listrik pada kendaraan bermotor diduga menjadi pemicu kebakaran dapur tempat usaha penggorengan kerupuk pasir milik Siti Sholikah, warga Dusun Pucangan, Desa Panggungsari, Kecamatan Durenan. Api melalap bangunan dapur berukuran 4x8 meter tersebut pada Jumat (30/10) dini hari.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 01.30 tersebut bermula dari Siti mendengar suara benda terbakar. Setelah mengecek sumber suara, dia mendapati dapur tempat penggorengan kerupuk pasir yang berada di samping rumahnya sudah dilalap api.
Mengetahui kejadian tersebut, Siti langsung meminta bantuan tetangga untuk memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. “Namun saat itu upaya awal yang dilakukan pemilik belum mampu mengatasi kebakaran. Dia kemudian menghubungi kami (petugas pemadam kebakaran, Red),” ungkap Kasi Penyelamatan Kebakaran dan Nonkebakaran Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran (Satpol PPK) Trenggalek, Burhannudin.
Dia melanjutkan, saat itu petugas piket menerima laporan sekitar pukul 01.34 dan langsung bergerak setelah menerima laporan. Dua unit mobil pompa damkar dikerahkan menuju lokasi dengan membawa 11 personel.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 01.50 dan langsung melakukan operasi pemadaman satu menit kemudian. “Saat melakukan pemadaman, proses penanganan berlangsung hingga pukul 02.50 atau sekitar 59 menit,“ katanya.
Baca Juga: Lumpur dan Batu Terjang Dua Rumah di Desa Sobo
Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik pada kendaraan bermotor yang berada di area dapur usaha tersebut. Api kemudian membakar bangunan dapur beserta tempat penggorengan kerupuk pasir.
Akibat kejadian itu, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 5 juta. Selain bangunan dapur dan tempat penggorengan, satu unit sepeda motor turut terdampak kebakaran. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Di sisi lain, petugas damkar bersama masyarakat dan perangkat Desa Panggungsari berhasil menyelamatkan aset lain yang diperkirakan bernilai lebih dari Rp 100 juta. Dalam proses pemadaman, petugas menghabiskan sekitar 6.000 liter air.
Setelah api berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan terkendali, petugas kembali ke markas komando pada pukul 02.57 WIB untuk mengisi ulang tangki air mobil pemadam.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar memperhatikan kondisi instalasi kelistrikan kendaraan maupun peralatan di sekitar tempat usaha. “Perlu kami ingatkan untuk menghindari adanya kebakaran, potensi korsleting perlu diantisipasi, terutama pada area yang terdapat bahan mudah terbakar dan aktivitas produksi,“ jelas Burhan. (jaz/c1/din)
Editor : Juwita RatnasariSumber : RADAR TRENGGALEK